Bagaimana cara mengenali ego?

Bagaimana cara mengenali ego dan juga mengendalikannya dengan baik? Ego merupakan salah satu bagian dari jiwa kita, sering juga disebut sebagai nafsu. Banyak orang yang menyangka bahwa nafsu nafsu ini bisa dibuang dari diri kita, tetapi sebanrnya tidak, nafsu tak dapat dibuang, jiwa tak dapat dihilangkan. Yang paling mungkin untuk kita lakukan adalah menyadari dan mengenalinya, dan kemudian dikendalikan. Sehingga pada akhirnya, kitalah yang akan mengendalikannya, bukan jiwa ego yang mengendalikan diri kita.

Ilmu spiritual atau ilmu kebatinan yang tepat akan membuat kesadaran kita meningkat. Jika kesadaran kita di level yang tepat maka kita akan mendapatkan ilmu hikmah. Hikmah dari setiap kejadian. Ilmu2 tersebut juga membuat kita mulai mampu untuk menyadari bagian dari diri kita sendiri. Salah satunya adalah menyadari Diri Palsu. Bagian dari diri palsu yaitu : jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan.

Ilmu spiritual yang saya maksud adalah ilmu ketuhanan yang membuat kita terhubung dengan percikan cahaya Tuhan di dalam diri, Bukan ilmu spiritual yang sering dipertontonkan di media. ( ilmu spiritual yang dipopulerkan di media sebenarnya adalah ilmu supranatural, ilmu yang berhubungan denganmahluk mahluk gaib dimensi yang dekat dengandimensi tempat manusia tinggal ). Jangan salah kaprah ya, karena nanti yang dipelajari juga berbeda.

Supaya lebih memahami mengenai jiwa ego ini, saya sarankan anda membaca artikel saya yang sebelumnya, yang membahas mengenai perjalanan spiritual masuk ke dalam diri sendiri. berikut ini adlaah link ke artikel tersbeut, silahkan klik judul artikel ini :  Pencerahan spiritual – sebuah Perjalan spiritual ke dalam diri manusia.

Jika suatu saat kita  pernah mendapati diri kita sendiri berperilaku sedemikian rupa sehingga membuat kita sendiri merasa ngeri, maka kemungkinan besar ego kitalah yang mengendalikan kesadaran kita.

Ego bisa menjadi rumit untuk dikelola - jika kita tidak hati-hati ia akan menyelinap di belakang kita ketika kita tidak mengharapkannya, dan sebelum kita mengetahuinya kita bertindak dengan cara yang kita tahu jauh di lubuk hati bukan untuk keuntungan terbaik kita.


Apa itu ego?


Ada banyak definisi ego yang berbeda, yang semuanya bisa menjadi sangat kompleks. Pandangan pribadi saya tentang ego adalah bahwa bagian kitalah yang merasa perlu menjadi istimewa. Itu adalah bagian dari kita yang mencari persetujuan - dan menurut definisi itu adalah bagian dari kita yang merasa kurang dalam beberapa hal. Inilah sebabnya saya tahu bahwa ego harus ditaklukkan.


Cara termudah untuk menentukan apakah ego Anda berperan adalah dengan mengajukan salah satu dari dua pertanyaan ini:

* Apakah saya merasa lebih baik daripada orang lain?

* Apakah saya merasa rendah diri terhadap orang lain?

Jika Anda menjawab ya untuk salah satu dari pertanyaan di atas maka kemungkinan ego Anda ada di kursi pengemudi. Dan sedang mengendalikan diri anda.

Ego bukan hanya tentang kesombongan


Banyak orang memegang kepercayaan bahwa jika Anda memiliki ego yang besar maka ini berarti Anda sombong dan terlalu percaya diri. Ada gagasan bahwa tingkat ego Anda relatif terhadap seberapa besar Anda mencintai diri sendiri. Meskipun hal ini sering terjadi - seperti yang saya sebutkan sebelumnya jika Anda merasa lebih unggul dari orang lain, ini jelas ego Anda yang berperan, tetapi ego juga membuat kita merasa rendah diri.

Ego dan inferioritas


Pernahkah Anda merasa seperti Anda tidak cukup baik? Pernahkah Anda melihat orang lain dan berpikir - Saya berharap saya sebaik mereka? Jika Anda telah (dan hadapi saja kebanyakan orang telah melakukan ini) maka ini juga merupakan contoh terperangkap dalam genggaman ego Anda.

Menjadi benar dan ego

Bagaimana cara mengenali ego dan mengendalikannya dengan  tepat?

Cara lain yang pasti untuk mengetahui apakah Anda dipimpin oleh ego Anda adalah dengan mengetahui apakah Anda putus asa untuk menjadi benar. Ketika Anda terjebak dalam argumen, apa yang Anda perjuangkan? Apakah Anda benar-benar membuat suatu poin atau Anda berdebat untuk membuktikan bahwa Anda benar? Seseorang yang sangat bijak pernah berkata kepada saya:


"Kamu bisa bahagia ... atau kamu bisa benar."


Ini adalah pertanyaan yang bagus untuk ditanyakan pada diri sendiri lain kali jika Anda terjebak dalam perdebatan. Atau apakah Anda bersedia mengorbankan kebahagiaan pribadi Anda hanya supaya Anda bisa membuat ego Anda bahagia dengan menjadi orang yang benar?



Jika tanda tanda berikut ini anda temukan dalam diri, maka bisa jadi anda sedang dikendalikan oleh jiwa ego anda sendiri.

Jadi apa yang dapat kita lakukan untuk memerangi jiwa ego? Sehingga nantinya bisa ditaklukkan dan digunakan? Langkah pertama adalah kesadaran - kita harus mulai menyadari kapan jiwa ego kita aktif dan meningkat sehingga kita dapat menghentikan dan mengendalikannya sebelum terlambat!


Jika saya pribadi, maka saya akan menggunakan sebuah tehnik yang ada dalam ilmu energi spiritual nusantara, ini adalah ilmu spiritual berbasis energi yang saya latih sejak tahun 2010. Dengan menggunakan energi dari Cahaya Tuhan, maka lapisan lapisan jiwa haruslah dibersihkan, jika lapisan atau bagian dari jiwa tersebut bisa dibersihkan, maka akan lebih mudah untuk disadari dan dikendalikan.

Kita juga bisa mulai memperhatikan tanda tanda berikut ini

Berikut adalah beberapa tanda yang pasti bahwa jiwa ego sedang berusaha memegang kendali atau kesadaran kita:

1. Hati kita merasa terangkat dan ditinggikan dari bergosip tentang kelemahan orang lain, bisa saja kita tiba2 merasa diri kita tinggi karena sedang bergosip mengenai orang lain, bergosip – biasanya adalah suatu kegiatan yang memperbincangkan kelemahan atau kekurangan seseorang.  Ayo segera atur kembali kesadaran. Manajemen kesadaran yang dilakukan dengan bantuan energi cahaya Tuhan akan sangat membantu.

2. Anda menemukan diri Anda dalam diskusi penuh semangat dan Anda tidak bisa mundur sampai Anda telah 'memenangkan' argumen. Bisa jadi kemenangan tersebut ditunggangi ego yang merasa ingin selalu menang, bisa jadi ini adalah sebuah kemenangan yang sia sia. Cepatlah mengatur nafas dan hubungkan diri kepada Cahaya, akses energi cahaya dan bersihkan lapisan lapisan jiwa anda, biasanya ini membuat kita bisa masuk ke dalam jiwa tenang. Dalam jiwa tenang, kita akan bisa melihat lebih jelas, dan kemudian mengendalikan jiwa ego yangs edang merajalela.
Bagaimana cara mengenali ego dan mengendalikannya? Triknya ada di kesadaran dan olah nafas yang tepat.

3. Kita terus-menerus membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain, orang yang kita jadikan perbandingan pastinya akan menjadi lebih buruk atau bisa saja dipastikan, dari sisi kita, ornag tersebut tak lebih baik baik dari kita. (lebih tampan, lebih cerdas, lebih bahagia, lebih kaya). Beginilah ego, beginilah cara dia bekerja, dia membuat seolah olah kita menjadi paling superior, paling segalanya. Segera atur nafas dan masuklah ke dalam kesadaran jiwa tenang untuk mengatasinya.

Apakah Anda ingin benar atau ingin damai? Terkadang tidak apa-apa untuk mundur untuk menjaga perdamaian. Itu tidak berarti Anda telah mengubah pendirian atau pendapat Anda, tetapi Anda sudah menyerah untuk mencoba memasukkannya ke dalam otak orang lain. Inilah kebenarannya: Anda tidak bisa mengendalikan apa yang dipikirkan orang lain. Periode. Mereka akan memikirkan apa yang ingin mereka pikirkan - dan seringkali, mereka salah. Anda tidak bisa membiarkannya menghampiri Anda. Tentu saja, tidak ada yang merasa senang menjadi keset, tapi bukan itu masalahnya. Jika Anda merasa batasan atau prinsip Anda dilanggar, bicaralah. Tetapi jika itu pemicu emosional yang membuat Anda merasa ditarik, pertimbangkan untuk mundur. Anda akan menjadi orang yang lebih besar untuk itu. 
     
4. Anda merasa iri ketika orang lain bisa melakukan sebuah hal dengan baik, bahkan jauh lebih baik daripada diri kita sendiri. Jika kita bisa masuk ke dalam kondisi kesadaran yang tepat, maka kita bisa mulai menyadari dan mengendalikan jiwa ego, sehingga kita bisa menggunakan sudut pandang yang tepat. Yang terjadi adlaah semangat positif untuk melakukan introspeksi diri dan berusaha untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Benar itu adalah ilusi bahwa Anda melakukannya sendiri. Ketika Anda mencapai sesuatu, ingatlah bahwa Anda tidak sampai di sana sendirian. Ego Anda akan membuat Anda berpikir bahwa Anda adalah anjing yang hebat, layak menerima semua pujian dan pujian, tetapi kenyataannya, semua orang dalam hidup Anda, tim pendukung Anda, membutuhkan Anda di tempat saat ini. Akui mereka; rendah hati dalam kesombongan Anda. Inilah perbedaan antara bersikap tegas dan mengatur diri sendiri.

5. Anda berbicara tentang diri Anda selama 10 menit sebelum bertanya kepada orang lain bagaimana mereka. Bagaimana cara mengenali ego? Salah satu cara yang paling tepat adalah dengan mulai mencoba mengerem kebiasaan berbicara mengenai diri sendiri. Hdirkan sekitar anda, hadirkan mereka yanga da di sekitar kita, dan berbicaralah denganmereka dengan topik yang membuat mereka nyaman.

Waspadai mode monolog. Suara Anda semakin keras, Anda mulai melihat ke luar angkasa dan bukan pada pasangan atau orang lain yanga da di sekitar  Anda, dan Anda tidak memperhatikan isyarat percakapan mereka. Apakah Anda benar-benar memiliki percakapan atau apakah Anda hanya menyukai suara Anda sendiri? Percakapan sejati bukan tentang berbicara - ini tentang mendengarkan, belajar, dan mengamati. Coba trik ini: dalam obrolan Anda berikutnya, sadarilah apakah Anda benar-benar memfokuskan energi Anda pada kata-kata orang itu, atau jika Anda menggunakan waktu bicara mereka untuk merencanakan apa yang akan Anda katakan selanjutnya.

Apakah Anda benar-benar perlu berbicara tentang waktu Anda disengat kalajengking untuk kesepuluh kalinya? Hanya karena satu orang di ruangan ini belum mendengar ceritanya, bukan berarti sangat penting untuk berbagi. Sebelum Anda membuka mulut untuk pengulangan tanpa berpikir, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah perlu saya berbagi ini? Apa yang saya dapatkan dari ini? Mengapa saya begitu ngotot? ”Cukup berhenti untuk memeriksa motif Anda dapat mengubah cara Anda berkomunikasi dan berhubungan dengan yang lebih baik. Anda akan merasa lebih tenang, saya janji.

6. Anda lebih suka menang daripada melakukan yang terbaik. Menang dengan menghalalkan segala cara ( baik yang dibenarkan atau tidak ) adalah sebuah cara yang menunujukkan superiornya jiwa ego kita, inilah yang terjadi bila jiwa ego aktif dan mengendalikan kesadaran kita. Segera bersihkan jiwa ego dari energi negatif dengan energi Cahaya Tuhan agar bisa mulai ditaklukkan dan dikendalikan.

Baca artikel berikut ini, agar anda bisa mendapatkan perspektif mengenai cahaya Tuhan di dalam diri : Cahaya diatas Cahaya

Menjadi defensif. Apa yang kamu pertahankan? Ego Anda yang ketakutan dan rapuh. Apa yang akan terjadi jika Anda menjelajahi pandangan yang berlawanan? Maksudku, sungguh, itu tidak akan membunuhmu dan itu hanya akan membuatmu lebih pintar. Saya suka berasumsi bahwa orang lain menghormati dan mencintai saya sampai terbukti sebaliknya. Saat Anda berinteraksi dengan orang lain dari asumsi ini, Anda akan terkejut betapa seringnya hal-hal yang dulu membuat Anda gusar tampak menarik atau membantu. Menahan reaksi tidak berarti Anda setuju - itu hanya berarti Anda merasa aman dalam diri Anda.

7. Anda sering merajuk ketika Anda tidak memenangkan pertandingan olahraga atau tantangan pekerjaan itu (alih-alih bangga dengan upaya Anda untuk melakukan yang terbaik). Gagal boleh, tapi galau jangan. Sedih karena ego tak bisa menang? Jangan biarkan ego mendapatkan umpan yang akan membuatnya lebih aktif lagi. Segera taklukkan.

Karena kita  adalah manusia, maka kita memiliki ego. Ego kita ini adalah alat, seperti perangkat lunak, memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan dunia. Begitulah cara kita mengambil keputusan, menetapkan batasan pribadi, dan mempertahankan harga diri. Anda menjaga diri sendiri, merasa nyaman tentang siapa diri Anda, dan Anda mendukung nilai-nilai Anda. Ini adalah tanda-tanda ego yang sehat, yang rajin di manage sehingga bisa digunakan semestinya. 


Jiwa ego ini aktif didukung oleh 2 bagian jiwa lain yang masuk ke dalam Diri Palsu, bagian yang lain tersbeut adalah jiwa amarah dan jiwa keinginan. 3 bagian inilah yang disebut sebagai Diri Palsu, tidka dapat dihilangkan, tapi bisa ditaklukkan dan dikendalikan serta digunakan untuk berbagai hal yang tepat.


Ego yang bisa dikendalikan saya istilahkan sebagai ego yang sehat.

mayoritas masyarakat memahami dan atau menghubungkan istilah EGO dengan negativitas. Jika memiliki citra diri yang tinggi berarti seseorang memiliki ego, itu tidak selalu merupakan hal yang buruk. Dibutuhkan sejumlah ego untuk melakukan banyak hal yang dituntut agar kita berhasil di dunia kerja ataupun usaha.  Ingat !! jangan sampai dikendalikan, kitalah yang harus mengendalikan. 


Jika kita benar-benar memeriksa makna ego kita akan menyadari bahwa memiliki citra diri dan harga diri yang baik membantu kita melakukan hal-hal yang bermakna dalam hidup. Dengan mengatakan ini, orang perlu berhenti melemparkan kata ego secara negatif. Mengembangkan ego membutuhkan banyak pekerjaan. Itu tidak terjadi dalam semalam, dan butuh bertahun-tahun untuk menumbuhkan sifat ego.


Bagaimana cara mengenali ego dan mengendalikannya? Ada banyak tehnik, tapi bagi saya yang termudah adalah denganmenggunakan energi dari cahaya Tuhan, karena dengan energi ini, saya akan menjadi lebih mudah untuk bisa masuk ke dalam kondisi kesdaran yang tepat. Dalam kondisi kesadaran yang tepat, maka jiwa ego bisa ditaklukkan dan dikendalikan. Banyak juga yang mengistilahkan denganbersahabat denganjiwa ego, agar jiwa ego relatif mudah dipahami dan dikendalikan.

Coba baca artikel saya yang berikut ini : Cara memanfaatkan cahaya Tuhan di dalam diri


Ketika Anda sedang bepergian menggunakan pesawat terbang, cuaca cerah  - langit yang bersahabat, pramugari memerintahkan semua orang, bahwa dalam keadaan darurat untuk mengenakan masker oksigen sebelum mereka membantu orang lain. Itu tidak berarti setiap orang untuk dirinya sendiri. Itu berarti menghisap udara sehingga Anda dapat membantu orang lain secara efektif. Itu juga berlaku untuk ego; Anda harus menyedot ego. Jadi ketika Anda melihatnya dari sudut pandang itu, menempatkan ego Anda tidak berbeda dengan mengenakan masker oksigen.



Ya, ada beberapa yang menyalah gunakan ego mereka, tetapi kita tidak harus menjadi salah satu dari mereka. Jika kita menginginkan ego kita sendiri, pelajari cara menggunakannya untuk mengangkat diri sendiri, dan melontarkan diri kita ke dalam kehidupan sukses yang pantas dan kita idam-idamkan.



Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment