Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 2

Nah bagaimana selanjutnya setelah masuk ke jalan cahaya itu. Bagaimana selanjutnya pencerahan spiritual ini bisa membawa ke kondisi terhubung atau terkoneksi dengan cahaya  tuhan di dalam diri?

Sekali lagi saya ingatkan, jalan spiritual yang saya gunakan, bersumber dari ilmu energi spiritual nusantara, ilmu ini menitik beratkan kepada perjalanan spiritual ke dalam diri, bukanlah ke luar, bukan jalan spiritual bertemu dengan mahluk mahluk gaib, benda benda gaib, jangan terjebak antara spiritual dan supranatural. Pencerahan spiritual adalah sebuah kondisi dimana kita bisa terhubung dengan percikan cahaya tuhan yang ada di dalam diri kita. Hanya itu saja. Dan itu adalah hal yang absolut. 

Anda harus membaca awal artikel ini dahulu, yaitu Pencerahan Spiritual : Sebuah perjalanan kedalam diri manusia 1, jika anda sudah membaca barulah artikel ini bisa anda pahami.

Ketika sudah masuk ke jalan cahaya, kita akan mendapati lorong lorong cahaya, ada berbagai macam spektrum warna dari cahaya tersebut yang akan kita temui. Lorong lorong cahaya tersebut akan melewati pikiran, alam bawah sadar, bagian bagian jiwa, barulah pada akhirnya “jika beruntung” bisa sampai ke percikan cahaya tuhan.


Ada banyak jalan yang harus kita lewati, itulah yang membuat perjalanan ini bisa begitu panjang.
Di dalam pikiran ada banyak informasi atau data yang berasal dari proses berpikir, dimana pikiran adalah sebuah prosesor data, yang mengolah data atau informasi yang masuk melalui panca indera. Bagian ini biasanya menyimpan data data baru, data data yang baru masuk dari panca indera. Bukan data lama, tapi baru. Kita bisa mendapati informasi atau data tersebut dalam banyak bentuk, ada yang melihatnya secara langsung, ada yang mendapatkan pemahaman, dan lain sebagainya.

Ketika kita sudah lulus di bagian tersebut maka kita akan masuk ke bagian alam bawah sadar, disini juga sama, bagian ini bisa dianalogikakan sebagai RAM pada gadget kita.  Bagian ini menyimpan sementara data data yang sudah diproses di pikiran. Bisa saja, kita akan menemui data lama, tapi ini sangat jarang terjadi.

Kemudian pencerahan spiritual yang kita alami tidak akan berhenti, bila kita lulus melewati bagian tersebut kita akan masuk ke bagian jiwa. Di bagian jiwa, bisa kita analogikakan sebagai hard disk, semua fungsi penyimpanan informasi kehidupan kita. Bisa saja kita menemui data lama yang berasal dari kehidupan kita sebelumnya ( referensi artikel : Reinkarnasi ). Kita juga harus paham bagian bagian atau anatomi bagian ini. 

                        Percikan cahaya tuhan  adalah sumber energi yang membawa 
potensi kehidupan
sedangkan otak adalah fisik yang bersifat material
dan jiwa adalah substansi kemanusiaan yang bersifat energial

Karena Jiwa adalah energi, maka ia akan menajdi daya dorong bagi munculnya “fungsi” sebagai karakter utama jiwa. Otak memiliki struktur yang khas, sehingga ia menyimpan energi yang khas pula. Energi listrik yang menjadi media bagi munculnya fungsi atau sifat sifat adalah gambaran tentang mekanisme kejiwaan itu.

Apa sajakah bagian dari jiwa ini : di workshop energi spiritual nusantara ( workshop ini bisa anda ikuti pada : Program Pengembangan Diri Untuk Kesuksesan ) anda akan diajarkan bagaimana terhubung dan bisa memahami, sekaligus bisa membersihkan bagian-bagian jiwa dari energi negatif. Energi negatif ini muncul dari segala aktifitas yang negatif, yang dinyatakan negatif oleh keyakinan kita. Menurut sifatnya jiwa terbagi menjadi 7 bagian utama, sifat sifat jiwa ini bisa berpengaruh terhadap pola berpikir, pola pengambilan keputusan ataupun pola bertindak kita.

Apakah yang dimaksud dengan jiwa ?

di mana letaknya dan bagaimana wujudnya ?Jiwa itu adalah identitas diri sejati manusia, Raga hanyalah alat atau kendaraan jiwa. Jiwa bersemayam di hati – berlapis-lapis, Jiwa terdiri dari 7 lapis. Tiap-tiap lapis ada ratusan sub lapis dengan fungsi yang berbeda-beda, dan tiap sub lapis terdiri sub-sub lapis lagi yang  tak terhingga banyak fungsinya. Wujud dari Jiwa adalah Cahaya, Singkatnya jalan atau cara termudah agar semua tercakup untuk mencapai Tujuan Hakiki adalah dengan mengenali diri sendiri secara utuh.

Beberapa orang yang masuk ke jalan cahaya ini dengan mengikuti ilmu spiritual dari tradisi tradisi yang ada, seringkali bertemu dengan bagian jiwa kita ini dengan wujud yang berbagai macam tetapi walaupun macam macam tapi tetap menyerupai atau sama dengan wujud fisik kita, bila kita bertemu dengan jiwa bijaksana maka kita akan melihatnya sebagai perwujudan diri kita yang bijaksana, dan lain sebagainya.

Karena kita sudah mengalami banyak putaran kehidupan ( reinkarnasi ) maka ada banyak juga informasi yang ada di dalam jiwa kita. Beberapa orang yang bisa mengakses informasi tersebut bahkan bisa menggunakan informasi tersebut dan diolah menjadi skill yang bisa digunakan untuk kesuksesannya di kehidupan saat ini. Apakah itu termasuk pencerahan spiritual ? bisa saja, karena itulah salah satu tahapan yang harus dilalui, walaupun itu hanya tahapan, bukanlah hasil akhir yang kita harapkan.

Jika anda mencari pencerahan hidup, maka inilah sebuah jalan hakiki yang bisa anda tempuh, jalan yang membuat anda tercerahkan ( Mencari pencerahan hidup

Tapi jangan sampai tercapainya sebuah tahapan itu menjebak kita, karena tujuan kita, pencerahan spiritual yang hakiki adalah mengenal diri kita yang sebenar benarnya, mengenal semua bagian dari diri kita, bukan hanya bagian fisik kita saja, melainkan bagian yang lebih penting, yaitu pikiran, jiwa dan percikan cahaya tuhan ( sering juga disebut sebagai ruhani, divine spark, cahaya suci, dll ). Karena banyak bagian yang ada di dalam tubuh etherik ( tubuh energi yang tida bisa dilihat mata ) maka perjalanan kita juga panjang. Jika tidak ada yang membimbing maka perjalanan itu bisa saja terhenti, terjebak di alam yang sesungguhnya bukan  alam yang kita tuju.

Perjalanan ke dalam diri kita ini, perjalanan cahaya yang dimulai dari terbukanya pintu cahaya dari pineal gland, masuk ke setiap neuron yang ada dalam otak, bertemu semua informasi baru yang sedang dan sudah diproses, kemudian terus masuk ke partikel yang lebih dalam lagi yang masih ada di bagian otak, bagian bagian yang lebih kecil dan halus lagi, yang “mulai” bisa diraba oleh fisika kuantum, yang berada di jaringan otak manusia. Jaringan halus dan kecil ini adalah bagian jiwa kita. Bagian bagian jiwa yang diisi informasi kehidupan kita, baik saat ini ataupun saat yang lalu, yang tentunya akan sangat banyak. Inilah jebakan yang menghambat bila kita tidak paham. Tidak berusaha terus maju. Apalagi yang masuk ke ranah pencerahan spiritual yang berlatar belakang teori dan filsafat. Pembahasan demi pembahasan tanpa mengalami sendiri perjalanan spiritual yang memunculkan pencerahan. Teori,  filsafat dan sastra yang akan membuat kita hanya masuk di ranah “seolah-olah” paham saja. Padahal belum mengalami sendiri. Saya bersyukur ilmu energi spiritual nusantara yang saya miliki bisa membawa saya masuk dan mengalami sendiri, mengenali sehingga bisa mulai memahami bagian bagian dari diri saya ini.

Bersambung ke bagian 3 : Pencerahan Spiritual, Perjalanan menuju Percikan Cahaya Tuhan di Dalam Diri

Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar