Keberuntungan dan Kesialan

Inginkah hidup kita dipenuhi dengan keberuntungan dan jauh dari kesialan? Semua orang menginginkan hidup yang penuh dengan keberuntungan, dan semua orang bertanya tanya....bagaimana cara mendapatkannya.?  Dalam mencari hal tersebut, ada banyak jalan yang kita tempuh, yang perlu diingat adalah, jangan sampai jalan yang kita tempuh malah menjerumuskan jiwa  kita sendiri, bukan kembali kepada Tuhan yang didapat, tapi semakin menjauh darinya yang ternyata didapatkan.

Banyak pihak yang menawarkan keberuntungan tapi malah buntung yang didapat, karena yang dipergunakan adalah kuasa perantara dari mahluk-mahluk gaib yang ingin menjadikan manusia sebagai anggotanya.


Banyak diantara kita yang kurang bisa tenang dalam menunggu datangnya keberuntungan, ibaratnya sedang menanam pohon buah, ada proses menanam dan menunggu pohon besar agar siap untuk dipanen dikemudian hari, ada proses menunggu yang seharusnya bisa dimanfaat untuk mengamati dan introspeksi diri, apakah ada langkah langkah kita yang belum tepat, gunakan waktu dengan efisien, jika ada yang kurang tepat, segeralah perbaiki. Kesuksesan akan datang, keberuntungan hidup akan segera anda panen.

SEMAKIN MAKSIAT - SEMAKIN JAYA
.
Lakon hidup tiap orang berbeda-beda, ibarat roda kehidupan, kadang posisi di atas atau masa Kejayaan, kadang di bawah atau masa Keterpurukan. Persepsi umum, Jaya diartikan Sukses materi/keduniawian, sedangkan Maksiat diartikan perbuatan yang melanggar Norma Agama.

Mengapa bisa terjadi semakin Maksiat atau melakukan perbuatan yang dilarang agama,kondisinya justru menjadi semakin Jaya ? ?, analisis disini ditinjau dari aspek spiritual. Kejadian tersebut hanya berlaku pada manusia yang dalam kondisi dua hal, yaitu (a) Grafik roda kehidupannya menuju ke atas. (b) Persepsi kasadarannya di Diri Palsu.


Menguatnya Diri palsu ( jiwa: ego-amarah-keinginan ),menggerakan dua lapisan fungsi otak,yaitu (a) lapisan new cortex cerebralis.dalam kontek ini menghasilkan kecerdasan fikiran negatif; dan (b) lapisan sub cortico cerebralis yang menghasilkan kecerdasan emosi negatif ( tega,brutal,sadis,dll).
Jumlah manusia di Bumi yang terjebak dalam kondisi di atas sangatlah banyak dan melebihi separo dari jumlah populasi bangsa manusia. Ketidak seimbangan ini membawa dampak negatif secara global bagi kehidupan manusia,seperti Kekacauan,pelanggaran HAM, Korupsi, Kolusi, Konspirasi, Monopoli, Kemiskinan, Eko-sistem alam.dll. Banyak yang mencari keberutungan dengan hal hal yang bukan yang sejati, banyak yang ingin sukses tanpa ditemani oleh Tuhan (karena cara untuk itu tidak disebar luaskan )


Selain sebab utama di atas, pengaruh negatif akan menjadi lebih dahsyat bila kemasukan pengaruh dari iblis-syetan. Inilah akar masalah sebab kejadian mengapa semakin maksiat-semakin jaya. Ajaran Agama atau ajaran Kebaikan, justru dengan cerdiknya diplintir dimanfaatkan sebagai kedok untuk menjalankan aksinya. Sosok kejayaan banyak yang menjadi tokoh, secara halus atau kasar aksinya menghasilkan Perpecahan, Peperangan, Kemelaratan, jauh dari Perdamaian-Toleransi-Kemakmuran,dll. Lalu SOLUSINYA BAGAIMANA . . . .???.

Mereka yang belajar ilmu spiritual yang sejati pastilah paham, mereka yangs udah mulai bisa berinteraksi dengan cahaya sejati di dalam dirinya pastilah mulai bisa mengerti, mereka yang selalu berdampingan dengan Guru Sejatinya pastilah mulai tau, bagaimana rahasia keberuntungan hidup bisa didapat. Berdampingan selalu dengan Tuhan membuat hidup di dunia ini serasa hidup di surga.
TAUBAT dan MOHON AMPUNAN, SEMAKIN TERPURUK.

Energi menganut hukum kekekalan - alam semesta, kekal energinya sebagai posisi akhir. Mudah mengalami perubahan, berinteraksi, bersinergi, tergantung muatan jenis massa dan kecepatan potensialnya.

Kondisi energi setiap orang pada umumnya dalam konteks ini ada dua, yaitu : Energi Positif, berasal dari himpunan perbuatan baik/pahala, berupa butiran-butiran cahaya putih terang; dan Energi Negatif, berasal dari himpunan perbuatan tidak baik/dosa, dengan penampakan butiran-butiran cahaya hitam gelap.


Butiran-butiran cahaya terang ataupun gelap ini menempel pada badan energi dan badan jiwa lapis 5+6+7. Bila seseorang bertaubat dan mohon ampun atas dosanya dan ternyata mendapatkan ampunan,maka butiran-butiran cahaya gelap ini akan pecah musnah. Perhatikan, jadikan highlight, karena dari sini kita akan mulai memahami keberuntungan dan kesialan dalam hidup

Seiring pecahnya butiran cahaya hitam, terjadilah konsekwensi reaksi energi pada diri yang perwujudannya berupa hal-hal yang tidak menyenangkan jiwa dan raga(ekspresi hukum aksi-reaksi). Misalkan : sakit, kesialan, kehilangan, atau nasibnya di dunia ini mengalami keterpurukan/kesialan yang beruntun

Itulah sebabnya mengapa manusia sudah mulai sadar, ingin dijalan yang benar, bila mendapat pengampunan dari Tuhan, justru mengalami kesialan nasib yang membawa kepada keterpurukan. Bila anda tidak ingin mengalami keterpurukan semasa di dunia, ya mudah, yaitu jangan pernah minta ampunan/taubat, jalani saja upaya dunia : korupsi, kolusi, pembohongan, riba, kurangi timbangan, dll, anda dimata manusia mengalami Kejayaan atau SUKSES duniawi.

Bagi mereka yang sudah berdampingan dengan guru sejatinya pasti akan mengalami transformasi kesadaran, sehingga hidup akan semakin tenang dan damai, keberuntungan akan senantiasa hadir. Tidak lagi mencari sukses yang instan yang menghalalkan segala cara. Taubat akan dilakukan dengan tepat.

Hukum energi akan mulai dipahami, teori dan filsafat yang sebelumnya sulit untuk dimengerti akan mulai dipahami, bahkan kesialan yang tadinya hadir mulai menghilang berganti menjadi keberuntungan. Apakah anda sudah melakukan transformasi kesadaran sehingga bisa sampai pada sang guru sejati?

Silahkan ikuti program terapi jarak jauh pembersihan energi negatif ini :
Anda bisa hubungi saya setiap saat untuk mendaftar :
Coach Erlangga
Hp : 0812.9797.3166
W.a : 0896.3987.8115


Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar