BannerFans.com

Menjadi Pemenang Kehidupan Dengan Ilmu Spiritual Energi

Anda ingin menjadi pemenang kehidupan anda sendiri? Menang dalam setiap permainan yang muncul dalam jalannya kehidupan anda sendiri? Menjadi juara atas permainan kehidupan yang muncul dari waktu ke waktu sebenarnya adalah bakat kita semua.

Menang Sepanjang Waktu dalam Permainan Hidup Kita, adalah bakat yang terpendam dalam diri kita. Bakat yang muncul karena kita memiliki potensi hebat yang diberikan langsung oleh Tuhan, potensi yang diberikan kepada setiap mahluk hidup, setiap ciptaan.

Untuk menang, Anda harus berpikir seperti seorang pemenang. Banyak orang ingin menang, tetapi mereka tidak memiliki apa yang diperlukan untuk menang. Sungguh lucu bagaimana mereka hanya bercanda tentang kemenangan ketika mereka bahkan tidak tahu apa yang mereka lakukan sama sekali. Ada satu faktor penting yang membedakan pemenang dari pecundang, dan itu adalah cara mereka berpikir. Pemenang memiliki sikap menang. Kebanyakan orang keliru tentang apa itu sebenarnya, dan itulah sebabnya hanya beberapa yang menang lebih banyak daripada yang lain sepanjang waktu di setiap tempat.

Menjadi pemenang kehidupan adalah apa yang seharusnya kita lakukan, karena kita memiliki modal yang cukup untuk itu. 

Itulah potensi energi spiritual, potensi energi spiritual ini adalah apa yang akan dibangkitkan dan dioptimalkan bila anda belajar ilmu spiritual berbasis energi. Dengan energi spiritual yang cukup, maka kesadaran kita akan bertransformasi masuk pada kesadaran jiwa tenang, dalam keadaran jiwa tenang, kita akan bisa mengatur lapisan lapisan jiwa serta pikiran.

Pemenang berpikir secara berbeda dari kebanyakan orang, dan itulah alasan mengapa mereka menang. Orang yang memiliki cara berpikir lain, sama sekali tidak menang. Untuk mengetahui mengapa banyak orang kalah, Anda harus mengetahui mentalitas pecundang. Segala macam pemikiran yang mengakibatkan orang tidak menang adalah mentalitas pecundang. Waspadalah bahwa sebagian besar dari apa yang dikenal sebagai pemikiran biasa sebenarnya adalah pemikiran pecundang. Cukup jelas sebenarnya, karena jika pemikiran biasa adalah pemikiran pemenang, maka semua orang yang Anda kenal pasti sudah menang.

Baca artikel : 

Cara Memperbaiki Diri Dengan Hukum Transmutasi Energi

Jika kesadaran kita ini ada pada kesadaran logika, maka kita akan dikendalikan oleh dirim palsu kita sendiri. Diri palsu adalah lapisan jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan. Diri palsu inilah yang juga membuat pikiran bekerja tanpa arah yang direncanakan. Ada banyak asumsi atau prasangka yang menjebak kita. Inilah yang membuat kita menjadi pecundang dalam hidup kita sendiri. Menjadi pemenang kehidupan seolah olah tak mampu kita dapatkan bila kita sedang berada pada kesadaran diri palsu. Pesimistis akan menjadi sifat kita.


Tapi tidak, bukan itu masalahnya. Itulah sebabnya jika Anda ingin menjadi pemenang, kehidupan Anda harus mendobrak semua cara berpikir yang tidak masuk akal bahwa hampir setiap orang yang tidak tahu apa-apa telah membeli dan membuat orang lain ikut juga. Sebagian besar pemikiran ini disamarkan sebagai cara berpikir yang benar. Beberapa orang sampai kecewa dengan berpikir bahwa ini sebenarnya adalah cara berpikir pemenang. Tetapi kenyataannya banyak dari pemikiran ini dimaksudkan untuk membuat Anda menjadi pecundang yang baik seperti mereka, dan tidak lebih dari itu.

Eh sebentar, bagaimana mau mengatur pikiran dan mengarahkannya ke arah yang sesuai rencana, bila kita tak tau yang mana pikiran, sudahkah pernah mencoba menyadari pikiran? Sudahkah pernah tau bila kita sedang berpikir a atau b, atau c atau d, atau apalah..pernahkah? jangan jangan malah Anda dikendalikan sepanjangw aktu oleh pikiran Anda sendiri.

Bagaimana mau menjadi pemenang kehidupan bila pikiran tak diatur dengan baik. 

Pikiran bekerja memanfaatkan informasi yang dibawa masuk oleh panca indera, kemudian diproses dan disimpulkan berdasarkan data data yangs udah ada sebelumnya. Kesimpulan yang diambil ini bisa jadi salah, dan sebagian besar ya salah, dan kesimpulan yang salah ini yang kita jadikan pedoman, kita bergerak dan bertindak, berdasarkan kesimpulan itu,…kemana arahnya?

Seperti biasanya, kesitu situ aja, berputar putar tak jelas, random, acak. Beginilah jalannya kehidupan kita semua, menjadi pecundang kehidupan.

Baca juga artikel : 

7 Lapis Kesadaran Jiwa Manusia

Untuk menjadi pemenang kehidupan, maka cobalah untuk belajar ilmu spiritual berbasis energi, supaya energi spiritual aktif dan meningkatkan kesadaran Anda, bertransformasi dari kesadaran logika, kemudian masuk pada keadaran jiwa tenang dan pada akhirnya masuk pada kesadaran spiritual. Jika kita bisa melewati kesadaran logika maka kita akan mulai bisa menaydari pikiran dan akhirnya mengarahkan pikiran ke arah yang direncanakan. Dengan kesadaran jiwa tenang kita akan bisa mengatur dan mengendalikan lapisan lapisan jiwa, sehingga tak lagi terjebak oleh jiwa ego, jiwa amarah dan jiwa keinginan. Inilah modal kita untuk bisa menjadi pemanang dalam setiap permainan kehidupan yang  kita alami.

Setiap kejadian yang kita alami setiap harinya adalah ajang praktek ilmu spiritual, dari sanalah pengalaman spiritual dalam kehidupan diperoleh. Setiap pengalaman spiritual membawa hikmah atau nilai nilai yang bisa membuat diri kita menajdi lebih baik dari sebelumnya. Bila sebelumnya kita menajdi pecundang dalam permainan kehidupan ( di momen yang sudah berlalu ) maka selanjutnya bisa jadi kita akan menjadi pemenang.

Menjadi pemenang kehidupan adalah bakat kita, tak pernah menyerah, jatuh dan bangun kemudian berjuang lagi, mengalahkan pikiran dan perasaan kita sendiri. Melawan diri palsu kita sendiri.

Taukah anda? Bahwa mentalitas pecundang itu lahir dari kenyamanan semu/kenyamanan palsu yang muncul dari lapisan jiwa ego? Sadarkah kita bahwa kita sering dikalahkan oleh itu? 

Taukah anda bahwa semangat kita setiap hari itu berawal dari aktifnya jiwa amarah? Bila dikendalikan dengan baik maka ia akan menjadi sebuah pendorong untuk hadirnya percepatan?

Taukah Anda apabila jiwa keinginan bisa dikendalikan maka kita punya arah dan rencana yang tepat dalam kehidupan?


Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar