Belajar Spiritual 1 – Kerjasama Fisik, Pikiran, Jiwa, Ruh

Belajar spiritual yang saya maksud disini adalah spiritual yang berbasis Percikan Cahaya Tuhan di dalam diri ( dalam bahasa inggris disebut juga dengan spirit  - dalam istilah arab dikenal dengan istilah Ruh ).

Mengenal diri sendiri serta bagian bagian nya adalah pokok pembahasan ketika kita masuk ke dalam dunia spiritual, dan bagian bagian yang paling utama harus kita kenali adalah fisik – pikiran – jiwa – Percikan Cahaya Tuhan.

Belajar spiritual yang benar haruslah membawa kita mengenal bagian bagian tersebut dan tentu juga bisa sampai pada bagian yang terdalam dengan cepat, efektif dan efisien waktunya, sehingga tidak terjebak kepada yang lain.

Inilah dunia spiritual, sehingga jika sudah sampai pada bagian Percikan Cahaya Tuhan di Dalam Diri, kesadaran spiritual akan aktif dan menjadi pembimbing atau navigator kita dalam kehidupan. Belajar segalanya akan jadi menyenangkan karena hadirnya guru sejati dalam hidup kita, navigator kehidupan kalau istilah saya. Percikan Cahaya Tuhan adalah navigator kehidupan, guru sejati, yang akan membawa kita kepada hidup yang lebih baik, yang lebih bisa selaras dengan kehendak Tuhan, yang pada akhirnya membawa kita kepada Tuhan, bukan ke pada atau tempat yang lain. Dan ketika sedang berproses dalam kehidupan kita bisa menjadi manusia yang bermakna dan bermanfaat untuk alam semesta yang lebih baik.

Kali ini, saya ingin sharing, hasil belajar spiritual yang saya lakukan, atau lebih tepatnya pelajaran yang diberikan oleh bos saya, sanga navigator yang ada di dalam diri saya dan juga diri anda, kebanyakan dari proses ini saya hanya sebagai murid atau bahkan tukang ketiknya saja.

Kalo menurut saya, ini adalah sebuah pelajaran yang penting untuk bisa mendapatkan pengenalan dan pemahaman terhadap diri sendiri dan bagian bagiannya, sehingga kita bisa mendapatkan juga insight mengenai kesadaran diri, inilah sebuah topik besar di dunia spiritual, bila kita sedang sampai pada bagian logika pikiran – maka kita dsisebut sedang dalam kondisi kesadaran logika, bila sedang ada pada bagian jiwa, disebut sedang ada pada kesadaran jiwa ( ada 7 lapis jiwa ya ), dan bila kita bisa terhubung kepada bagian Ruh – maka kita disebut sedang ada pada kesadaran spiritual.

Kali ini topik yang akan saya coba share adalah Bagaimana Tubuh/Fisik, Pikiran, dan Jiwa bekerja bersama?

Baca juga artikel yang terkait : 

Kesadaran Spiritual – Tuhan Adalah Mentor Saya

Anda memahami sifat tubuh ketika Anda menaruh perhatian pikiran padanya. Anda memahami pikiran dengan perhatian pikiran, dan Anda juga menyadari jiwa dengan pikiran.

Tubuh, pikiran, dan Ruh ( Spirit ) adalah tiga tubuh halus dan fisik yang terpisah yang bekerja bersama, sehingga proses kehidupan dapat terjadi melalui Anda. Ketiganya dapat dialami secara terpisah di dalam, dalam pengalaman rileksasi yang mendalam.

Metode yang terbiasa saya latih adalah dengan rileksasi energi, semacam meditasi yang menggunakan pin energi yang saya setting energinya untuk bisa membawa masuk ke kedalaman jiwa tenang.

Tubuh, pikiran, dan Jiwa ( sering disebut  juga sebagai Roh) memiliki baterai penggerak, sumber energi utama. Sumbernya ada pada diri Anda. Sumber Energi utama dalam tubuh kita ini adalah Ruh – Percikan Cahaya Tuhan di dalam diri - Spirit. Jadi kehidupan dimulai dari sumber energi, dan jiwa serta pikiran datang dari sumber energi dan bekerja dengan tubuh. Inilah salah satu kunci pemahaman dari belajar spiritual dengan basis energi kesadaran.

Struktur fisik tubuh terbentuk dalam rahim ibu, dan dengan demikian ketika Anda keluar dari rahim, satu-satunya yang tersisa bagi tubuh fisik adalah makanan. Tubuh fisik dipupuk oleh tiga hal, yaitu tidur, makanan, dan gerakan fisik.

Tubuh fisik Anda terbentuk dengan cara, di mana ketiga hal ini sangat penting untuk menjaga tubuh fisik tetap sehat. Setelah struktur tubuh terbentuk, sepanjang hidup Anda, Anda memberi makan tubuh Anda.

Jika Anda dapat menjaga keseimbangan tidur, makanan, dan olahraga yang sempurna, Anda dapat memaksimalkan tubuh dan pikiran Anda.

Baca juga artikel terkait dengan belajar spiritual : 

Guru Sejati Sang Teman Seperjalanan

Pikiran lagi adalah tubuh halus terpisah yang ada dalam tubuh fisik. Pikiran itu satu. Itu tidak dibagi pada titik mana pun. Semua pemikiran, logika, imajinasi, perasaan, emosi, masa lalu, masa kini, atau masa depan Anda, terjadi dalam satu pikiran.

Pikiran adalah satu, tetapi ketika Percikan Cahaya Tuhan bekerja dengan pikiran, ia membagi pikiran sesuai dengan sifatnya. Ruh menyesuaikan diri, sesuai dengan sifat pikiran. Ini adalah Spirit yang memberi makan tubuh fisik juga.

Ketika Anda mengalami satu pikiran utuh dalam tubuh, pertama kali Anda menyadari bahwa, semua pikiran, imajinasi, perasaan atau emosi Anda hanya ada dan hanya bekerja karena adanya Ruh Sebagai Sumber energi, yang diikatkan di sekitar pikiran dan tubuh dengan cara tertentu.


Percikan Cahaya Tuhan menyesuaikan diri di dalam pikiran dan tubuh, sesuai dengan mimpi dan keinginan pikiran. Spirit dipengaruhi oleh sifat pikiran. Semua mimpi dan keinginan pikiran dipenuhi oleh Ruh.

Ketika Anda bergerak jauh ke dalam meditasi Anda, hal pertama yang Anda alami adalah pikiran Anda ( kesadaran logika )  dan hal berikutnya yang Anda alami adalah Jiwa Anda ( disinilah anda akan mengalami kesadaran jiwa ) , baru kemudian sampai pada kesadaran Ruh ( Kesadaran spiritual = Kesadaran Tuhan ) datang dari dalam, untuk bekerja dengan pikiran dan tubuh.

Dalam belajar spiritual, anda harus mengalami sendiri dan paham lapisan-lapisan kesadaran, Posisi Kesadaran Diri seseorang bertingkat-tingkat :

a.       Kesadaran           : Fisik/ Diri Palsu ( seperti kesadaran pada saat ini )

b.       Kesadaran           : Jiwa / Diri Sejati ( Jiwa Suci  )

c.       Kesadaran           : Ruh Ani / Nur Ani

d.       Kesadaran           : Ruh Suci / Ruh Qudus.

e.       Kesadaran           : Ruh Tuhan

Ingatlah ini ketika belajar spiritual, dengan dasar metode apa saja, salah satunya melalui ilmu energi spiritual nusantara. Ingatlah selalu bahwa Pikiran adalah roda penggerak untuk Jiwa dan tubuh, tetapi ketika pikiran yang sama diarahkan ke dalam menuju sumber – sumber energi utama – Ruh – Spirit, Jiwa yang sebelumnya bekerja dengan pikiran dan tubuh untuk memanifestasikan kehidupan luar, mulai bergeser ke arah sumber. 

Semua ilmu spiritual yang sejati pasti akan membuat anda masuk kesini, sampai pada kesadaran spiritual, sehingga guru sejati yang ada pada diri anda aktif dan menjadi navigator kehidupan anda.

Bukan kepada yang lain, bukan...

Proses alami kehidupan hanya dapat dipahami, dengan menyadari sumber kehidupan di dalamnya. Pemahaman tentang kehidupan tetap sangat terbatas pada level tubuh dan pikiran. Dengan kehidupan, setiap upaya harus dilakukan untuk mewujudkan sumber kehidupan di dalamnya.

Dalam kehidupan, banyak orang mengidentifikasi diri mereka dengan tubuh, dan dengan demikian perspektif mereka tetap terbatas pada aspek fisik kehidupan. Dengan kesadaran tubuh, pemahaman Anda tetap terbatas pada masalah ini. Inilah yang perlu diperbaiki melalui belajar spiritual, belajar ilmu spiritual yang tepat, yang akan mengantar anda sampai pada kesadaran Tuhan yanga da di dalam diri kita.

Jika Anda memilih untuk tumbuh dan berkembang dengan kehidupan, transformasi diperlukan dari kesadaran fisik ke kesadaran spiritual.

Identitas pribadi Anda yang mengidentifikasi dirinya dengan tubuh harus bergeser ke identifikasi dengan sifat pikiran.

Ingat, Anda memahami realitas fisik dengan pikiran, dan Anda juga memahami pikiran dengan pikiran. Jadi, bahkan jika Anda memiliki kesadaran fisik, pemahaman Anda akan datang dari pikiran Anda. Ini adalah identitas pribadi dari pikiran yang mengambil pergeseran dari kesadaran fisik ke kesadaran pikiran ( kesadaran logika ) .

Ketika Anda mulai menghubungkan diri Anda dengan hal-hal pikiran, Anda juga dapat melihat kebenaran di balik realitas luar yang ada di tingkat pikiran.

Baca juga artikel terkait dengan belajar spiritual :

Temui Guru Sejati Percaya Proses Kehidupan

Ya, realitas luar yang Anda lihat tetap terbatas pada perspektif Anda sendiri. Jika perspektif Anda tetap terbatas pada aspek fisik kehidupan, Anda tidak dapat mengalami realitas, di luarnya, tetapi ketika pemahaman Anda bergeser dari realitas fisik ke realitas halus, Anda mengambil lompatan dari dunia fisik ke dunia halus dalam perspektif Anda.

Sekarang, itulah proses evolusi. Pada tingkat pikiran. Anda tumbuh dan berkembang dalam pikiran.

Ketika Anda mengidentifikasi diri Anda dengan pikiran, Anda tidak hanya memahami perspektif Anda, tetapi Anda juga memahami perspektif orang lain di sekitar Anda.

Dengan pikiran, Anda dapat memahami berbagai aspek pikiran, tetapi untuk mengalami keseluruhan pikiran, Anda harus naik melampaui sifat pikiran Anda dan menyadari diri Anda sebagai Jiwa. Ini adalah Spirit yang dapat mengalami seluruh pikiran.

Belajar spiritual bukan hanya melulu soal meditasi, atau bahkan harus membayangkan menyendiri ditempat tempat yang gelap dan jauh di keramaian. Ilmu spiritual yang sejati akan membuat anda selalu berdua dimana saja, dengan sang kekasih pujaan hati yang menjadi tujuan kita hidup, bukan hanya nanti, tapi mulai dari sekarang. Dialah sang maha segalanya....Tuhan. Yang dalam diri kita diwakili oleh Ruh – Percikan Cahaya Tuhan – yang langsung diberikan olehNya kepada kita sebagai sarana untuk berkomunikasi secara interaktif setiap saat.

Ruh dapat diwujudkan bukan dengan keinginan pikiran, tetapi ketika tidak ada mimpi atau keinginan yang tersisa di pikiran.

Semua mimpi dan keinginan dari realitas luar tetap berada di permukaan pikiran. Semua pikiran, perasaan, pengalaman, dan kesan Anda melayang di permukaan pikiran. Ketika perhatian Anda bergeser dari realitas permukaan pikiran, dan mencari kebenaran di luar ketiadaan pikiran, Anda membuka jalur energi kesadaran dari Percikan Cahaya Tuhan di dalam tubuh.

Ruh begitu terikat di sekitar pikiran dan tubuh, sehingga sulit untuk menyadarinya kecuali jika Anda mencapai keadaan ketiadaan pikiran.

Dengan realisasi ruh - tersambung pada bagian ruh - mengalami kesadaran ruh/spiritual, Anda memahami hakikat pikiran dan melihat proses kehidupan yang terjadi di dalam tubuh.

Seperti yang telah disebutkan di atas, kehidupan tidak berakhir dengan mengenal jiwa serta lapisan lapisannya, tetapi jiwa juga memiliki sumbernya di dalam tubuh. Setelah Anda sampai pada kesadaran jiwa tenang, Anda mengikuti gerakan energi dari jiwa tenang yang membawa Anda ke realisasi sumbernya, Ruh. 

Beginilah belajar spiritual yang benar, yang sesuai jalurnya.

Bagaimana jalur yang tepat?

Bersambung ke bagian ke 2 : klik link dibawah ini untuk membaca artikelnya

Mengenal Jati Diri Manusia klik link dibawah ini untuk membaca artikelnya :  Belajar Spiritual 2 – Jati Diri Manusia

 

Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar