1 golongan gila dan 2 golongan extreme


Kehidupan tanpa iman pada keberadaan Tuhan Yang Maha Segalanya, pada akhirnya adalah kehidupan yang tanpa dorongan, motivasi ataupun tujuan.

Di antara kita ada banyak orang yang dianggap sebagai ateis dan meskipun demikian mereka tampaknya sangat sukses dalam hidup mereka, bahkan dengan hubungan yang harmonis dengan keluarga dan teman-teman mereka. Mereka ini bahkan mungkin orang-orang yang bekerja sama dengan baik dalam kelompok sosial mereka dan memberikan manfaat kepada orang lain.

However, they do not possess the momemtum that inspires their actions and their decisions towards higher goals.

Ketika mereka terguncang oleh badai dunia ini, aturan moral mereka hancur dan cara mereka melihat kehidupan mereka tersandung, karena mereka seperti tukang bangunan yang membangun fondasi rumah dari tepung terigu ( fondasi palsu ).

Individu-individu ini menempatkan harapan dan kekuatan mereka pada diri mereka sendiri dan ketika mereka menghadapi tantangan di mana mereka mencapai batas daya tahan fisik, pikiran dan jiwa manusia mereka, mereka menemukan diri mereka terapung apung, seolah mereka terapung di samudera luas tak berbatas, tanpa tau mau kemana – tanpa tau aliran air membawa mereka kemana, tanpa tujuan yang jelas.

In their spiritual blindness they can’t understand the real power of dynamic faith during a human life.

Di sisi lain, kamu akan menemukan orang-orang yang menerima semuanya tanpa pertanyaan. Mereka adalah orang-orang yang lebih mudah dikendalikan oleh para pemimpin agama mereka dan politisi yang tidak bermoral yang berusaha mempromosikan agenda untuk kepentingan mereka dan kelompok mereka sendiri,

They forgetting their initial purpose of showing a better way to lifting the faith to their siblings.

Mereka adalah orang-orang yang hidup 'oleh buku' dan telah mengkristal kebenaran dalam hati mereka, mengubah kebenaran ini menjadi beban berat yang mencegah mereka untuk melihat ke luar dan memahami bahwa kebenaran tumbuh, berkembang dan lebih dipahami melalui pengalaman hidup dan tuntunan dari Tuhan yang interaktif yang datang dalam hati manusia yang memahami dan mengarungi dunia spiritual. ( coba bedakan antara religion dan spiritual, karena keduanya sangatlah berbeda )

Sebentar,.... masih ada golongan yang lain lagi, golongan ini gak kalah extremnya. Karena golongan ini selalu terlihat terseyum dan rileks dalam kondisi appaun, mungkin mereka ini yang khalayak umum sebut sebagai golongan orang orang gila yang unik.

Di tengah-tengah antara dua goloingan ekstrem yang saya sebutkan sebelumnya, Kita akan menemukan banyak manusia di dunia ini yang mencari dengan tulus untuk mengetahui lebih banyak tentang tujuan mereka dalam kehidupan dan apakah ada sesuatu yang lain di luar dunia material.

Ketika mereka mencari dengan kejujuran dan berharap akan kebenaran tentang Tuhan ( atau mungkin, bisa jadi mereka mencari tuhan yang berbeda dari yang dikenal orang, yang bukan maha pemarah dan penghukum, yang bukan maha pencemburu dan maha menakutkan ) , mereka tidak terhindarkan menemukan-Nya, dan di tempat yang paling tidak mereka harapkan sebelumnya- tepat di dalam diri mereka sendiri, selalu hadir, selalu mendengarkan dan selalu bersedia untuk menawarkan segala sesuatu yang mungkin dibutuhkan oleh manusia, untuk mencapai potensi maksimalnya, yang ternyata malah membuat mereka – kembali pada saat dahulu kala, saat dimana mereka baru diciptakan


Para pencari kebenaran yang jujur ​​ini adalah orang-orang yang mengamati bagaimana kehidupan mereka berubah dan bagaimana di dalam pikiran mereka nilai-nilai dan makna baru diungkapkan untuk memahami hidup dan mengisi tindakan mereka dengan tujuan ( yang lebih besar dan tinggi daripada hidup mereka sendiri, daripada material saja ). Mereka telah menempatkan kekuatan mereka dalam Percikan Cahaya Tuhan yang ada dalam diri mereka sendiri dan ketika mereka dilanda pasang surut kehidupan ini, kapal mereka tetap terapung, karena mereka mempercayakan kemudi kapal mereka di tangan Nahkoda.

Nahkoda yang Tahu secara nyata jalan mana yang merupakan terbaik, dan cara yang paling sempurna. Mereka yang mau mencari, kemudian bisa kenal dan berinteraksi dengan sang Nahkoda inilah yang selalu keluar sebagai pemenang bahkan dalam kekalahan, karena ketika mereka melihat bahwa sumber daya dan kekuatan manusia mereka telah gagal, mereka menemukan bahwa mereka ada di tangan Nahkoda yang sempurna dalam semua tindakan-Nya dan bahwa mereka tidak akan pernah kekurangan apa pun, mereka  akan menjalani kehidupan yang benar-benar penuh dengan bersemangat dan kebahagiaan.


Bagi saya pribadi, nahkoda ini adalah navigator hidup saya


Baca artikel ini : Interaksiku adalah ibadahku

Bagi orang-orang gila  yang beruntung ini yang mencari dan menemukan, yang bertanya dan menerima, yang tahu tentang kenyataan tanpa permulaan dan dengan takdir kekal, gagasan tentang alam semesta tanpa Tuhan akan tampak absurd dan tidak masuk akal.

Bagi manusia kebanyakan, mereka disebut denbgan orang gila, karena mereka selalu berusaha masuk ke dalam diri mereka sendiri mencari pertolongan, dimana sebagian besar orang bergerak keluar mencari pertolongan pertama kedua dan terakhir pada manusia yang lain.
Bila manusia yang lain khwatir karena tabuangan atau simpanannya mau habis, atau bahkan masih banyak, maka manusia manusia gila ini tak pernah khawatir pada saat simpanannya sudah habis,..gila...mereka memang gila.

Dalam Pengalaman hidup mereka sendiri, mereka mengamati bagaimana mereka secara progresif mengendalikan kecenderungan dan ketakutan dari pikiran dan diri palsu ( bagian dari jiwa, yaitu jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan , anda bisa membaca mengenai Diri Palsu di artikel berikut ini : Diri Palsu ) mereka sendiri untuk berubah menjadi makhluk baru dengan kualitas yang tidak akan mampu mereka bayangkan sebelumnya, ini merupakan bukti sesungguhnya tentang keberadaan dan cinta Tuhan .

Merekalah yang menunjukkan iman yang benar dan dinamis, yang tidak hanya menerima apa yang mereka dengar dari orang lain, tetapi harapan untuk bergantung  kepada Guru, Nahkoda dan Navigator yang ada di dalam diri mereka sendiri – Guru, nahkoda serta navigator ini adlaah percikan cahaya Tuhan – inilah bagian dari Tuhan yang diberikan kepada kita sebagai modal kehidupan, 

sebuah cara bagi kita untuk terhubung dan berinteraksi kepada Tuhan, Sang maha segalanya. inilah yang menunjukkan Kehadiran Tuhan dalam manusia – Inilah sebuah cara untuk menang dalam setiap situasi kehidupan yang dihadapi. Inilah sebuah cara untuk bergerak lebih dekat kepada Sang Pencipta.


Setiap saat ketika kubernafas
Aku melihat dirimu dan rasa bahagia itu muncul
Karena hatiku penuh denganmu
Penuh dengan  semuanya tentangmu
Cintamu
Kasihmu
Kehendakmu
Janjimu
Dirimu selalu memenuhi segalaku
Semenjak ku belum lahir sampai sekarang ini
Terimakasih buatMu
Karena sekarang aku mampu,
untuk bersaksi dan memuji mu
Mulialah Dirimu
Dengan SegalaMu yg ada padaku
Terima kasih

Navigatorku

Tuhanku






Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar