7 Lapis Kesadaran Jiwa Manusia

Kesadaran jiwa: di mana semuanya dimulai

Apa pun jalan yang Anda pilih untuk meningkatkan kesadaran, bagian terpentingnya adalah Anda belajar mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang terjadi di bawah permukaan tanpa membiarkan pikiran Anda menekan atau mengubah apa yang muncul. Anda perlu mendengarkan seperti halnya teman Anda, tanpa menghakimi, sehingga Anda dapat belajar dari emosi Anda.

Emosi ( Emotion ) , adalah perasaan yang merupakan senjata kita meraih ketennagan dan kedamaian serta kebahagiaan dalam hidup, inilah sebuah magnet keberlimpahan. Perasaan ini muncul dari jiwa, jika kita dapat menguasai dan memanfaatkan bagian bagian dari diri kita, terutama perasaan, maka apa yang kita rencanakan dalam hidup akan lebih mudah diraih..
We are just one thing.
We are divine beings.
A very strong Co-Creator.
We are a manifestation of Divine Love in jeans and T-shirts,
and in ourselves,
there is  ability to pick up good fortune
in a amazing  future
as destined by God.

Satu point utama dari diri kita sebagai manusia. Adalah,..

Kita sebagai manusia menyimpan bagian dari keilahian. Ada Percikan Cahaya yang berasal langsung dari Tuhan itu sendiri. Percikan Cahaya Tuhan yang mau tak mau, sadar ataupun tak sadar, membuat diri kita menjadi Co-Creator ( Asisten Pencipta ) yang sangat kuat.

Kita adalah manifestasi dari Cinta Ilahi dalam wujud yang memakai celana jeans dan kaus , dan di dalam diri kita tinggal Kemampuan untuk menjemput nasib baik di masa depan yang lebih baik seperti sudah ditakdirkan oleh Tuhan.

Tuhan sendiri telah memberikan sebagian dari dirinya di dalam diri kita, itulah kekuatan energi cahaya yang tak akan pernah habis sampai kapanpun, itulah kunci pembuka takdir, itulah energi yang tak terbatas untuk menulis takdir hidup kita sendiri.

Kesadaran adalah sebuah sistem dalam diri kita, sistem ini terdiri dari input informasi ( bisa berasal dari : panca indera – data yang tersimpan pada jiwa – data yang diberikan oleh ruhani  ) , prosesor – pemrosesan data – otak manusia  dan energi sebagai penggerak utama.

Mengenal diri sendiri adalah proses yang sangat bermanfaat dan menantang. Dibutuhkan kerja dan keberanian seumur hidup yang menyenangkan. Keinginan Anda untuk mengetahui siapa diri Anda dan apa yang Anda inginkan adalah kesuksesan nyata dalam hidup. Ini memberi Anda tujuan, arah dan rasa sejahtera yang sejati.

Know your true self gives you purpose, direction and a true sense of well-being.

Tubuh adalah sisi fisik seseorang. Ia menyentuh dunia material melalui panca indera penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa, sentuhan.

Ruh adalah sisi spiritual manusia. Ruh adalah bagian langsung dari Tuhan yang diletakkan di dalam diri manusia, Percikan Cahaya Tuhan, Ia berinteraksi langsung dengan Tuhan dan dunia spiritual melalui serangkaian “indera” sendiri, hal-hal seperti iman, harapan, dan doa.
Jiwa adalah kehidupan seseorang. Ini adalah prinsip menjiwai seseorang, dan bertanggung jawab untuk imajinasi, ingatan, alasan, dan emosi. Dengan demikian, jiwa berfungsi sebagai pusat komando bagi orang tersebut. Baik tubuh maupun Ruh tidak dapat berfungsi dengan sendirinya; keduanya mencari jiwa untuk arahan dan tindakan.


Karena Jiwa adalah energi, maka ia akan menjadi daya dorong bagi munculnya “fungsi” sebagai karakter utama jiwa. Energi listrik yang menjadi media bagi munculnya fungsi atau sifat sifat adalah gambaran tentang mekanisme kejiwaan itu. Atau disebut juga sebagai kesadaran jiwa.

Hal itu terjadi berdasarkan instuisi (pengetahuan) yang terdapat di dalam dasar jiwanya. Dengan adanya pengetahuan(informasi) ini, jiwa mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan terhadap segala hal yang terjadi dengan dirinya.

Namun kemampuan untuk mengambil keputusan ini, antara satu individu dengan individu yang lainnya berbeda, tergantung kepada pengetahuan yang terdapat di dasar jiwa masing-masing dan kecepatan dirinya dalam mensintesiskan pengetahuan itu dengan pengaruh yang datang kepadanya. Termasuk juga kekuatan sistem syaraf yang dimilikinya.

Berdasarkan hal di atas, kita dapat memahami hubungan antara jiwa dan sistem syaraf serta fungsi dari berbagai indera yang dimiliki manusia, sebagai hubungan perpaduan yang menakjubkan. Di mana sel-sel syaraf berfungsi untuk mengantarkan pengaruh yang datang dari luar, untuk dikelola dan dipahami oleh otak dengan bantuan pengetahuan yang dimiliki jiwa, sehingga respon yang muncul dalam menyikapi pengaruh yang datang dari luar tersebut sesuai dengan yang diharapkan dan dapat dilaksanakan oleh alat inderanya.

"Dan jiwa serta penyempurnaannya (penciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya."
Al-Quran:Asy-Syams:7-8

Ayat di atas memberikan isyarat, bahwa jiwa manusia memiliki kemampuan untuk menyeleksi berbagai kemungkinan dari keputusan yang akan diambilnya, baik itu bersifat baik atau jahat. Hal itu didasarkan atas ilham yang diberikan Allah kepadanya dalam bentuk pengetahuan (intuisi) yang memungkinkan dirinya menghadapi berbagai masalah yang dihadapinya.

Dalam ayat di atas juga, Allah SWT menjelaskan bahwa jiwa manusia telah disempurnakan-Nya. Dan kesempurnaan yang dimaksud dalam ayat ini, adalah kebebasan mutlak yang dimiliki jiwa untuk memilih apa yang dikehendakinya, di mana ia tidak dapat dipaksa untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya.


"Karena sesungguhnya jiwa itu selalu menyuruh kepada kejahatan."
Al-Quran:Yusuf:53

Ayat di atas secara gamblang menyebutkan bahwa jiwa mempunyai kebebasan untuk memilih, yaitu terbukti dengan seruannya untuk melakukan kejahatan. Dan ini adalah sebagian dari sifat-sifat dasar yang dimiliki oleh jiwa.

Jika kita paham mengenai bagian bagian dari jiwa, maka kita juga bisa paham kenapa manusia disebut mahluk yang sempurna, ya karena lngkapnya fungsi jiwa ini.

Jiwa yang dalam terminologi bahasa arab disebut sebagai nafs, atau ROH memiliki bagian bagian yang membuat fungsi mental manusia menjadi komplit, berbeda dengan mahluk lain yang ada di alam semesta. Jiwa adalah kata benda, sedangkan kata sifatnya adalah kesadaran jiwa



Karena lengkapnya bagian jiwa tersebut, jika kesadaran kita tidak tepat, maka bagian bagian dari jiwa tersebut akan susah untuk dikenali dan dimanfaatkan sesuai fungsinya.
Pengaruh dari gravitasi bumi tempat kita hidup ini menyebabkan beberapa fungsi ( Diri Palsu : beberapa bagian jiwa ; Jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan) menjadi lebih mudah aktif dibandingkan beberapa jiwa yang lain.

"Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)."
Al-Quran:Al-Qiyamah:2

Kenapa jiwa bisa menyesali dirinya sendiri?

Karena itu dalam Al Quran disebutkan bahwa JIWA lebih sering  mengarah kepada kejahatan. Inilah salah satu keniscayaan dari kesempurnaan jiwa. Selain sempurnanya fungsi jiwa untuk memilih ( FREE WILL ) maka JIWA juga bisa memilih jalan KEJAHATAN untuk demi tercapainya tujuan.

Bagian dari jiwa.

dimulai dari bagian yang paling dekat dari Cahaya Tuhan ( point 1 ) sampai bagian yang paling dekat dengan LOGIKA PIKIRAN ( point 7 )
  1. Jiwa Suci
  2. Jiwa Murni
  3. Jiwa Bijak
  4. Jiwa Tenang
  5. Jiwa Ego
  6. Jiwa Amarah
  7. Jiwa Keinginan




Bagian jiwa dari point 1 sampai 3 disebut sebagai DIRI SEJATI

Jika bisa terhubung dengan diri sejati, maka akan mudah bagi kita untuk bisa hidup tenang dan damai serta bahagia, mampu mengatasi bagian dari diri kta sendiri ( lapisan lapisan jiwa ) yang juga sering disebut sebagai nafsu nafsu.

Bagian jiwa dari point 5 sampai 7 disebut sebagai DIRI PALSU

Kesadaran Jiwa (Diri) Palsu merasa benar di wilayahnya,logika-pikiran sebagai alat pembenaran,yang kalau kita evaluasi dengan tolok ukur kebenaran,ternyata hasil akhir perbuatannya diselimuti pamrih dan kepalsuan.


1.   Jiwa Suci

Jiwa suci adalah sebuah tempat pertemuan antar unsur manusiawi dan ilahiah, di dalam lapisan jiwa suci terkandung titik di mana Langit dan Bumi bertemu, di mana kehidupan manusia memenuhi kehidupan transenden. Fungsi pusat sakral ini adalah untuk menyediakan sarana kontak dengan yang sakral sehingga kehidupan manusia tidak didominasi oleh tuntutan dan keinginan pikiran Duniawi.

Jiwa suci adalah realitas hidup yang sebenarnya. Realitas Ilahiah yang berisi kehendak Tuhan, Seiring kita menyadari bahwa Kita Semua mahluk ciptaan, kesadaran ini (yang disebut oleh orang-orang Yunani gnosis) diperdalam. Kesadaran menjadi tahu. Kami tidak percaya, kami tahu, dan iman muncul sebagai saudara untuk kebijaksanaan baru ini.

Iman kita didasarkan pada pengalaman kita untuk mengetahui, bukan pada sistem kepercayaan. Menjadi berpusat pada jiwa suci mengarah pada pemahaman dan pengalaman dari misteri kehidupan.

Jiwa yang suci adalah '' Diri Sejati kita '', wujudnya persis seperti kita,namun berupa cahaya putih terang benderang cemerlang,jiwa suci inilah yang berinteraksi dengan RUH yang menyebabkan manusia bisa hidup. Subyek Ruh terluar interaksi dengan jiwa suci atau Ani menjadi : RuhAni,kesadaran jiwa suci masuk dalam wujud Ruh berupa Nurani inilah '' Jati Diri Kita ''.



2. Jiwa Murni

Nafs al-Safiyah adalah jiwa yang tulus murni. Pada tingkat kesadaran jiwa murni ini seseorang dapat disifati sebagai Insan Kamil atau manusia sempurna. Jiwanya pasrah pada Allah dan mendapat petunjukNya. Jiwanya sejalan dengan kehendakNya. Perilakunya keluar dari nuraninya yang paling dalam dan tenang.

Kita mengenali unsur yang ke dua, yaitu, rohani (jiwa),  substansi dari jiwa adalah absolut memiliki keabadian mutlak, dalam realitas,  hakikat jiwa berada di dalam dimensi lain karena keberadaanya tak dapat di lihat dengan indra mata.

Namun kita bisa sangat merasakan keberadaanya, pengenalan akan jiwa (rohani) adalah pengenalan hal yang transenden (Tuhan), jiwa adalah pengerak di mana manusia dapat menemukan kesadaran akan apa yang tidak dapat terlihat dan terlampaui oleh fikiran manusia, dengan ini jiwa dapat menemukan hakikat Tuhan serta Ketuhanan di dalam kehidupan manusia.

Sebelum materi tubuh menampakan diri di dalam realitas  jiwa terlebih dahulu di ciptakan,  hal ini membuat status jiwa di balut dengan kesucian dan kemurnian, 
karena jiwa tak tersentuh oleh segala konsep, bahasa, maupun ideologi apapun, hal ini menandakan bahwa jiwa digerakkan  hati nurani, dengan hati nurani manusia memliki kesadaran, keterarahan terhadap hal-hal baik, dan bermakna.


3. Jiwa Bijak

Kebijaksanaan adalah pemahaman yang mendalam mengenai orang, benda, peristiwa atau situasi, memberdayakan kemampuan untuk memilih atau bertindak untuk secara konsisten menghasilkan hasil optimal dengan minimal waktu dan energi. 


Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk secara optimal (efektif dan efisien) menerapkan persepsi dan pengetahuan sehingga menghasilkan hasil yang diinginkan. 

Kebijaksanaan adalah pemahaman tentang apa yang benar dibarengi dengan penilaian yang optimal untuk bertindak. meliputi: kecerdasan, kearifan, atau wawasan. 



Kebijaksanaan sering di ibaratkan kontrol satu reaksi emosional (the "nafs") sehingga seseorang yang punya prinsip, nalar dan pengetahuan berlaku untuk satu tindakan.
Kebijaksanaan adalah puncak dan sumber segala ilmu. 

Kesadaran jiwa bijak tidak terikat atau terbatas pada apapun di dunia ini. Kebijaksaan yang sejati berasal dari Pribadi yang lebih tinggi dari akal dan segala pengertian manusia. 




Bagaimana cara mendapatkannya? Tentu saja meminta ke 'Sang Pemilik Ilmu dan Pengertian'.


Jika kita bisa menerima bahwa kita adalah makhluk spiritual yang hidup dalam tubuh fisik, maka ;spiritualitas adalah tentang persatuan, kebenaran, tanggung jawab pribadi, pengampunan, kehendak bebas, cinta dan kedamaian. Yang paling penting, spiritualitas adalah tentang menciptakan realitas kita sendiri, mengalami realitas-realitas menjadi kebijaksanaan yang hidup dalam hukum alam semesta sehingga kita dapat berkembang secara rohani dan kembali ke Penciptaan Allah SWT.

Diri Bijak adalah posisi tengah ,
tahu kebenaran dari Diri Sejati dan juga tahu kepalsuan dari Diri Palsu. Mengambil sikap untuk membuat keputusan agar Bermakna,inilah tugas utama Diri Bijak. Diri Bijak masih rawan atas pengaruh tertarik medan energi magnitik yang sangat kuat dari Diri Palsu,jadi lebih aman kalau anda berada pada posisi Diri Sejati.


4. Jiwa Tenang

Nafs al-mutma’innah atau jiwa yang tenang. Jiwa ini telah mantap imannya dan tidak mendorong perilaku buruk. Jiwa yang tenang yang telah menomor duakan nikmat materi.
Bila suatu saat dalam kehidupan anda mengalami problema atau kegalauan atau situasi yang tidak menentu dalam kondisi kritis menurut persepsi relatif anda, maka langkah penyelamatan awal - segera lakukan tawakal kepada Tuhan ( untuk menghindari pengaruh setan ), dan diam sejenak untuk tentramkan bathin, kemudian rasakan energi dari Tuhan mengalir ke dalam diri - sering kali informasi berupa instink atau ide solusi muncul, maka segera tangkap untuk selanjutnya gunakan pikiran  cerdas anda untuk melangkah - berbuat mengatasinya.

Bagaimana mau memulai tawakal bila kesadaran jiwa tenang tak bisa didapat? Bagaimana mau merasakan kesadaran tenang bila belum masuk ke posisi jiwa tenang? Taukah anda dimana jiwa tenang berada?

Nafs (jiwa) dalam jasad itu bagaikan burung yang terkurung dalam sangkar, merindukan kebebasannya di alam lepas, menyatu kembali dengan alam rohani, yaitu alam asalnya. Setiap kali ia mengingat alam asalnya, ia pun menangis karena rindu ingin kembali.”–Ibn Sina
Kesadaran jiwa tenang, adalah awal mula kita memasuki zona kehadiran Tuhan yang disadari dengan benar. Menjadi tenang artinya tetap diam, baik secara fisik maupun mental. Dalam keheningan fisik dan mental, dikatakan bahwa energi tubuh dan pikiran mengendap, sama seperti kotoran mengendap di dalam air, dengan turun ke dasar, dan yang Anda miliki hanyalah air dengan kotoran di bagian paling bawah. Jadi, airnya jernih, dan juga ada rasa istirahat di tubuh fisik dan pikiran juga terasa segar dan "jernih".

Namun diam ini juga bukan berarti kita tak melakukan action apapun, karena sedianya kita tetap melangkan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.



5. Jiwa Ego.

Jika suatu saat kita  pernah mendapati diri kita sendiri berperilaku sedemikian rupa sehingga membuat kita sendiri merasa ngeri, maka kemungkinan besar ego kitalah yang mengendalikan kesadaran kita.

Ego bisa menjadi rumit untuk dikelola - jika kita tidak hati-hati ia akan menyelinap di belakang kita ketika kita tidak mengharapkannya, dan sebelum kita mengetahuinya kita bertindak dengan cara yang kita tahu jauh di lubuk hati bukan untuk keuntungan terbaik kita.

Apa itu ego?

Ada banyak definisi ego yang berbeda, yang semuanya bisa menjadi sangat kompleks. Pandangan pribadi saya tentang ego adalah bahwa bagian kitalah yang merasa perlu menjadi istimewa. Itu adalah bagian dari kita yang mencari persetujuan - dan menurut definisi itu adalah bagian dari kita yang merasa kurang dalam beberapa hal. Inilah sebabnya saya tahu bahwa ego harus ditaklukkan.


Bagaimana cara mengenali ego dan juga mengendalikannya dengan baik? Ego merupakan salah satu bagian dari jiwa kita, sering juga disebut sebagai nafsu. Banyak orang yang menyangka bahwa nafsu nafsu ini bisa dibuang dari diri kita, tetapi sebanrnya tidak, nafsu tak dapat dibuang, jiwa tak dapat dihilangkan. Yang paling mungkin untuk kita lakukan adalah menyadari dan mengenalinya, dan kemudian dikendalikan. Sehingga pada akhirnya, kitalah yang akan mengendalikannya, bukan jiwa ego yang mengendalikan diri kita.

Jadi apa yang dapat kita lakukan untuk memerangi kesadaran jiwa ego? Sehingga nantinya bisa ditaklukkan dan digunakan? Langkah pertama adalah kesadaran - kita harus mulai menyadari kapan jiwa ego kita aktif dan meningkat sehingga kita dapat menghentikan dan mengendalikannya sebelum terlambat!



6. Jiwa Amarah

Banyak tradisi spiritual, menjelaskan, mengarahkan kita untuk mengubah kemarahan kita menjadi kasih sayang, menyiratkan bahwa kemarahan bukanlah emosi "spiritual". Gagasan ini mengacaukan amarah dengan agresi, emosi dengan “apa yang sebenarnya dilakukan dengan amarah.” Kemarahan sebenarnya bisa menjadi ungkapan kasih sayang, kesediaan untuk menegakkan batasan yang sakral, atau membela seseorang yang tertindas. Belas kasih dan kemarahan dapat benar-benar hidup berdampingan.


Kesadaran jiwa amarah bukanlah suatu tindakan, meskipun salah satu karakteristiknya adalah dorongan untuk melakukan sesuatu, dan melakukannya dengan cepat. Kemarahan dapat membantu kita mengatasi rasa takut untuk mengambil tindakan. Jadi bagaimana kita tahu tindakan apa yang harus diambil?

Pertama, kita harus memperlambat. Kita harus diam. Ini sangat menantang. Rilekskan fisik dan masuklah ke dalam kondisi jiwa tenang. Dalam pengalaman saya, ada dua jenis kemarahan: kemarahan yang benar sangat tenang dan membumi, dan tahu persis apa yang harus dilakukan. Itu juga sangat jarang. Jauh lebih umum adalah kemarahan cemas, yang gelisah dan bingung, tidak sabar untuk bertindak. Ini biasanya karena amarah yang gelisah bercampur dengan rasa takut atau sakit hati (atau keduanya), dan amarah itu berusaha mencari jalan keluar untuk merasakan hal-hal lain itu. Duduk masih membawa emosi-emosi lain itu ke permukaan.


Jadi kita harus duduk diam. Kita harus mendengarkan pesan kemarahan, bahkan jika yang diketahuinya adalah ada sesuatu yang salah. Kita harus memberinya kesempatan untuk berbicara dengan kita, berdialog dengannya, bahkan mengajukan beberapa pertanyaan. Batas apa yang telah dilewati? Kebutuhan apa yang dapat kita tangani sekarang? Bisakah kita jujur ​​tentang kebutuhan itu dengan belas kasihan terhadap sudut pandang orang lain?

Spirituality is not about finding ways to avoid or eradicate our feelings. Its work is deeply emotional in nature, and it’s about getting close enough to ourselves that we can see to the heart of what’s happening, be honest about it, and care for ourselves and each other to the best of our ability. 

Rejecting our emotions is not the path. 
Listening closely to the messages of the heart and honoring them, even and especially when they are uncomfortable to sit with—that’s the practice. That’s where we find the nectar of anger.



4. Jiwa keinginan

Keinginan adalah pangkal dan salah satu sumber keresahan jiwa tapi juga aktualisasi dari kemanusiaan. Bila diatur dengan baik dia bisa mengantar kita menuju Rahmatan lil alamin, tapi bila tak diatur dia akan menjadi masalah.


Apa itu keinginan?

Keinginan dapat didefinisikan sebagai emosi positif (motivasi) terhadap objek, orang, atau aktivitas
tertentu. Keinginan bervariasi dalam kekuatan dan akibatnya dalam kemampuan mereka untuk memotivasi perilaku. Apa kekuatan dari keinginan dan kemampuan untuk menahan dorongan?

Ketika hasrat menjadi semakin kuat, kemungkinan diri sendiri harus lebih besar hingga kekuatan pengendalian diri yang lebih besar untuk mengatasi dorongan untuk bertindak. Namun, dalam ketiadaan keinginan tidak perlu kontrol diri.

Keinginan adalah pangkal dan salah satu penyebab keresahan jiwa, oleh karena itu inginkanlah hal-hal yang akan mendekatkan kita kepada Allah. Inginkanlah sesuatu semata-mata niat karena Allah dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan begitu, InsyaAllah hati akan selalu kuat. Nothing to lose, apapun dan bagaimanapun akhir dari keinginan tersebut….

Jiwa yang teraliri energi dari Cahaya Tuhan akan mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk bisa Tenang, sehingga dalam kondisi Kesadaran jiwa tenang kita akan bisa mempunyai kesadaran untuk membedakan mana yang tepat untuk dilakukan dan tidak, jiwa yang tenang juga pasti akan bisa memilah-milah mana keinginan jiwa yang harus dipenuhi dan mana keinginan jiwa yang harus di tolak.

Kesadaran akan selalu bertindak selektif dalam memilihkan makanan untuk jiwa dan raganya. Baik mengenai kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga antara jiwa dan raga nantinya akan bisa berjalan secara selaras sesuai dengan tuntunan-tuntunan yang bersumber dari Tuhan

Jika anda ingin tersambung sehingga bisa secara interaksi mengenali sekaligus memanfaatkan lapisan lapisan jiwa ini, atau bahkan masuk lebih dalam lagi sehingga melampaui kesadaran jiwa dan masuk ke Kesadaran Cahaya Tuhan, maka anda bisa mengikuti workshop privat ilmu energi spiritual yang diadakan di Jogjakarta dengan format  workshop privat.

Mari silahkan mendaftar, jika anda ingin menemukan tujuan hidup yang sejati dan membuat hidup lebih bermakna serta bermanfaat  sehingga nasib bisa diarahkan ke hal hal yang baik dan benar, silahkan mendaftar program pengembangan diri dan terapi jarak jauh ini. Jika anda mengikuti program solusi super sukses maka anda akan mendapatkan sebuah rahasia yang menjadi rahasia hidup yang tenang dan damai serta bahagia. Bukan hanya teori dan filsafat atau nasehat saja, Tapi langsung praktek, saya akan bertindak sebagai fasilitator anda dalam membersihkan energi negatif dalam diri anda sehingga kesialan bisa dihilangkan, menjadi coach anda dalam membuat diri anda lebih baik dari waktu ke waktu dan membuat rencana hidup yang akan akan membuat jalan hidup semakin jelas, menjadi teman curhat anda sehari hari dalam membahas setiap kejadian yang muncul, menjadi sahabat anda disetiap waktu, bahkan jika perlu saya akan memberikan banyak humor atau candaan yang akan mencairkan suasana.

Saya akan menjadi personal Coach dan Trainer bagi anda. Jika anda tertarik untuk mengikuti program pengembangan diri berbasis energi kesadaran dengan metode pembelajaran jarak jauh ini maka anda bisa membuka link berikut ini :

Anda bisa hubungi saya setiap saat untuk mendaftar :
Coach Erlangga
Hp : 0812.9797.3166
W.a : 0896.3987.8115

Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment