Kesadaran Sejati - Kepasrahan dan Penyerahan

Kesadaran Sejati seringkali memunculkan rasa pasrah, inilah sebuah tingkatan yang membuktikan ada dimana kesadaran kita,  sudah seperti apa level kesadaran diri kita. Itulah salah satu tanda dari aktifnya level kesadaran yang lebih tinggi dari pada kesadaran logika. 

Apakah Sang Guru Sejati sudah datang menemui anda, dan anda memberikan atau memasrahkan segalanya padanya? jika benar maka pasrah dan menyerahkan segala sesuatunya bisa dilakukan.  Dari kesadaran logika yang memiliki banyak keterbatasan dan kesadaran sejati ( kesadaran jiwa dan kesadaran spiritual ) yang tak memiliki batasan.

Bagaimana jika belum? Ayo cek lagi ilmu spiritual apa yang anda latih dan praktekkan.

Teruslah melangkah sampai sang guru sejati datang menemui anda dan jalan kepasrahan dan penyerahan bisa anda dapatkan. 

Jalan kepasrahan - jalan penyerahan. Merupakan sebuah tingkatan spiritual yang tidak main main, tidak sepele, tidak didapatkan dengan jalan yang biasa, tapi mereka yang sudah sampai di level ini kebanyakan malah tidak sadar bila apa yang dia lakukan adalah sebuah kepasrahan total. Sebuah penyerahan total. 

Kepasrahan dan Penyerahan yang sejati membuktikan bahwa ilmu spiritual yang mereka miliki bisa membawa mereka masuk ke pada kesadaran sejati, berinteraksi dengan Percikan Cahaya Tuhan di dalam diri manusia yang sering juga dikenal sebagai sang guru sejati. 

Apapun yang kita lakukan, & bagaimanapun kita mencoba untuk mengamankan diri kita sendiri, kita bisa saja selalu merasa tidak aman. inilah saatnya, kita menyerahkan diri kita pada rencana Semesta - Kosmik - rencana sang Maha Sutradara, sehingga bila kepasrahan bisa dilakukan, maka kedamaian mengalir melalui hati kita,seolah ada alunan irama bersiul melalui telinga, sang guru sejati menegaskan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Baca juga artikel terkait : 

Guru Sejati Muncul Bersama Datangnya Kesadaran

Pasrah dan Menyerah adalah cinta. Menyerah adalah penerimaan. Itu adalah tindakan keberanian. Menyerah adalah kepercayaan. Menyerah adalah iman. Keyakinan itu, kita dibimbing. Keyakinan bahwa kita dicintai. Ini adalah iman yang memberi tahu kita bahwa kita tidak sendiri. Menyerah mengembangkan iman. Keyakinan pada Tuhan. Keyakinan akan kehidupan.

Keberadaannya adalah misteri, dan misteri itu memiliki caranya sendiri untuk mengungkapkan dirinya pada kita. Kita hanya bisa mengikuti rencana kosmik, & hanya dengan begitu kita bisa memiliki kedamaian sejati di hati kita.

Kita berada di rahim kehidupan. Kehidupan adalah ibu. Sang ibu selalu menjaga anaknya. Dia memelihara, merawatnya, & ketika waktunya tiba meninggalkannya untuk tumbuh & berkembang dengan sendirinya. Terkadang ibu membiarkan anaknya terjatuh, tapi saat anaknya terluka, dia kembali untuk merawat anaknya.

Kehidupan menunjukkan kepada kita jalannya. Selalu ada tanda yang tersedia untuk menuntun kita lebih jauh untuk masuk di jalan yang membawa kita kepada sang sumber kehidupan, inilah tingkatan spiritual yang di idam-idamkan setiap perindu Tuhan, setiap orang yang rindu kekasih hati yang sejati, setiap orang yang belajar ilmu spiritual yang sejati pasti ingin berinteraksi dengan kesadaran sejati sang guru sejati.

Jika kita terus berjalan, akan selalu ada sesuatu yang membawa kita ke depan. Kita hanya terjebak jika kita merasa terjebak di tengah jalan.

Tidak ada yang tinggal di tempat yang sama selamanya. Semesta tahu bagaimana cara melayani tiap individu yang ada, dengan yang paling personal. 

Ketika kita bersyukur atas keberadaan Cahaya Tuhan Di Dalam Diri Kita ( dikenal juga sebagai Ruh, Guru Sejati, Kesadaran Tuhan, Cahaya Diatas Cahaya, Divine Light, dll ) kita akan melihat lebih banyak & ada lebih banyak alasan untuk tersenyum. Tidak sedikit orang yang lebih bahagia dari yang lain, hanya saja mereka lebih menyukai kesenangan yang sepertinya sederhana dan mendasar daripada yang lain.

Inilah tingkatan spiritual yang sejati, syukur karena adanya, dan interaksi dengan kesadaran sejati sang Guru Sejati. 

Ketika kita memilih untuk bersyukur atas segala sesuatu dalam hidup, kita melihat kemungkinan dalam setiap situasi dan akan ada lebih banyak peluang, yang muncul di jalan hidup kita.

Dalam perjalanan hidup, kita bertemu banyak orang, yang mengubah situasi kesulitan menjadi peluang, dan beberapa bahkan melewatkan kesempatan hidup yang sederhana. Itu tergantung pada persepsi, kita melanjutkan hidup.

Baca juga artikel terkait : 

Kesadaran Tuhan - Perspektif Tuhan

Ketika kita sadar pada saat ini, kita mencari lebih banyak hadiah & berkah dalam hidup. Berkah dalam bentuk apapun yang menghampiri kita. Apapun yang datang kepada kita, kita bersyukur. Kita merasa itu dari Tuhan. Ini membantu kita mengembangkan hubungan dengan Tuhan, hubungan yang interaktif antar kesadaran logika sampai dengan kesadaran sejati. 

Semakin indah hubungan kita dengan Tuhan, maka akan semakin sehat kita sebagai pribadi.

Untuk memiliki iman dan kepercayaan pada Tuhan, seseorang harus belajar tingkatan spiritual yang tepat, tingkatan untuk berserah di jalan yang tidak diketahui. 

Tuhan selalu ada, selalu hadir, dan menunggu kita untuk menemukanNya, bukan hanya mereka yang mencari yang menemukanNya, mereka yang tak mencari dan tak menyadari tetap mendapatkan porsinya sendiri, 

Mereka yang mendapatkan keberuntungan merasakan Pencerahan Jiwa dan Pencerahan Spiritual ( masuknya kesadaran sampai pada kesadaran sejati ) sehingga bisa terhubung dan berinteraksi secara langsung dengan Sang Guru Sejati melalui fasilitas kesadaran, dengan sang guru sejati adalah para pencari yang tak kenal lelah berjalan, dari dulu, sekarang ataupun nanti. 

Mereka ini adalah orang yang bisa jadi beruntung mendapatkan ilmu spiritual yang sejati yang membawa perjalanan bertemu dengan sang guru sejati menjadi perjalanan yang membahagiakan jauh dari kesan yang membuat orang lain takut, inilah sebuah tingkatan spiritual yang hakiki. 

Makna hidup yang sebenarnya hanya terungkap di jalan yang tidak diketahui. Kita dapat memiliki semua petualangan dan kegembiraan di jalur yang tidak diketahui. Kehidupan nyata terungkap di jalan ini.

Tidak masalah, di mana kita berada, atau di bidang mana, kita memilih untuk bekerja, tetapi ini semua tentang jiwa seorang petualang. Orang yang menyukai kegembiraan dan sensasi, bisa membawa kegembiraan, keluar dari jalur mana pun.

Sengsara ada di hati kita, dan bukan di luar. Kita menghidupkan aliran energi murni cahaya Tuhan yang ada di dalam diri kita, tersimpan dalam bagian RUH - Percikan Cahaya Tuhan. Saat kita mencintai, apa yang kita lakukan, kita menghargai setiap momen dalam hidup kita. Ketika kita tahu, bagaimana membawa gairah itu setiap hari dalam hidup kita, & apa yang membantu kita membawa gairah itu, dalam diri kita, maka kita menciptakan kehidupan nyata di dunia luar, untuk dilihat dunia.

Jalan kepasrahan - Jalan Penyerahan adalah sebuah tingkatan spiritual yang tak mudah untuk digapai oleh setiap orang, itu tidak membuat kita untuk lepas dari tanggung jawab hidup. Kita memenuhi semua tanggung jawab kita sendiri, tetapi dengan keadaan berserah, di jalan kehidupan kita sendiri.

Baca juga artikel terkait Kesadaran Sejati : 

Kesadaran Diri dan Intuisi

Saya berlatih dengan konsisten, saya berusaha mengaplikasikan apa yang saya latih pada kehidupan, inikah yang membuat saya dapatkan tingkatan spiritual yang benar? 

Bukan tentu bukan, karena semua yang hadir, semua yang muncul, adalah hadiah langsung dari kehidupan. Hadiah dari sang Guru Sejati

Ketika kita menyerah, kepada diri sejati - kesadaran sejati kita yang lebih tinggi, kita menciptakan ruang baginya untuk mengalir melalui diri kita. Itulah gerak Sang Guru Sejati, 

Saya tidak tahu, bagaimana keadaan yang luar bisa ini selalu hadir dalam diri saya, jadi saya menyerahkan diri saya kepadaNya - Sang Ibu Kehidupan (keberadaan) dan memintanya selalu hadir, sehingga setiap kali membimbing saya di jalan kehidupan.

Ketika kita mempercayai kehidupan, kehidupan selalu menjaga kita, dan kita memiliki pemandu jalan, navigator kehidupan, yang akan memberitahukan kita kemana harus melangkah, apa yang harus dilakukan, dan semua panduan akan menjadi kunci langkah kita ketika sedang mengarungi kehidupan, di masa sekarang ini, besok, lusa dan masa depan.

Kepercayaan akan kehidupan berasal dari hati. Kita harus tahu hati kita sendiri. Bahasa Hati adalah bahasa jiwa. Jiwa adalah bagian dari keberadaan Tuhan ( God Existence ). Saat kita mendengarkan hati, kita mengerti, saat keberadaan Tuhan bisa dirasakan dan diajak berinteraksi - berkomunikasi dengan kita. 

Inilah komunikasi antar kesadaran, antara kesadaran logika - kesadaran sejati ( Kesadaran jiwa  - Kesadaran spiritual ), jika caranya benar, tentunya kesadaran logika bisa lebih mudah ditaklukkan, dan dipasrahkan serta diserahkan sepenuhnya kepada Sang Guru Sejati )

Kita hanya jatuh di lubang, ketika kita keluar dari jeratan kesadaran jiwa Ego. serasa sulit untuk melihat dengan jernih segala sesuatu, biasanya itu terjadi karena kita  terlalu mengkhawatirkan diri sendiri.

Kita hanya melihat di luar, apa yang kita ingin kita lihat, dan jika kita hanya peduli pada diri kita sendiri, mata kita menjadi buta, dan kita hanya mencari hal-hal yang memuaskan keinginan kita.

Untuk memperluas wawasan kita dalam hidup, kita harus belajar untuk melihat melampaui diri kita sendiri. Tindakan kecil untuk orang lain itu penting. Hati kita terasa luar biasa ketika kita berbagi hal-hal kecil dengan orang lain. Ketika kita melakukan sesuatu yang baik, untuk orang lain, hati kita menari dengan gembira. Ini semua bukan kebetulan dalam hidup. Mereka memiliki makna yang dalam dalam hidup.

Ketika Anda sadar, keinginan hati Anda yang sebenarnya, tidak mungkin untuk menjalani kehidupan yang egois di bumi ini.

Maka Anda akan mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan akan orang bijak, yang harus selalu  memberitahu Anda untuk berhati hati serta berbagi dan hidup untuk kegembiraan orang lain - melakukan pelayanan, karena anda sudah mempunyai kesadaran sejati sang guru sejati yang akan memandu anda langsungd ari dalam diri anda sendiri - dari hati nurani Anda, Anda pad aakhirnya akan bisa menikmati dan menjalani hidup, yang akan membawa lebih banyak kegembiraan bagi kehidupan orang lain.


Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar