Harapan dan Kenyataan 10 – Tujuan Hidup Manusia


Artikel Tujuan hidup manusia ini saya ketik tepat sehari setelah saya menulis artikel sebelumnya, memang biasanya begitu juga kan? Hehheheh….karena artikel bersambung, jadi dibuatnya yang bersambung, berurut, mulai dari yang awal kemudian akhir.

Tapi sepertinya juga tidak, karena saya memutuskan untuk menulis artikel artikel saya secara acak. Sesuai dengan intuisi yangs aya peroleh, manut navigator waelah. Artikel dengan judul Tujuan Hidup manusia ini masih menjadi ajang saya dalam berlatih membuat artikel saja. Nanti pada waktunya akan saya buat menjadi lebih terstrukur. Kalau sekarang yang penting punya kebiasaan membuat artikel dulu.

Tepat ketika saya selesai menulis artikel Harapan dan Kenyataan 9 - Cara mengatasi masalah hidup 2 saya dapat pelajaran yang berharga, artikel tersebut saya buat di hari sabtu tanggal 17 Januari 2016, jarang juga saya hari sabtu ke kantor, tapi karena ada janji dengan klien, saya hang out juga di kantor sedari jam 9m pagi, sambil menunggu saya sempatkan untuk membuat artikel tersebut. Ternyata klien saya ga jadi datang.

Nah tapi saya tetap jadi dapat pelajaran yang luar biasa. Topiknya hampir sama dengan artikel yang saya tulis itu. Cara mengatasi masalah hidup, masalah hidup yang seperti apa? Tujuan hidup manusia.
Begini ceritanya. Pekerjaan saya sebenarnya nih, adalah mendengarkan curhatnya orang lain. Setiap harinya ya begitu. Anggaplah saya sahabat bagi setiap orang yang curhat kepada saya. Menyenangkan juga, karena saya bisa belajar banyak dari mereka yang curhat itu. Dan kenapa ya, kata orang, aura ( pancaran energi dari dalam diri saya ) menarik orang lain untuk sellau curhat kepada saya, baik orang yang ga kenal maupun yangs udah kenal. Pernah juga di jalan ketika mampir di indomaret, yang curhat tukang parkirnya, hahahhahahah….walaupun ga kenal dan ga banyak bicara sebelumnya, tiba-tiba dia curhat aja ke saya. Hahahhahha.


Secara tehnis, ini disebabkan oleh pancaran energi dari dalam tubuh kita, setiap orang sebenarnya tanmpa disadari menginginkan untuk membuang energi negatif dari dalam dirinya sendiri, nah tanpa sadar dia mencari caranya. Salah satu caranya adalah mencari sumber energi positif, ini akan bisa membuang energi negatif dari dalam dirinya. Biasanya curhat secara verbal ini tidak bisa optimal proses penghapusan energi negatifnya, tapi sedikit membuat plong lah di pikiran dan perasaaan karena sudah bisa dicurahkan ke orang lain. Bahaya bagi orang lain yang dicurhatin, yang dicurhatin biasanya ga bisa membuang energi negatif yang datang dari proses curhat ini. Sering terjadi yang dicurhati malah ikut ketularan masalah, masalah sama yang terjadi dengan masalah yang terjadi dengan si orang yang curhat itu. Repot kan…

Sesi ngobrol dadakan di kantor pada hari sabtu ini, temanya tujuan hidup manusia, yang curhat ini juga bukan orang yang sembarangaan, manager HRD di sebuah perusahaan. La…… ini dia, saya bisa belajar juga kan.. puji tuhan

Manager HRD ini bercerita mengenai kehidupannya, ( hahahhaha….baru aja duduk tatap muka dibuka dengan kopi dan rokok, langsung dia curhat, hahahha…baru aja ketemu tp langsung curhat  ) sebelum menjadi karyawan, si manager ini adalahs eorang usahawan, dia berusaha sangat keras dimulai dari SMP, SMA dan Kuliah, akhirnya kuliahnya ga selesai, karena dia memilih untuk konsentrasi menjadi pengusaha, sangat berhasil….sampai mempunyai 2 rumah di jogja dan di kampungnya, punya kendaraan bagus, bisa membantu kakak2nya untuk mencari tambahan penghasilan ( kakaknya ikut kerja di perusahaan yang didirikannya ) ….sampai berkembang mempunyai cabang di kalimantan segala….wah ini dia….bagus sekali..

Karena ada banyak hal yang berhhubungan dengan buruknya sistem  kerja sama dengan pihak lain, gagal lah si manager ini. Usahanya ga tutup sih, cuman jadi ga bagus lagi jalannya, akhirnya banting setir ke usaha lain lagi, berhasil lagi…gagal lagi…berhasil lagi..gagal lagi… dan seterusnya… akhirnya saat ini menjadi karyawan, mulai dari karyawan rendahan samapai jadi manager HRD. Bagus kan…selalu meningkat… etos kerjanya pun sangat tinggi, rajin dan tekun, higly motivated, pokoknya tipe pegawai idaman lah.

La kenapa kegagalan itu selalu muncul? Dan keberhasilan juga muncul? Ternyata setelah proses tanya jawab, intuisi dalam diri saya bekerja mengirimkan informasi. Ternyata si manager sukses ini tidak mempunyai tujuan hidup, Tujuan hidup manusia? Mungkin dia punya, tapi tujuan hidup yang dipunyai tidak terstruktur dengan baik.

Ternyata kita memang harus mempunyai struktur rencana hidup yang baik dan benar, dan tentunya terstruktur, lengkap dengan penjabaran dan cara mencapainya. Tujuan hidup manusia yang benar adalah yang diolah menjadi sebuah perencanaan yang terstruktur dengan rapi. Jika tidak, maka kita akan seolah olah bekerja keras, berhasil, kadang gagal, menjadi sibuk karenanya, tapi sebenarnya kita berjalan disitu situ aja, ga kemana mana. Malah terkadang juga kita seolah berputar putar, bukan berputar maju, tapi malah berputar kembali lagi ke belakang. Memang sangat berbahaya yang seperti ini.

Nah tugas saya sebagai seorang pendengar yang baik adalah sedikit sedikit berusaha mengarahkan dan memberikan input positive, proses yang terjadi dalam diri saya ini begitu menyenangkan. Bisa dibilang sebagai bakat, tapi tidak hanya sekedar bakat dan potensi saja, karen saya juga berusaha mengoptimalkan potensi tersebut dengan proses berlatih dan mengimplementasikan ke dalam keseharian dan pekerjaan saya.

Ada navigator dalam diri saya yang memandu saya, dan seperti proses mendengarkan curhat si manager ini, saya mendampatkan informasi yang tepat mengenainya. Saya dapat beberapa keyowrd utama untuknya. Misalnya, setelah mendengarkan curhatnya, navigator memberikan 2 kata penting, atau keyword, pertama : “struktur” kedua : “ tujuan hidup manusia ”.

Dan karena saya mempunyai sedikit pengalaman dengan mendengarkan curhat banyak orang, saya akhirnya bisa menyimpulkan dan secara klinis memberikan jenis terapi yang tepat, semuanya dengan energi. Dan seperti contoh kasus manajer hrd ini. Saya memberikan jenis latihan yang tepat yang bisa dijalaninya untuk membuat dirinya ( pikiran dan jiwanya ) lebih terstruktur. Bisa didapatkan dari sana tujuan hidup manusia yang hakiki. 

Kita lihat saja apa yang terjadi setelah ini, apakah besok jenis latihan yang saya berikan  tersebut dilakukan atau tidak? Nah untuk ini dibutuhkan kesadaran yang tepat kesadaran yang bisa dipicu kebangkitannya melalui sarana energi yang dikirimkan ketempat yang tepat juga. Paling tidak saya sudah membantunya untuk mulai sadar dan membuat dirinya jadi terstruktur dan mudah mendapatkan tujuan hidup manusia.







Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar