Pencerahan Hidup : Stop Introspeksi – Mulailah Mengamati

Pencerahan hidup seperti apa yang akan membuat diri kita bertransformasi menjadi pribadi yang tenang sheingga bisa bertumbuh dari waktu ke waktu? Sehingga pada akhirnya menjadi pribadi yang Bermakna dan Bermanfaat untuk Semua?

Tidak peduli apa yang terjadi pada Kita dalam hidup Kita, hanya ada satu orang yang bertanggung jawab dan yaitu Kita.

Untuk menyadari kebenaran dari pernyataan di atas, Kita tidak perlu introspeksi daripada Kita perlu belajar bagaimana mengamati kehidupan.

Apa perbedaan antara introspeksi dan mengamati kehidupan? Kenapa ketika kita memulai mengamati kehidupan, pencerahan hidup akan didapat?

Ketika Kita mengintrospeksi situasi, peristiwa, orang, atau pengalaman hidup apa pun, Kita selalu membawa pro dan kontra dalam pikiran Kita. Baik pro maupun kontra milik Kita. Ini membatasi pemahaman Kita dengan pro dan kontra setelah introspeksi dan Kita kehilangan untuk melihat kebenaran kehidupan.

Pada saat yang sama, ketika Kita hanya mengamati kehidupan, baik di luar maupun di dalam, Kita hanya mengamati kehidupan, tanpa gangguan. Kita tidak berusaha mencari pro dan kontra, alih-alih Kita tetap menjadi saksi kehidupan.

Ketika Kita memainkan peran sebagai pengamat, perhatian Kita bergerak semakin dalam di dalam diri, dan Kita tergelincir pada tingkat pikiran, di mana tidak ada pikiran atau ide, atau situasi atau kenangan pikiran yang tersisa.

Kita mengalami ketiadaan pikiran.

Pikiran memiliki ruang kosong. Ketika Kita mengamati kehidupan, dari ruang kosong pikiran, Kita menyadari kebenaran absolut kehidupan, baik di dalam maupun di luar.

Belajar Menyadari Pikiran

Hidup tidak terbatas pada pikiran dan imajinasi melainkan hidup sangat mungkin, jika Kita menghentikan proses berpikir Kita, dan langsung mengalami hidup.

Semua ilusi kehidupan dibawa oleh ingatan pikiran. Semua kenangan Kita tidak peduli seberapa relevan itu muncul pada saat itu adalah barang yang dipinjam dari luar. Bahkan pemahaman yang Kita miliki tentang kehidupan juga dipinjam dari luar.

There are very few souls, who live with the spontaneity of life; rather everyone is busy chasing the tales of the mind.

Pentingnya ingatan itu tidak lebih dari papan nama pada saat itu, tetapi jika Kita membawa papan itu sampai ke tujuan, Kita bisa jadi ketinggalan untuk menjalani saat itu dan membebani diri Kita dengan papan nama itu sepanjang jalan.

Kecuali jika Kita mengetahui kebenaran pikiran, itu membatasi Kita pada gagasan dan keyakinan hidup Kita sendiri, yang tidak memiliki relevansi dengan kebenaran absolut atau dengan proses kehidupan alami.


Pikiran melemahkan Kita dengan cara-cara alami kehidupan, dan tetap saja, kita percaya segala sesuatu dari pikiran, untuk mengalami kehidupan. Selain itu, kita tidak berusaha memahami sifat pikiran yang dapat menuntun kita ke kebenaran absolut; alih-alih kita menjalani kehidupan yang tetap terbatas pada gagasan dan kepercayaan kita sendiri tentang kehidupan.

Baca artikel : Mencari Pencerahan Hidup

Sebagian besar ingatan dari pikiran kita dipenuhi dengan situasi, peristiwa, dan pengalaman hidup kita sehari-hari. Ingatan yang sama hanya mengulangi lingkaran itu dalam pikiran kita, dalam bentuk proses berpikir. Untuk membebaskan diri dari ingatan-ingatan pikiran, kita harus mengalami keadaan pikiran, yang bebas dari semua pengalaman dan kesan hidup.

Dengan kehidupan, kita punya pilihan. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, secara sadar atau tidak sadar tertarik oleh diri kita. Kita dapat mengubah hidup Kita ke segala arah kapan saja dan itu semua tergantung pada pilihan Kita.

Ini mungkin bukan pernyataan besar, tapi ini menunjukkan kemungkinan Kita dengan kehidupan. Ketika Kita mengalami hidup hanya di dunia luar, tampaknya semuanya mistis dan hidup terjadi begitu saja.

Ketika Kita mengalihkan perhatian Kita ke dalam dan menjadi pengamat kehidupan batin Kita, Kita akan mulai memperhatikan bahwa, segala sesuatu yang telah terjadi dalam hidup Kita, Kita memiliki peran utama untuk dimainkan di dalamnya, baik secara sadar maupun tidak sadar. Kita memiliki kendali mutlak atas hidup Kita jika Kita menginginkannya.

Kita menjalani hidup kita dengan sedikit atau tanpa kesadaran. Ketika kita tidak menyadari apa yang terjadi di dunia batin kita, kita hanya hidup dengan kehidupan yang terjadi di luar, yang tidak lebih dari refleksi kehidupan yang terjadi di dalam.

Untuk mengetahui kehidupan saat ini membutuhkan kehadiran Kita. Kesadaran Kita saat ini yang menghubungkan Kita dengan kenyataan hidup yang sebenarnya. Dengan kebenaran, Kita tidak menganggap sesuatu; alih-alih Kita melihat kebenaran, hidup kebenaran dan menjadi satu dengan itu.
Inilah Pencerahan Hidup – Inilah kuncinya.... Untuk menumbuhkan kesadaran Kita saat ini, Kita perlu mengamati kehidupan. Tindakan sederhana mengamati kehidupan memperluas pikiran Kita. Kita melihat hidup dengan kejelasan yang lebih baik. Pikiran tidak berkembang dengan introspeksi, karena ia hanya berpikir dan menyimpulkan pengalamannya sendiri; melainkan pikiran berkembang dengan mengamati kehidupan.

Tindakan mengamati kehidupan terjadi dengan pikiran. Ketika Kita mengamati kehidupan luar, Kita tetap hadir di saat ini, dan realitas luar mengungkapkan sifat aslinya. Ketika Kita mengamati dunia batin Kita, Kita tidak terjebak dalam pengalaman dan kesan pikiran, melainkan Kita bergerak semakin dalam ke dalam pikiran untuk mengetahui kebenarannya.

Semua aktivitas pikiran terjadi dalam pikiran. Dengan perhatian batin, Kita tidak memanjakan diri dengan kegiatan pikiran; alih-alih bergerak lebih dalam dari kekacauan pikiran, untuk mengalami kebenarannya.

Dasar pikiran adalah murni dan bebas dari semua ingatan dan pengalaman serta kesan hidup. Hanya ketika Kita mengalami ruang pikiran ini, Kita terhubung dengan kebenaran absolut kehidupan.

Jika Kita tetap terlibat dengan realitas permukaan pikiran, Kita akan selalu tetap terlibat di permukaan, dan kebenaran hidup akan selalu tetap jauh dari Kita.

Ketika Kita secara sadar mengambil perhatian Kita di luar lapisan permukaan pikiran, meniadakan semua aktivitas pikiran, Kita semakin mendekati realisasi kebenaran. Pencerahan hidup akan datang dari lapisan jiwa, masuk terus lebih dalam dari jiwa, sampai pada Percikan Cahaya Tuhan di dalam diri kita

Ingat, ketika Kita memusatkan perhatian ke dalam, ada banyak lagi yang bisa Kita eksplorasi dalam hidup Kita, dan dengan demikian tidak pernah berhenti tetapi bergerak lebih dalam dan lebih dalam ke dalam diri, kecuali Kita mencapai di ujung jalan.


Di akhir perjalanan Kita, Kita tidak hanya akan menyadari pikiran yang murni, tetapi Kita juga akan menyadari semangat di dalam tubuh. Kesadaran jiwa tenang  akan membawa Kita lebih dalam untuk lebih menyadari sumber kehidupan di dalam. Dengan sumber kehidupan, Kita akan menyadari segala sesuatu yang perlu diwujudkan baik di dalam maupun di luar.

Semua introspeksi dan memori pikiran Kita tidak akan membawa Kita ke ujung jalan, tetapi tindakan sederhana mengamati kehidupan baik di luar maupun di dalam akan membantu Kita untuk menyadari sumber kehidupan di dalam.\

Beberapa orang yang berbakat, dikenal masyarakat sebagai orang orang indigo, dari sejak kecil memeiliki kemampuan untuk bisa terkoneksi dengan bagian hati/jiwa dan ruhani. Tapi sayang, energi yang dimiliki tidak cukup sehingga kondisi pencerahan yang dialami tidak bisa dalam durasi waktu yang lama, ada juga yang malahan tidak paham, bagaimana cara menghubungkan diri ke bagian jiwa dan ruhani ini. 

Hanya sporadis karena berbakat, kadang bisa, kadang tidak. Jikapun bisa maka durasinya tidak lama. Karena energi yang dimiliki diforsir untuk masuk ke dalam kondisi pencerahan ini, maka tubuh kekurangan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi dasarnya. Jika ini terjadi maka mulai timbullah masalah di bagian bagian atau organ tubuh yang kekurangan suplai energi tersebut.


Orang orang yang mencari pencerahan dalam hidup biasanya tidak memahami secara detail mengenai hal ini, beberapa ingin asal bisa saja, dan biasanya yang tidak memiliki niat kuat akan malas atau tidak konsisten dalam melatih diri. Dibutuhkan niat kuat untuk melatih diri dengan konsisten, kemudian mempelajari dengan baik, semua hal yang berhubungan dengan pencerahan ini.

Apa saja yang bisa didapatkan ketika pencerahan hidup ini muncul? Ada banyak sekali, mulai dari hal yang sifatnya ketuhanan, keilmuan, kesejahteraan, kesuksesan, keberuntungan dalam hidup dan lain sebagainya. Yang lebih dewasa biasanya memilih unutk lebih kepada pembentukan karakter dan sikap, yang baru menikmati masa masa awal dari pencerahan memilih untuk berekreasi spiritual, menggunakan energi untuk bisa terkoneksi dengan sumber sumber informasi ( referensi : Apakah yang disebut dengan Channeling ).




Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment