Tempat dan Nasib yang Benar.


Pemahaman dan wawasan hanya bisa datang melalui mengalami hidup. Seseorang perlu hidup dalam posisi kesadaran yang tepat untuk memahami mengapa hidup terbentang seperti itu.

Not all things are equal, for there are many levels of understanding, honesty and sincerity on our planet, whilst the decree from GOD went out for us to be perfect


Tanyakan kepada diri sendiri:‘ Apakah saya dengan jujur ​​melakukan kehendak Tuhan atau saya menyelewengkan kehendak Tuhan? ’Ada banyak tingkatan, namun kejujuran selalu sama. Selama ada masalah atau keadaan yang menyebabkan perselisihan dalam hidup Anda, maka ada ketidakseimbangan yang perlu diperbaiki dan dipulihkan.

Apakah Anda ingin tanpa disadari atau tidak sadar terbawa angin perubahan atau kebetulan, atau apakah Anda ingin berlabuh pada kekuatan TUHAN  yang Mahakuasa? Saya tahu bahwa ini adalah pertanyaan yang mendalam, yang membutuhkan pengawasan, kejujuran, dan pencarian jiwa dari Anda.


Jawaban untuk pertanyaan ini dapat diterapkan ke semua bidang kehidupan Anda, terutama proses pemikiran Anda. Itu semua berhubungan dengan kepercayaan dan iman Anda kepada Tuhan dan pada kepedulian-Nya yang penuh kasih.

Perselisihan dan kekacauan terjadi di mana-mana dan ini memiliki sumber yang berasal dari Kehendak Bebas yang digunakan dalam kesadaran DIRI PALSU ( Jiwa Ego, Jiwa Amarah dan Jiwa keinginan ). Jika kehendak Tuhan meresap ke dalam hati, jiwa dan pikiran manusia di sini, planet ini akan terlihat, terasakan dan sama sekali menjadi tempat yang berbeda. Bahkan binatang buas akan merasakan ketenangan yang harmonis dan seimbang ini.

Jika hanya sepuluh persen dari total populasi akan dengan sepenuh hati dan jujur ​​mencoba melakukan kehendak Tuhan, keseimbangan akan terjadi, untuk bertindak seperti naik ragi dalam roti yang naik, dan seperti parfum halus dari bunga eksotis yang menyebar di bumi ini.

Kemanusiaan akan mengalami keseimbangan pemulihan kesehatan, dan kegembiraan akan muncul kepada Pencipta segala sesuatu, karena orang-orang di mana saja akan mulai membangunkan kebaikan ini dan menghargai karunia kehidupan.

"Akhirnya planet ini bisa pindah ke kondisi yang selayaknya, alih-alih menjadi luka bernanah di antara saudara-saudari planet yang lain dan mendapatkan kembali takdirnya menjadi planet yang dihuni Cahaya dan Kehidupan."

Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment