Berikan Jeda-Mengenal Tuhan


Mengenal Tuhan? Sudahkah kita memberikan Jeda pada diri kita sendiri, waktu jeda yang bisa kita gunakan untuk mengecek kembali diri kita, kemana tujuan kita melangkah?

Benarkah kesana atau kesini arah yang kita tuju membawa kita mengenal Tuhan?

Kehidupan ini semakin cepat jalannya, didukung oleh teknologi dan perangkat yang seolah tak memberikan Jeda kepada kita untuk sekedar menarik nafas.

Putaran kehidupan semakin cepat – tak pernah melambat – apapun yang terjadi, apakah itu wabah penyakit?  - tak membuat putaran kehidupan melambat. Update Teknologi sedang berkejar-kejaran, satu teknologi tak mau kalah dibanding dengan teknologi yang lain, satu aplikasi dengan aplikasi yang lain, taka da habisnya.... yang membawa kehidupan pada balapan tanpa henti, seperti balapan mobil formula one, yang dilakukan sepanjang waktu



Yang hari ini dianggap baik besok ada yang lebih advance, ada yang ultimate, selalu ada yang terbaik dari yang baik, besok atau lusa, mungkin saja sudah menjadi usang, karena telah terlahir teknologi yang lebih baik. Jangankan besok, di dunia internet, update setiap hal berlangsung lebih cepat lagi, tak mengenal waktu.

Baca juga artikel yang berkaitan dengan Mengenal Tuhan : Menemukan Cahaya Yang Sejati

Inilah hukum pencapaian materi, tidak ada titik puas yang abadi, tidak ada kepuasan yang absolut, yang ada adalah kepuasan sementara, kemudian haus lagi, mencari, mendapat, puas sementara, dan terus berputar seperti itu.

Inilah feeder dari DIRI PALSU ( lapisan jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan ) Inilah makanan dari lapisan lapisan jiwa yang bila tak diatur akan menyulitkan, seandainya saja sedari awal kita diajarkan bagaiman cara mengakses kesadaran jiwa tenang, masuk ke dalam jiwa tenang, sehingga bukan logika dan pikiran yang diutamakan.

Ketika manusia merasa sebagai pemilik bumi, sang pemilik sejati iba melihat hambanya lelah mengejar kepuasan sementaranya. Ketika Tuhan Yang Sejati gagal dikenali, ketika kita hanya kenal Tuhan versi logika dan pikiran, sehingga kata kata Tuhan tidak kita dapatkan secara langsung dari sumbernya, jadilah kehendak Tuhan gagal kita pahami, maka kemudian sang pemilik semesta ini menyempatkan menuliskannya dalam bahasa universal, yaitu bahasa “kejadian/peristiwa”.

"Manusia, sampai kapan kamu mengikuti jiwa keinginanmu sendiriri ?, berhenti sejenak, berikan sedikit jeda pada dirimu sehingga kamu tau yang mana yang AKU". 

"Cobalah sadari keberadaanKU, sehingga akhirnya kamu bisa peduli karena kenal dan terbiasa berinteraksi denganKu".

 Mungkin begitu Tuhan berkata, 

Bagaimana mau peduli, kenal saja tidak...

Bagimana mau kenal jika kita hanya sibuk menutup pintu pada Tuhan yang ada di dalam diri kita sendiri.

Kita lebih peduli dengan Tuhan versi mereka, yang berdiam di tempat tempat ibadah mereka, apakah Rumah Tuhan yang sejati yang ada di dalam diri kita sudah mulai didatangi ?, sehingga pemilk rumah tersebut bisa ditemui, dikenali, diajak berinteraksi, sehingga mulai bisa dipahami dan dituruti...

Sebelumnya, siapa yang kamu turuti?

Benarkah itu Dia Yang Sejati...?

Ingat, berikan JEDA supaya kita punya waktu untuk tau, biar lebih paham, siapa yang kita turuti? Benar nggak yang kita turuti itu Dia yang kita cari...

Tapi ingat, mengenal Tuhan adalah awal dari segalanya....percaya nggak?

Awalnya saya juga ga mudah paham soal ini, tapi ketika saya mulai belajar Percaya, maka perlahan lahan saya bisa mulai paham dengan cara yang lebih mudah..

Jika gagal paham, ( mungkin karena belum memberikan JEDA, karena saya yakin, kita sebenarnya tau, karena sebenarnya kikta semua pernah mengalami berinteraksi dengan Tuhan  secara langsung ) maka kita lebih sering mengikuti versi diri kita yang palsu,  jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan, yang bila gagal diatur, akan jadi musuh yang paling besar dari keberadaan kita sebagai manusia, tapi bila berhasil dipahami dan diatur, maka akan jadi sarana atau kendaraan menuju sebuah Tujuan yang diberkati.

Selayaknya perjalanan, kita butuh waktu bersitirahat, begitupun kehidupan, kita butuh jeda, butuh ruang kosong, agar kita bisa mengambil nafas.

Baca juga artikel yang berkaitan dengan Mengenal Tuhan

Jangan lupa, fisik kita membutuhkan JEDA, butuh istirahat, dalam kondisi Rileks dan Tenang, syukur bis amasuk ke dalam kondisi DAMAI, setiap organ yang ada di dalam diri kita akan memperbaiki struktur selnya, sel memory akan mengembalikan struktur sel pada kondisi optimalnya kembali.

Dalam waktu JEDA tersebut kita juga bisa memeriksa kembali rencana hidup yang sudah kita buat, apakah langkah kita sudah sesuai, seperti apa kita beradaptasi dengan kondisi, dan jangan lupa selalu konsultasi dengan Tuhan. Berikan waktu dan tempat bagi Tuhan untuk membersamai perjalanan kita. 

Karena itu, ibadah mengingat Tuhan menajdi keharusan, saya yakin, mereka yang berusaha mengingat sudah melalui tahapan kenal dan interaksi yang interaktif, wajar saja lupa, sehingga perlu mengingat kembali. Maka setiap manusia diwajibkanlah beribadah setiap waktunya, yaitu membuat jeda, untuk memaintenance kondisinya, sehingga bisa selalu terkoneksi dengan Tuhan secara interaktif , jika ingin DUNIA, maka mintalah DUNIA kepada PEMILIKNYA YANG SEJATI, TUHAN YANG MAHA SEGALANYA.

Tak akan mungkin kita melupakan dunia karena kita sedang hidup di Dunia, tak apa bila mengingkan dunia asalkan benar kita dapatkan Dunia dari meminta kepada pemiliknya yang sah.

Tapi ingatlah kembali, jangan asal minta, apalagi jika sebelumnya kita tak dikenal, berusahalah untuk mengenal Tuhan terlebih dahulu. Baru kemudian kita bisa minta, atau bisa minta Dia Hadir.

Hadirkan Tuhan di dalam diri kita, sehingga jalan hidup kita akan selalu diarahkan olehNya, sehingga apapun yang kita temui dalam perjalan hidup ini yang merupakan perwujudan dari Tuhan, bisa kita hormati dan ajak berinteraksi secara interaktif untuk mengambil pelajaran yang kita butuhkan.

Mari jadikan diri ini bermakna sehingga hidup yang kita jalani ini bermanfaat, Rahmatan Lil Alamin
melupan dunia untuk sementara, dan mempersilahkan Tuhan melaksanakan tugasnya, membantu mewujudkan apa yang dibutuhkan hambanya.




Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar