Kesadaran spiritual kunci pencerahan dunia

Kesadaran spiritual adalah sebuah kunci bagi anda yang ingin dapatkan pencerahan dunia. Sebuah level dimana anda bisa terhubung pada percikan cahaya Tuhan di dalam diri. Lahir, kemudian hidup di dunia,dengan panca indera dan kesadaran fisik,tampak begitu jelas dan nyata tidak terbantahkan bahwa hidup di dunia adalah realita. Segala sesuatu diukur menurut logika,bila tidak masuk akal-fikir maka tidak bisa diterima sebagai kebenaran.

Cara pandang barat, segala sesuatu harus ilmiah, terukur dan dapat diterima oleh akal-fikir, hal ini menjadi alat pembenaran dan pengaruhnya mengglobal sampai di masyarakat kita. Pandangan ini tepat untuk urusan keduniawian, tetapi untuk urusan spiritual atau Ruh tidaklah demikian. Kuncinya ada pada transformasi kesadaran hingga pada level kesadaran spiritual.


Akal - pikir tidak mampu menjangkau spiritual atau Ruh,karena memang bukan wilayahnya dalam sistem kerja dari fungsi tubuh. Urusan spiritual wilayahnya adalah hati,dan yang mampu menjangkau adalah jiwa lapis 1,yaitu jiwa suci dengan perantara benang merahnya adalah '' KESADARAN ''

Seseorang yang telah sadar dan memahami Makna Hidup di Dunia,berarti telah '' Menemukan Pencerahan Dunia ''. Pola kehidupannya adalah : Hidup dalam kekinian, yah . . . .hidup adalah saat ini, setiap kali sadar . . . Hidup ya saat ini, sehingga dia bisa mengendalikan perbuatan nya pada saat ini, dan perbuatannya tersebut harus mengandung nilai-nilai positif bagi kehidupannya dan berdampak positif untuk sesama mahluk dan lingkungannya.

Bagi yang masih Mencari Pencerahan Dunia, pola kehidupannya : '' Hidup Dalam Perencanaan '' artinya dikendalikan oleh akal-fikir yang mengkaitkan masa lalu dan target masa depan. Dan bagi yang sudah menemukan pencerahan dunia, pola kehidupannya dikendalikan oleh Hati : Hidup Dalam kekinian.


Segera sadari dan hubungkan diri anda kepada percikan cahaya Tuhan yang ada di dalam diri anda, ini akan membuat anda memiliki kesadaran spiritual yang membuat perjalanan hidup anda di dunia menjadi lebih baik.

DUNIA ADALAH SEGALANYA.

Kemegahan,kemajuan teknologi, keindahan, permukaan bumi banyak dihiasi oleh mereka yang berprinsip Dunia adalah segalanya. Gantungkan cita-cita setinggi langit, raih kesuksesan, melebar lagi ke kekuasaan kelompok, golongan, bahkan mendominasi antar Negara, semua tercermin dalam visi-misi-strategi-program-aktifitas.


Jika saja banyak yang memahami bahwa kunci sukses hidup adalah terhubung kepada Tuhan sehingga kesadaran bisa ditingkan sampai pada level kesadaran spiritual, maka perjalanan hidup akan menjadi lebih bermakna dan bermanfaat untuk sekitarnya, untuk dunia yang lebih baik.

Dari sukses ke sukses dan ingin sukses yang lain, tak berkesudahan, menghantar terbentuknya hukum rimba modern, yang kuat memperdaya yang lemah, hak azasi manusia tercabik-cabik, kekacauan, perang, dan jiwa manusia seolah tak ada artinya.


Kaum beragama yang jadi tumpuan untuk membangun aura perdamaian, kasih sayang, kesejahteraan, kemulyaan, tetapi justru ikut memperparah konflik dengan makro program infiltrasi memperbanyak anggota masing-masing.

Beragama tanpa memiliki level kesadaran yang tepat akan membuat agama hanyalah menjadi alat atau sarana sukses ego pribadi/kelompok, amarah serta keinginan belaka. Ber-agamalah dengan sebenar benarnya, kenali Tuhan dan dapatkan kesadaran spiritual sebagai bekal memperdalam dan memahami ilmu agama.


Semua kejadian tersebut di atas berlangsung akibat mayoritas umat manusia persepsi kesadarannya ada pada Diri Palsu ( jiwa : ego+amarah+keinginan ). Hal ini bila tidak ada penyeimbang atau semacam gerakan spiritual secara masal dan global untuk mengadakan perubahan peningkatan kecerdasan kesadaran sehingga persepsinya ada pada level Jiwa Bijaksana, sungguh suatu kondisi yang sangat memprihatinkan.

Saatnya menyatukan langkah  dalam upaya meningkatkan martabat, kesejahteraan dan perdamaian umat manusia di muka Bumi ini melalui gerakan spiritual secara Quantum dalam proses evolusi pematangan jiwa manusia. Mari lakukan transformasi kesadaran sampai pada level kesadaran spiritual atu bahkan sampai pada Kesadaran Tuhan



Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar