Milikilah Kepercayaan penuh kepada Kekuatan Iman.



Dampak Ketakutan:
  1. Kesehatan Fisik: Ini melemahkan sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan kardiovaskular, masalah pencernaan seperti bisul dan sindrom iritasi usus, dan penurunan kesuburan. Ini dapat menyebabkan penuaan yang dipercepat dan bahkan kematian dini.
  2. Memori: Dapat merusak pembentukan ingatan jangka panjang dan menyebabkan kerusakan pada bagian otak tertentu.
  3. Dapat mengganggu proses di otak yang mengatur emosi Anda, memungkinkan Anda untuk berpikir sebelum bertindak, dan bertindak secara etis.
  4. Kesehatan Mental: Dapat menyebabkan kelelahan, depresi klinis

Kita dapat memahami dengan pengalaman pribadi bahwa ketakutan adalah pemicu stres besar dengan banyak dampak tidak menyenangkan. Kehidupan di dunia Kita ini tampaknya berubah menjadi peperangan tanpa henti di mana jiwa manusia dipanggil untuk sering menghadapi episode kehancuran batin dan kekacauan yang memicu gangguan ketakutan kronis.

Iman ada pada kutub yang berlawanan dengan ketakutan, dan karena itu, paling memenuhi syarat untuk membalikkan keadaan. Penelitian telah menunjukkan hubungan antara spiritualitas dan kepercayaan positif yang menghibur. Meditasi dan doa menghasilkan rasa nyaman dan kekuatan jiwa dan dapat meningkatkan penyembuhan.

Ketika keadaan menjadi sulit, belajarlah untuk dengan cepat menimpa pengambilalihan impulsif oleh rasa takut dan untuk beralih sepenuhnya ke 'mode iman' penuh. Daripada memikirkan skenario kasus terburuk, bayangkan hasil yang positif. Bukankah Tangan Ilahi yang membimbing nasib Anda membantu Anda melewati banyak kesulitan hidup yang tampaknya tidak dapat diatasi?

Iman bertindak sebagai tangki cadangan bahan bakar jiwa kita, memberi kita bahan bakar hebat yang cukup untuk membuatnya sampai ke perhentian berikutnya. Milikilah kepercayaan akan kekuatan iman! Selidiki, renungkan, dan mintalah langsung kepada Tuhan untuk menyediakan alat praktis untuk mengaktifkan sepenuhnya dalam hidup kita. Itu akan mengangkat Kita di atas bukit dari aktifitas  sehari-hari yang membosankan, dan Kita kemudian akan menyadari dari pandangan yang lebih tercerahkan bahwa Kita membuat gunung.

Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar