Belajar Spiritual 6 - Cuma Kamu

Belajar Spiritual adalah belajar mengenai fondasi hidup, Hal yang paling mendasar yang perlu kita perkuat dan terus perbaiki adalah pemahaman bahwa TUHAN ITU ESA. 

Tuhan Itu Esa, Tuhan itu Tunggal, Singular, walaupun sering disebut dengan berbagai nama

Yang Abadi, satu-satunya Makhluk, tidak ada yang ada kecuali Dia.

Tuhan yang Maha Esa adalah Tuhan dari setiap kepercayaan. 

Bagi para pecinta Tuhan, apakah sang pecinta ini seorang sufi? ah ..penggolongan nama hanyalah membuat sang pecinta menjadi tak bebas ruang geraknya dalam bercinta dengan sang Maha Cinta - jika anda ngobrol dengan sang pecinta, maka mereka berkata : belajar merasakan aliran vibrasi dan energi cinta yang ada di dalam dirinya adalah belajar spiritual, belajar ilmu spiritual yang sejati bagi mereka adalah proses pacaran dengan sanga maha Cinta, sampai pada saatnya mereka menjadi orang yang berbahagia karena cintanya sudah terbalaskan.

Nama tidak ada bedanya bagi sang pecinta. Allah, Tuhan, Gott, Dieu, Brahma, atau Bhagwan, semua nama ini dan lebih banyak lagi adalah nama-nama Sang Maha Cinta; namun bagi sang pecinta, Tuhan melampaui batasan nama. Sang Pecinta melihat Tuhannya di matahari, di dalam api, di dalam berhala yang disembah oleh berbagai sekte; dan dia mengakui Dia dalam semua bentuk alam semesta, namun mengetahui Dia berada di luar semua bentuk: Tuhan di dalam semua, dan semua di dalam Tuhan, Dia adalah Yang Terlihat dan Yang Tak Terlihat, Satu-Satunya Wujud. Tuhan bagi sang pecinta bukan hanya keyakinan religius, tetapi juga cita-cita tertinggi yang dapat dibayangkan oleh pikiran manusia.

Baca juga artikel : 

Belajar Spiritual 5 - Memahami Bekerjanya Ruh Semesta

Dalam satu kondisi, yang umumnya diawali oleh proses pencerahan ( bisa pencerahan jiwa ataupun pencerahan spiritual ) dimana lapisan lapisan jiwa ter sinari atau teraliri energi cahaya murni ( ada yang menyebut sebagai energi spiritual - energi kundalini ) yang berasal dari bagian RUH atau Percikan Cahaya Tuhan di dalam diri, maka sang pecinta yang ngakunya sedang belajar spiritual, belajar ilmu spiritual yang sejati, bisa melihat dan merasakan ( atau bahkan ada yang bisa berinteraksi ) dengan cahaya Tuhan yang bukan saja ada di dalam dirinya, tapi juga di setiap mahluk. Cahaya Tuhan ini sering juga disebut sebagai cahaya diatas cahaya - Divine Light. Bila cahaya ini aktif dan mengaliri lapisan jiwa sampai pada logika, maka.... bisa jadi Kesadaran Tuhan dalam diri aktif, inilah Sang Guru Sejati yang banyak dicari cari. Navigator kehidupan kita semua. 

Sang pecinta yang sedang belajar spiritual, bisa saja melupakan diri sendiri, sadar ataupun tidak,  dan ini bertujuan untuk mencapai cita-cita ilahi - Kehendak Tuhan - Divine Will, sehingga sadar ataupun tidak sang pecinta terus-menerus menjalani kehidupan di jalan cinta dan cahaya. 

Di dalam Cahaya Tuhan, sang pecinta melihat kesempurnaan dari semua yang ada diluar jangkauan persepsi manusia normal, namun dia tahu Dia berada di atas jangkauan manusia yang sedang jatuh cinta. Dia memandang-Nya sebagai kekasih dari kekasihnya. dan menganggap semua hal dalam hidup ini berasal dari-Nya, dengan kepasrahan yang tampaknya saja sempurna - bagi yang berjalan di jalur cinta ini. Bagi dia, nama suci Tuhan adalah obat bagi pasien. Pikiran ilahi adalah kompas yang digunakannya untuk mengarahkan kapal ke pantai keabadian. Cita-cita Tuhan bagi seorang pecinta sebagai pengangkat yang dengannya dia mengangkat dirinya ke tujuan abadi, yang pencapaiannya adalah satu-satunya tujuan hidupnya.

Jika kita belajar spiritual seperti sang pecinta, tentu saja sang guru sejati yang akan mengajari secara langsung, sang guru inilah yang akan mengarahkan dan mengajarkan pelajaran pelajaran yang dibutuhkan secara langsung, inilah belajar dalam kesadaran, ada interaksi dari tiap kesadaran yanga da di dalam diri kita. Interaksi antar kesadaran logika - kesadaran jiwa (7 lapis kesadaran jiwa) - kesadaran Ruh ( 3 lapis kesadaran Ruh ).

Dan seringkali terjadi, bukan hanya satu atau dua kali saja ya, sang pecinta mendapatkan bahwa sang kekasih berada dalam dirinya sendiri, bisa juga berpindah ke diri yang lain, mahluk lain, terkadang SangKekasih ada di langit, ada di air, ada di batu, kucing peliharaannya, air mandinya, istri sebagai pasangan hidupnya, rekan bisnisnya,.....sang kekasih ada di mana mana,... 

Baca juga artikel : 

Belajar Spiritual 4 - Membawa Kesadaran Pada Keseharian

Bila saja sang Guru Sejati tak memandu, bisa jadi jiwa ego dan jiwa keinginan akan perkeruh suasana, akan ada jebakan cinta ego atau cinta keinginan, cinta yang dikendarai oleh nafsu yang tak terkendali, bukan kekasih sejati yang didapat, tapi malah masalah hubungan sosial, bukan pasangan hidup menjadi makin lengket dan membawa pada ridho dari kekasih pujaan sejati, tapi malah jauhkan diri dari yang dimaui. 

Karena Dia sang Kekasih pujaan Hati itu Tunggal, ESA, Tak ada yang lain, maka tak ada yang lain lagi, ya hanya dia, walapun dia bisa muncul dimana saja, di dalam tiap lapisan kesadaran diri yang ada pada diri sang pecinta ataupun yang lain. 

Dimanapun Sang Kekasih muncul, respond dari hati sang pecinta yang ngakunya sedang belajar spiritual tetap sama, rindu, kangen, bahagia, damai, dan lain sebagainya rasa yang tak terdefinisikan oleh logika. 


Kamu ya Kamu


Dalam kerumunan,

Dalam banyaknya individu,

Dalam banyaknya pikiran,

Dalam banyaknya rasa yang hadir.


Kamu ya tetap Kamu.


Tetap saja begitu,

Tak berubah walapun ada banyak momen,

Tetap saja begitu ,

Dalam banyaknya kehadiran,

Kamu,..

Ya tetap satu,

Walaupun ada banyak nama ,

Walapun ada banyak wujud,

Walapun ada banyak sifat,

Tetap saja tunggal,

Esa.

Tak ada yang menyamai,

Meskipun itu sifatmu sendiri,

Meskipun itu wujudmu sendiri,

Meskipun itu namamu sendiri,

Kamu ya tetap kamu,

Lebih dari segalanya.


Kamu ya tetap Kamu.

Bukan yang lain,

Asalku, ya dari kamu,

Kembaliku, ya ke kamu,

Jalanku ke arahmu, ya dengan Kamu.


Wahai Kamu,..

Hadir,..

Hadir,..

Hadir,..

Hadir ya...selalu,

Kamu ya tetap kamu.. 

........

 [ Erlangga Asvi ]


Baca kisah "Sang Pecinta" yang berikutnya

Cuma Kamu Guru Sejati


Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. saya belum bisa membedakan cinta yang benar dan cinta yang nafsu, apa bedanya?
    pasti sangat menyenangkan jika bisa merasakan cinta dari sang maha cinta. Terimakasih sudah sharing mas Erlangga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masuklah dulu ke dalam kondisi rileks agar bisa tenang, dalam kesadaran jiwa tenang semuanya akan mulai jadi jelas, mana yang sejati, mana yang palsu....

      Terimakasih sudah membaca artikel saya. Selamat menikmati.

      Hapus