Temui guru sejati agar tak menyesal kemudian


Guru sejati akan menunjukkan jalan bagi anda, kemana harus melangkah, apa yang harus dikerjakan, bagaimana mendapatkan pelajaran atas setiap kejadian yang muncul – yang sesungguhnya kejadian tersbeut berawal dari diri kita sendiri, bagaimana cara mendapatkan solusi paling baik dari setiap masalah yang timbul ketika kita sedang belajar memahami Sang Maha Kuasa.

Guru sejati akan bisa anda dapatkan dengan mempelajari ilmu spiritual yang benar benar mengantar anda kehadapannya. Ilmu yang benar adalah ilmu yang bisa membawa anda melampaui teori dan filsafat, karena kedua hal tersbuet sebenarnya adalah hasil dari pengalaman belaka. Ilmu spiritual yang benar mampu membuat anda mengalami sendiri bukan hanya mendengar atau membaca kata si a atau si b.

Baca artikel : Guru Sejati

Pada umumnya penyesalan selalu datangnya terlambat. Hal ini seringkali terjadi pada seseorang yang lemah iman atau sebab ketidak tahuan. Percikan bibit salah jalan, diawali keliru meletakkan Tujuan hidup. Keduniawian adalah tujuan antara, tujuan akhir adalah kembali ke Tuhan. Menggapai sukses pribadi dalam rangka hidup bermakna bagi sesama, sebagai sarana mencapai tujuan akhir.

Bila tujuan antara yaitu sukses keduniawian dijadikan tujuan akhir. . .Maka segala cara akan ditempuh, yang penting kaya, berkuasa: menjadi presiden, gubernur bupati, lurah.dll. Yang paling berbahaya dari aspek spiritual, mengadakan kerjasama,minta pertolongan mahluk halus atau khodam. Sadar atau tanpa sadar,orang tersebut telah menggadaikan akhiratnya. Dikemas dengan alasan sesamar apapun, hal ini termasuk katagori menduakan Tuhan.

Banyak diantara kita yang berusaha mencari guru sejati, tapi yang ditemui bukanlah yang sejati, banyak diantara kita yang ingin bertemu dengannya malah terjebak pada mahluk-mahluk yang sebenarnya masih ciptaan belaka.


Banyak diantara kita yang mempelajari ilmu spiritual untuk mencari sang guru, tapi yang didapat malahan jebakan dari asumsi pikiran belaka, ada juga yang terjebak dengan ego-amarah-keinginan yang ada did alam diri sendiri. Tapi bersyukurlah bagi yang tak terjebak pada mahluk mahluk yang hanya ciptaan sang Guru Sejati.


Menjelang ajal tiba,kuasa-kuasa kegelapan tersebut,akan menjemput anda. Penyesalan saat sakaratul maut, terlambat sudah, saat itu anda tahu siapa yang menjemput. Jiwa atau roh anda akan dibawa di alam kehidupannya, sengsara tiada habisnya. Mulai sekarang. . . . sadarlah !,seberapa besar keinginanmu- serumit apapun masalahmu, minta tolonglah hanya kepada Sang Guru Sejati.

Pahamilah, bahwa guru sejati adalah Tuhan itu sendiri, Tuhan telah memberikan sebagian dari dirinya sendiri kepada  kita, sebagian dari dirinya tersebut adalah percikan cahaya Tuhan, percikan cahaya Tuhan ini ada di dalam diri kita semua. Bila kita bisa terhubung dengan percikan cahaya tersebut, maka kita akan bisa terhubung dengan Tuhan yang Maha Esa. Bila and aberuntung belajar ilmu spiritual yang benar, maka anda akan dihantar sampai dengan cahaya sejati, percikan cahaya Tuhan di dalam diri.

Banyak orang sudah tahu dan paham atas keyakinan, Tuhan lah Yang Maha Kuasa. Sesembahan tempat bergantung dan memohon pertolongan segala kebuTuhan. Faktanya, Sang Guru Sejati tidak segera mengabulkan keinginannya, padahal iktiar dan doa selalu dipanjatkan. Ada fakta lain, melalui kuasa perantara mahluk ciptaanNya, ternyata lebih cepat terkabul. Kuasa perantara : orang pintar,orang suci, leluhur suci-sakti, supranaturalis, dukun, ziarah kubur para tokoh, dll.


Saya berdoa agar kita semua tak terjebak dengan kuasa perantara, saya berdoa supaya kita semua bisa mendapatkan ilmu spiritual yang mengantar langsung sampai kepada Sang guru Sejati yang ada di dalam diri kita.

Kenyataan tersebut membuat hati bimbang, keyakinan ada di jalan persimpangan. Kemurnian meng ESA kan Tuhan menjadi ternoda, ganda keyakinan dalam mendapatkan pertolongan. Dualisme ganda keyakinan ini berjalan subur, bahkan mentradisi menjadi hal yang lumrah. Tersamar Tuhan hanya dijadikan stempel atas ijinNya, tapi justru terwujudnya hajat dari kuasa perantara. Posisi kuasa perantara menjadi penentu, bahkan ada yang mengAgungkan setara dengan Tuhan. ( dalam hal ini, perhatikan benar ilmu spiritual yangs edang anda pelajari, apakah benar itu membawa langsung kehadapanNya, ataukah....??? )

Bagi yang tak menjaga prinsip kemurnian dalam meng ESA kan Tuhan, kondisi tersebut dianggap wajar saja.  Sebenarnya mudah saja bila kita semua bisa selalu mendapatkan bimbingan dari sang Guru Sejati, karena setiap langkah yang kita ambil akan selalu dalam bimbingannya, pengawasannya akan selalu hadir.


Kondisi dilematis, subur terpola, mentradisi, dualisme tersamar kukuh dalam pembenaran. Permasalahan timbul bagi yang murni tidak mau menduakan kuasa Tuhan, sesamar apapun kemasannya. Diperlukan keteguhan prinsip disaat menentukan pilihan di jalan persimpangan. Pengenalan metodologi bagaimana kuasa Tuhan bekerja pada diri setiap manusia adalah solusi yang perlu disosialisasikan.

Jangan khawatir, karena guru sejati akan selalu bersama kita semua, sampai kapanpun. Terkadang kita lah yang lupa bahwa sang guru ada didalam diri kita. Ya benar, kita hanya lupa,...karena dulu kita pernah tau, dan sesungguhnya kita adalah bagian dariNya.

Pengetahuan atas metodologi bekerjanya kuasa Tuhan dalam diri kita ini sesungguhnya disebarkan oleh setiap utusannya, tapi sayangnya karena bahasa yang disampaikan tak bisa selalu dipahami dnegan mudah, dan lagi ad abanyak makna yang tersembunyi diantara kalimat kalimat tersbeut. Secara sistematis juga kita dikondisikan untuk tak bisa memahaminya. Tapi....tak usah khawatir, karena Tuhan berkehendak untuk ditemui oleh mahluknya, maka secara sistematis juga alam semesta sebagai sistem maha besar yang dibuat olehNya memberi kita peluang dalam bentuk ilmu spiritual untuk dipelajari. Ilmu ini akan membawa anda langsung kehadapanNya. Menemui sang guru sejati akan menjadi bisa dilakukan tiap orang, seperti dahulu kala. Ilmu ini bukan lagi milik segolongan orang tertentu, bukan hanya segelintir orang yang layak untuk mempelajarinya, tapi semua bisa.


Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: