Spiritualitas kehidupan

Malam hari dikala Anda merenung, pertanyaan tentang kehendak Tuhan muncul di pikiran. Banyak hal, yang hampir tidak disadari manusia, terjadi setiap hari, tetapi pemikiran terpenting, yang jarang muncul di benak siapa pun di bumi ini adalah: 

'Apa kehendak Tuhan bagi saya hari ini?

Sangat sedikit Pemikiran yang mendalam yang diberikan untuk pertanyaan lebih lanjut tapi paling sederhana ini: 'Apa yang diperlukan dalam melakukan kehendak Tuhan?

Semua manusia mematuhi sistem kepercayaan, meskipun mereka mungkin atau mungkin tidak menyadari keyakinan mereka, karena lebih mudah untuk membiarkan orang lain lakukan pemikiran mereka sendiri.



Mayoritas  dari kita hidup seolah-olah tidak ada hari esok kecuali ketika kekhawatiran tampak di cakrawala, atau ketika terbangun dari tidur mereka.

Spiritualitas adalah bagaimana memahami Percikan Cahaya Tuhan yang di dalam diri kita.

Yang lain terbangun ketika mereka mulai membaca buku dengan konten spiritual dan mudah-mudahan mengambil langkah kecil menuju pemikiran yang mandiri. Percakapan mereka mengambil rasa yang berbeda, dan mungkin mereka mencari seorang guru untuk membantu membuka pintu pikiran mereka. 

Semoga rasa haus yang terus tumbuh untuk mengetahui lebih banyak tentang hal-hal spiritual akan terus muncul. Mereka adalah orang-orang yang akan didorong oleh Malaikat Pelindung mereka agar pasukan manusia ini melangkah lebih jauh ke arah spiritual, di mana wawasan datang dan pemikiran yang terbebaskan mengambil alih.

Kelompok manusia lebih lanjut sudah tanda tanya sejak masa kanak-kanak, karena dalam pikiran kecil mereka, mereka merenungkan apa arti kehidupan dan siapa yang mungkin menjadi Pencipta langit dan bumi. Mereka, yang tidak terlalu terbebani oleh kepercayaan takhayul lama, akan mempertahankan rasa ingin tau mereka untuk mengembangkan hubungan pribadi dengan Tuhan dengan bantuan dari Percikan Cahaya Tuhan ( sering juga disebut God Spark, atau Ruh, atau sebutan lainnya ) yang ada di dalam diri mereka sendiri. 

No child who makes its first conscious moral decision is left behind; all receive their guiding Fragment of God. 

Ketika kehendak mereka yang berkembang cukup berkembang dalam arah moral, anak itu mulai lebih terbangun dan mulai bertanya-tanya tentang arti kehendak Tuhan. Kemandirian pemikiran ini harus didorong, ketika anak menjadi semakin sadar akan misteri alam spiritual, dan belajar tentang kasih dan pengampunan Tuhan yang tanpa syarat.

Karena itu, langkah selanjutnya dalam proses pemikiran adalah rasa lapar awal untuk hubungan atau koneksi pribadi dengan Sang Pencipta, dan ini menandai pencarian untuk menemukan Sumber dari semua kehidupan ini.

Ini adalah momen termegah yang dapat dialami siapa pun di kehidupan ini untuk menemukan Percikan dari Sumber ini yang hidup dan bekerja di dalam diri mereka. 
Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar