PERKUMPULAN RAHASIA HITLER



Setelah perang dunia kedua usai, dengan dinyatakan mundurnya Jerman, anggota dari aliansi militer yang disebut Sekutu menemukan banyak bukti tentang adanya secret society yang pernah menjadi sebuah legenda yang sangat ditutupi oleh Hitler dan Nazi, dan komunitas / Perkumpulan Rahasia Hitler  ini yang menjadi penggerak utama kekuatan militer dari Jerman, mereka adalah kalangan paranormal yang tergabung dalam komunitas rahasia Vrill, dan mereka yang menemukan teknologi pesawat tempur Jerman yang berbentuk piring terbang yang mereka peroleh dari komunikasi dengan nenek moyang mereka, bangsa Arya, yang mereka percaya adalah bagian dari bangsa Atlantis pada masa lalu. Cerita tentang Vrill memang telah beredar sejak sebelum perang dunia kedua, tetapi semua orang menganggap itu semua hanya sebagai legenda dari masyarakat Jerman, seperti layaknya semua bangsa memiliki mitologi tua yang tetap mereka pelihara sebagai bagian dari budaya mereka. Tetapi apa yang ditemukan tentara sekutu tentang secret society ini sangat mengejutkan, faktanya Vrill memang adalah sebuah organisasi yang nyata, file – file rahasia tentang mereka ditemukan, berisi metafisik, kode genetik, catatan – catatan ilmiah tentang percobaan kapal selam mereka, yang semuanya menjawab fenomena misterius tentang bagaimana Hitler bisa kabur dari Jerman pada saat perang dunia kedua selesai, tidak ada jejak yang ditemukan tentang Hitler, tetapi ditemukan data sebuah kapal selam yang disebut U Boat telah menghilang, dan hal ini mengherankan semua pihak karena U Boat sama sekali tidak terdeteksi oleh kapal selam lain yang tersebar di lautan dunia.
Dibalik misteri yang terjadi pada Hitler dan Nazi, ada tiga organisasi rahasia ( perkumpulan rahasia Hitler  )yang menjadi pendukung dan penggerak utama mereka, dan merekalah yang diduga sebagai otak dari semua teknologi Jerman, tiga organisasi ini tergabung dalam satu aliansi besar yang disebut Vrill Gesellschaft yang terdiri dari ;
1. The Lord of The Black Stone (Teutonic Order)
2. The Black Knights (Thule Society)
3. The Black Sun (Pasukan Elite yang dikenal dengan nama SS)

Thule yang dipimpin oleh Karl Haushofer awalnya adalah dibentuk dengan nama ‘Bruder Des Lichts’ (Persaudaraan Cahaya), mereka fokus terhadap agenda politik dan kekuatan militer, sedangkan Vrill Society yang dipimpin oleh seorang wanita bernama Maria Orsic, terdiri dari paranormal yang semua membernya adalah wanita, mereka fokus terhadap sisi metafisik dari semua agenda politik yang diagendakan oleh Thule society, keduanya bekerja sama dengan menjalankan sisi berbeda dengan tujuan sama, sedangkan SS adalah pasukan elite yang dipimpin Hitler, dan mereka menggunakan semua agenda yang dirancang dari dua organisasi tersebut sebagai strategi militer. Ketiga organisasi ini adalah penggerak dari semua kebijakan Jerman pada sebelum perang dunia kedua, sampai dengan perang dunia kedua terjadi, dan setelah itu mereka semua menghilang dengan misterius, jenazah Hitler tidak pernah ditemukan, ia menghilang begitu saja, begitu juga Thule dan Vrill. Beberapa spekulasi pernah terjadi di Indonesia akan hal ini, bahwa Hitler dikatakan pernah hidup di Indonesia, tepatnya di Sukabumi, lereng gunung Salak, bersama para bangsawan Nazi, peninggalan ini masih terdapat di wilayah gunung Salak, ada 41 makam Jerman, Pemda Jabar melestarikan ini sebagai ‘German Cemetery’, sebuah situs peninggalan peradaban Jerman yang terjadi sesaat setelah perang dunia kedua, tetapi ini juga tidak membuktikan Hitler berada di Indonesia.


Slaah satu dari perkumpulan rahasia Hitler ini adalah Vrill society, Vrill society  mendapatkan pengetahuan mereka akan teknologi militer adalah dengan cara metafisik, dikatakan mereka memiliki kontak dengan penghuni dari Aldebaran, tepatnya rasi bintang Taurus, ada sebuah planet disana yang dikenal dengan sebutan ‘Bintang Raksaksa Orange’, ini adalah tempat asal dari ras yang membentuk kerajaan Sumeria di Bumi. Merujuk pada buku yang ditulis oleh Peter Moon berjudul ‘The Black Sun’, dikatakan bahwa pada jaman Sumeria menguasai Bumi, ada dua ras dominan di kerajaan mereka, ras pertama adalah Arya, ini adalah ras yang murni berasal dari Aldebaran, mereka mewakili sifat kemurnian dari ras asli mereka yang dikenal dengan nama ‘Ellohim’, sedangkan ras kedua adalah ras yang lebih rendah, yang disebut sebagai bangsa ‘pelayan’, mereka adalah korban – korban perang yang berasal dari bintang – bintang lain dan dijadikan sebagai warga biasa dalam kerajaan Sumeria. Menurut apa yang ditulis oleh Peter Moon, Sumeria sendiri adalah merupakan bangsa Arya, dan mereka menggantikan penguasaan Bumi dari Marduk (Maldek), yang sebelumnya menguasai planet Bumi, dalam sejarah, Marduk adalah penguasa utama dari planet Maldek, berada diantara Mars dan Jupiter, yang saat ini tinggal tersisa pecahannya dalam bentuk asteroid belts, kita kenal ini saat ini dengan nama ‘Ceres’.
Pesan – pesan berupa telepati yang diterima oleh Vrill society pernah dibukukan oleh seorang penulis bernama Jan Van Helsing, ia mencatat lengkap salinan dari interpretasi pesan dari Aldebaran kepada Vrill society. Van Helsing menceritakan bahwa isi pesan ini intinya adalah memberikan sebuah panduan tentang sejarah manusia Bumi, yang terdiri dari genetik berbagai ras berbeda, karena pada masa yang sangat jauh dalam sejarah pernah terjadi peperangan besar antar ras yang memperebutkan beberapa planet termasuk Bumi, kehancuran Maldek (di Russia dikenal sebagai Phaeton), adalah akibat dari salah satu perang yang pernah terjadi dan menghancurkan sebagian dari alam semesta itu sendiri. Dari kesemua ras yang pernah menghuni Bumi dan tersisa di Bumi, mereka semua telah berasimilasi, dan manusia adalah bagian dari asimilasi itu, sedangkan satu – satunya ras yang tidak pernah berasimilasi adalah hanya bangsa Arya, mereka tetap menjaga diri mereka sebagai Ellohim yang berada di Bumi. ( Sejarah bangsa Arya )
Para penghuni Aldebaran ini tiba di Bumi pada masa lalu bersamaan dengan terjadinya bencana banjir besar, dan kemudian mereka menghuni wilayah yang disebut sebagai Mesopotamia, disanalah mereka membangun peradaban mereka di Bumi, bersama ras – ras lain yang tersisa dari bencana banjir besar tersebut. Bagi bangsa Arya, asimilasi adalah hal yang sangat tabu, mereka hanya boleh berketurunan dari bangsa Arya sendiri, sedangkan yang terjadi pada ras – ras lain adalah mereka berasimilasi dengan siapapun yang tersisa di Bumi, maka terjadilah ras manusia Bumi, yang sudah kehilangan genetika utama mereka sebagai ras makhluk – makhluk cahaya sejati. Para anggota dari Vrill society ( perkumpulan rahasia hitler  )ni percaya bahwa nenek moyang mereka, Arya telah menjanjikan bahwa pada suatu saat setelah mereka berhasil memecahkan semua pengetahuan yang diberikan melalui telepat dari Arya, mereka akan difasilitasi untuk kembali bersatu kembali bersama nenek moyang mereka di Pleiades. Oleh karena itu bangsa Arya memberikan mereka spesifikasi tentang cara pembuatan pesawat antariksa sebagai kendaraan yang mereka dapat gunakan untuk menuju ke Pleiades, data – data ini yang diimplementasikan oleh Nazi menjadi pesawat tempur mereka. Vrill society tidak memiliki dana untuk mengimplementasikan teknologi yang mereka miliki, sehingga mereka akhirnya mau bekerja sama dengan Nazi untuk pembuatan pesawat sesuai dengan spesifikasi teknis yang mereka peroleh dari hasil telepati dengan nenek moyang mereka, Arya.
Data – data tentang perkumpulan rahasia Hitler ini ditemukan pada ruang – ruang bekas tempat Hitler dan Nazi berkantor pada masa aktif mereka, dan penemuan ini menjadi sebuah fenomena yang mencengangkan bagi dunia militer, mereka semua menyaksikan pesawat – pesawat perang yang digunakan pasukan khusus Jerman pada saat perang dunia kedua, yang sebagiannya berbentuk piring terbang yang dilengkapi dengan meriam otomatis, dan tidak ada satupun kalangan militer dunia yang pernah mengerti teknologi itu. Maka penemuan data – data rahasia ini oleh militer yang tergabung dalam aliansi sekutu menjawab pertanyaan mereka terhadap teknologi perang yang digunakan Jerman pada saat perang dunia kedua yang mengejutkan mereka.

Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar