Belajar Spiritual 9 - Cuma Satu Aturan Kepercayaan

Dalam belajar spiritual, para pecinta Tuhan memiliki satu aturan kepercayaan, aturan itu adalah kemajuan yang teguh ke arah yang benar menuju cita-cita, yang memenuhi tujuan hidup setiap jiwa.

Aturan Kepercayaan ini disebut juga sebagai Agama, Agama dalam bahasa Sansekerta diistilahkan sebagai Dharma yang artinya kewajiban. Kewajiban setiap Pecinta Tuhan adalah melakukan aturan aturan yang membuat para pecinta bisa teguh dalam jalan cahaya spiritual yang membawa mereka ada - langsung di hadirat Sang Pujaan Hati, kumpulan aturan ini juga membuat para pecinta bisa berinteaksi dengan sesama, semacam aturan sosial yang dasarnya sebenarnya adalah interaksi antara sang pecinta dan pujaan hatinya yang ditemukan di setiap mahluk di Alam Semesta Raya ini.

Para pecinta Tuhan yang sedang belajar spiritual mengerti akan hal ini, ini bukan hal yang diperdebatkan, karena aturan laku spiritual atau ibadah individu dan ibadah sosial sebenarnya muncul dari komunikasi dan interaksi antara sang pecinta dengan pujaan hatinya. Tapi karena tak setiap indivu memiliki tingkat kesadaran jiwa dan kesadaran spiritual yang sama dengan sang pecinta, maka dibuatlah aturan agar semua tak saling tabrakan dan tumpang tindih

Kumpulan aturan kepercayaan ini sebenarnya juga adalah sebuah tips dan trik bagi mereka yang sedang belajar spiritual, yang ingin mengasah hatinya lagi, baik itu khalayak umum ataupun sang pecinta sendiri, agar bisa lebih merasakan, berinteraksi dan memahami dan mengikuti kehendak sang Pujaan hati, Sang Guru Sejati, Sang Cinta Dari Segala Cinta.

Setiap jiwa lahir untuk "tujuan" tertentu, dan cahaya sejati yang menyingkap "tujuan" itu bersinar di dalam dirinya sendiri

Ini mungkin bisa menjelaskan mengapa para pecinta ini memiliki toleransi yang terkesan absolut,  dalam toleransinya para pecinta mengizinkan setiap orang untuk memiliki jalan spiritual jiwanya sendiri, dan tidak membandingkan prinsip orang lain dengan jalannya sendiri, tetapi memungkinkan kebebasan berpikir bagi semua orang, karena sang pecinta sendiri adalah pemikir bebas. kebebeasan yang sebenarnya juga tidak sebebas itu, karena para pecinta tau bahkan beberapa sudah pernah ada di ujung jalan tersebut.

Baca juga artikel tentang sang pecinta : 

Cuma Kamu

Hanya ada satu Tujuan, itulah Sang Kekasih Pujaan Hati, ada banyak jalan menuju Sang Kekasih Pujaan Hati dan di semua jalan itu Sang Guru Sejati hadir memandu.

Inilah agama hati, agama cinta, yang benar benar dipelajari, dipahami dan dipraktekkan oleh para pecinta Tuhan. Mereka belajar mendefinisikan hatinya sendiri, memetakan yang mana nafsu nafsu, yang mana jiwa ego - jiwa amarah dan jiwa keinginan, mana yang jiwa tenang, mana yang jiwa suci, jiwa murni, dan jiwa bijak. 

Kesemuanya itu adalah kelengkapan hati yang tak mungkin dihilangkan, tapi para pecinta dengan energi cinta dari sang kekasih pujaan hati, dengan bimbingan langsung dari sang guru sejati berusaha untuk mengatur dan mengendalikan bagian bagian tersebut sebagai sarana atau alat berbagi cinta sang kekasih, mereka sadar bahwa mereka hanya dipakai sebagai sarana berbagi cinta pada sesama oleh sang kekasih pujaan hati, dan ini bisa terjadi manakala diri mereka sudah teratur dan terkondisi.

Dan untuk mengatur diri ( berlatih  - belajar spiritual - praktek langsung ) ini para pecinta melakukannya dengan sangat  teratur dan terkesan keras pada dirinya sendiri,

lihatlah mereka - para pecinta yang mungkin bisa dikategorikan sebagai seorang sufi bagi khalayak umum, lihatlah seperti apa mereka mengatur dirinya sendiri agar memiliki kepantasan kualitas diri dihadapan sang kekasih pujaan hati. Ini dilakukan agar para pecinta bisa dipakai sebagai sarana berbagi cinta, dipakai sebagai kepanjangan tangan, kepanjangan hati sang kekasih pujaan hati dalam menebarkan cinta dan kasih sayang pada seluruh mahluk di setiap dimensi alam semesta raya ini.  

Baca juga artikel tentang Sang Pecinta : 

Cuma Kamu Guru Sejati

Agama atau Dharma, dalam konsepsi seorang pecinta yang sedang belajar spiritual, adalah jalan yang menuntun manusia menuju pencapaian cita-citanya, baik itu duniawi ataupun juga surgawi. Dosa dan kebajikan, benar dan salah, baik dan buruk tidak sama dalam kasus setiap individu; mereka sesuai dengan tingkat evolusi dan keadaan kehidupannya. Oleh karena itu, para pecinta tidak terlalu memperhatikan nama agama atau tempat ibadahnya. Semua tempat dianggap cukup suci untuk beribadah, dan semua agama menyampaikan risalah cinta kepadanya, inilah agama jiwanya.


Wahai kekasih Pujaan Hati

Ketika di masjid aku melihatmu

Ketika di pura aku melihatmu

Ketika di gereja melihatmu

Ketika di kuil aku tetap melihatmu

Ketika di candi aku masih melihatmu

Ketika di pasar aku juga melihatmu

Ketika ditempat hiburan akupun melihatmu 

Ketika ku sendiri engkau masih tetap terlihat

Dimanapun engkau ada, cinta dan kasih sayang yang kurasakan ditempat itu

Kemana mana tetap kubawa hati ini

tempat merasakanmu

tempat kita berinteraksi

tempat kita bercinta

tempat yang paling suci

inilah aturan bagi kami para pecinta sang satu

Aturannya cuma ada satu

Dimana mana ada kamu

karenanya semuanya adalah kamu

Kekasih sejati pujaan hatiku

Jika anda belajar spiritual dengan guru sejati, maka pastiunya anda belajar ilmu spiritual yang sejati, maka anda pastinya seorang pecinta, seorang pecinta biasanya beragama cinta.

Tidak ada kecuali Sang Kekasih Pujaan Hati yang dicintai dalam hal-hal yang ada. Dialah yang termanifestasi di dalam setiap pecinta di mata setiap pecinta - dan tidak ada hal yang tidak ada yang bukan pecinta. Jadi, alam semesta adalah kumpulan dari semua pecinta dan pecinta, dan semuanya kembali kepada-Nya - Sang Maha Cinta ... 

Tidak ada yang mencintai dengan tulus siapa pun kecuali Sang Kekasih Pujaan Hati sendiri, tetapi dia terselubung dari-Nya oleh cinta untuk Zaynab, Sarah, Ratna, dunia ini, uang, pangkat, jabatan, dan segala sesuatu yang dicintai ( kemelekatan duniawi ) di dunia.

Agama Cinta

Dia - Sang Kekasih Pujaan Hati mencintai semua nya yang ada di Alam Semesta Raya ini tanpa kecuali dan, karena Dia merupakan pencipta dan sumber semua dan segala sesuatu pastinya diciptakan dengan keindahan. Kenapa? karena Dia mencintai keindahan. 

Baca juga artikel tentang Sang Pecinta :

Cuma Satu Kitab Sejati

Ketidakmampuan umum manusia ( seorang pecinta ) untuk memahami objek cinta mereka yang sebenarnya mengarah ke prinsip dasar dari Agama Cinta. Meskipun Sang Kekasih Pujaan Hati mencintai semua pecinta  tanpa syarat, Dia juga mencintai mereka dengan syarat.

Pintu cinta bersyarat Sang Kekasih Pujaan Hati dapat terbuka hanya ketika orang telah memahami prinsip kesatuan sejati - antara Pecinta dengan Sang Kekasih Pujaan Hati, fakta bahwa tidak ada yang dicintai oleh Semua Pecinta selain Sang Kekasih Pujaan Hati. Pada titik ini setiap pecinta perlu mengumpulkan akal tentang diri sendiri dan fokus pada objek cinta sejati yang sebenarnya. 

Mencapai fokus tidak mungkin tanpa bantuan dari Sang Kekasih Pujaan Hati yang transenden, karena Dia jauh melampaui kemampuan manusia untuk memahami apa yang Dia inginkan tanpa instruksi eksplisit-Nya. 

Oleh karena itu orang harus mencari bantuan yang telah Dia berikan secara langsung pada semua diri pecinta, itulah percikan cahayanya, itulah percikan Maha Cahaya CintaNya, yang bila bisa diakses maka akan mencerahkan diri pecinta dan membuat aktifnya kesadaran ilahiah, ini juga dikenal sebagai Guru Sejati. Inilah yang didamba setiap pecinta yang sedang belajar ilmu cinta - belajar spiritual - belajar ilmu spiritual yang sejati  - belajar cinta.  

Dengan kata lain, jalan untuk mewujudkan cinta sejati kepada Sang Kekasih Pujaan Hati  dan menjadikan diri pecinta layak untuk cinta mendapatkan bersyarat-Nya adalah dengan mengikuti bimbingan-Nya - yang muncul dari Guru Sejati yang ada di dalam diri setiap pecinta.

Baca juga kisah Sang Pecinta : 

Sang Pecinta Gila

Sang Kekasih Pujaan Hati mencintai Kita semua - kita semua yang menjadi pecintanya tanpa syarat, dan buah dari cinta-Nya bagi kita, adalah bahwa kita ada, dan kita bisa dan mampu untuk belajar spiritual  - punya niatan mencintai Sang Kekasih Pujaan Hati. Keberadaan kita - eksistensi kita sebagai manusia - sebagai ciptaan dari Sang Kekasih Pujaan Hati - Sang Maha Cinta.


Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. cinta......oooh cintaaa... ha ha ha bersambung kan artikelnya? kapan sambungannya di posting nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini pasti,......hahahhaha
      Artikel beikutnya nunggu cinta datang menghampiri lagi ya.. pelase wait.

      Hapus