PROGRAM LAYANAN

BannerFans.com

Past Life: Memori Kehidupan Sebelumnya, Perjalanan Jiwa, Starseed, dan Misteri Kesadaran

Sejak masih kecil aku sudah mulai mengalami fenomena pembacaan lapisan memori past life, atau kehidupan masa lalu Jiwa.

Beruntungnya, aku tumbuh bersama seorang Bapak yg juga mempelajari dan memahami hal-hal semacam ini.

Beliau seorang insinyur, healer, praktisi energi spiritual, dan pernah menjadi instruktur/guru dalam keilmuan yg dipelajarinya. Setelah itu beliau mengembangkan keilmuannya sendiri yg kemudian disebarkan secara privat. Keilmuan inilah yg akhirnya aku pelajari, kembangkan, sekaligus teruskan sampai sekarang, yaitu Ilmu Energi Spiritual Nusantara.

Oh ya, almarhum Bapak juga seorang muslim yg taat.

Menarik kan?

Seorang insinyur yg terbiasa berpikir teknis, memahami sistem, mekanisme, dan logika, tetapi juga membuka ruang kesadaran untuk mengeksplorasi dunia mistis.

Bukan cuma fenomena di dalam diri, seperti Jiwa, Ruh, dan Percikan Cahaya Tuhan (PCT), tetapi juga fenomena supranatural di luar tubuh, interaksi kesadaran antarmakhluk, sampai kemungkinan kehidupan serta interaksi lintas planet.

Jadi sejak kecil aku bukan hanya mendapatkan pengetahuan mengenai dunia spiritual, tetapi juga kesempatan untuk mengalami dan mempelajarinya melalui latihan.

Dan inilah yg menurutku sangat berharga.

Karena belajar spiritualitas bukan hanya urusan mengumpulkan pengetahuan di Pikiran.

Ada pengalaman yg perlu didapatkan sendiri.

Setelah itu baru kita belajar mengenali, membandingkan, serta memahami bagaimana mekanismenya.

Pengalamannya dulu. Pengetahuannya menyusul.

Dan ternyata setelah puluhan tahun, masih banyak juga yg bisa dieksplorasi. Hehehe... asyeeeeek, luas sekali wilayah penjelajahannya. 😂

Salah satunya mengenai past life.

Past Life, Reinkarnasi, dan Memori Jiwa

Dalam berbagai tradisi spiritual, past life berkaitan dengan reinkarnasi, yaitu perjalanan Jiwa yg mengalami kehidupan melalui tubuh yg berbeda.

Aku sudah pernah membahasnya dalam artikel Kehidupan dan Reinkarnasi tahun 2018.

Kemudian pada 2020, aku kembali menuliskan sebagian pengalamanku dalam Pengalaman Spiritual: Kita Adalah Kesadaran, Bukan Tubuh Ini.

Kalau mengikuti tulisan-tulisan lamaku, kamu akan menemukan bagaimana eksplorasi ini berkembang dari waktu ke waktu.

Buatku pribadi, keberadaan Jiwa dan perjalanan kehidupan sebelumnya bukan lagi sekadar teori yg sedang kucari untuk dipercaya.

Aku sudah mempunyai keyakinan spiritual mengenai hal tersebut, dan pengalaman-pengalaman yg selama ini menjadi bagian dari proses pembelajaranku.

Tetapi ada sesuatu yg menurutku lebih penting untuk dibagikan.

Bagaimana orang lain bisa mulai mendapatkan pengalaman dan mengenali Kesadaran Jiwanya sendiri?

Karena kalau aku hanya menceritakan pengalamanku, kamu akhirnya hanya memiliki cerita milikku.

Kamu bisa percaya. Bisa juga tidak.

Tetapi kalau kamu mendapatkan pengalaman sendiri, ada sesuatu yg bisa kamu amati secara langsung.

Nah, di sinilah peran latihan dan pendampingan spiritual menjadi menarik.

Dalam Curahan Jiwa 22 — Jiwamu Sudah Hidup Sebelum Tubuh Ini Ada, (klik link tersebut untuk menonton videonya ) aku mengeksplorasi kemungkinan perjalanan Jiwa yg melampaui satu kehidupan tubuh, melalui percakapan antara Jiwa dan Pikiran.

Bukan untuk meminta semua untuk langsung mempercayai seluruh ceritanya.

Aku justru ingin mengajak mereka mulai mengenali perbedaan antara kesadaran sebagai Jiwa, pengalaman melalui tubuh, dan aktivitas Pikiran yg berusaha menjelaskan semuanya.

Sebelum Membaca Memori Kehidupan Sebelumnya, Kenali Dulu Jiwa yg Sedang Hidup Melalui Tubuh

Nah, ini yg sering menarik perhatianku.

Ketika seseorang mulai tertarik dengan past life, biasanya pertanyaannya langsung:

"Aku dulu siapa?"

"Hidup di mana?"

"Pernah menjadi apa?"

"Meninggalnya bagaimana?"

"Bertemu siapa saja?"

Hehehe... Pikiran memang suka sekali mengumpulkan identitas dan cerita. 😂

Tetapi ada pertanyaan yg menurutku lebih mendasar, sebelum kita kemana mana bahas yang lebih kompleks di persoalan past life ini 

Bagaimana Jiwa sebenarnya mengalami kehidupan melalui tubuh yg sedang digunakan sekarang?

Dalam Ilmu Energi Spiritual Nusantara dan framework Kesadaran Jiwa yg kupelajari, kita mengenal hubungan antara PCT/Ruh, Jiwa, sistem energi, rasa, Pikiran, serta tubuh manusia.

PCT atau Percikan Cahaya Tuhan kupahami sebagai bagian spiritual yg menghidupi Jiwa.

Sementara Jiwa merupakan diri yg mengalami kehidupan melalui tubuh beserta seluruh fasilitasnya.

Di dalam tubuh ini ada sistem biologis seperti otak, saraf, organ, hormon, serta indera.

Dalam keilmuan energi spiritual yg kupelajari, ada pula sistem tubuh eterik, chakra, dan jaringan energi yg menjadi bagian dari peta eksplorasi spiritual.

Untuk mempermudah pemahaman, aku sering menggunakan alur:

PCT/Ruh → Jiwa → Rasa → Sistem Energi → Saraf dan Organ Tubuh → Pikiran → Tindakan → Pengalaman Kehidupan.

Alur ini merupakan peta kerja dalam framework spiritual yg kugunakan. Jadi bukan berarti kita sedang menggambar jalur anatomi baru yg sama dengan saraf atau pembuluh darah.

Dan hubungan antar sistem tersebut juga bisa berlangsung timbal balik.

Tubuh menerima rangsangan. Pikiran membaca keadaan. Emosi muncul. Jiwa mengalami rasa. Kemudian pengalaman tersebut memengaruhi respons dan tindakan kita.

Nah, bagian-bagian inilah yg menarik untuk dikenali melalui pengalaman langsung.

Chakra, Jaringan Energi, dan Respons Tubuh


Dalam keilmuan energi spiritual, chakra dipelajari sebagai pusat-pusat energi yg berhubungan dengan sistem tubuh eterik.

Ada juga jaringan energi yg digunakan untuk menjelaskan bagaimana berbagai bagian sistem tersebut saling berinteraksi.

Sementara dalam tubuh biologis, kita mengenal jaringan saraf, pembuluh darah, otot, organ, serta berbagai sistem pengaturan tubuh.

Keduanya mempunyai cara pemetaan berbeda.

Yang ingin kupelajari adalah bagaimana pengalaman dalam eksplorasi energi spiritual dapat diamati bersamaan dengan respons tubuh.

Contohnya sederhana.

Ketika masuk ke sebuah ruangan, seseorang tiba-tiba merasakan tekanan di dada, tengkuk terasa berbeda, atau perut sedikit mengencang.

Apa yg terjadi?

Dalam eksplorasi energi spiritual, pengalaman tersebut bisa menjadi pintu untuk mengamati sensitivitas sistem energi dan interaksi dengan lingkungan.

Tetapi jangan langsung memutuskan sumbernya.

Periksa juga kondisi tubuh, suasana ruangan, suhu, suara, pencahayaan, maupun ingatan yg mungkin ikut aktif.

Karena baru dada berubah sedikit, Pikiran kadang sudah langsung berkata:

"Wah... ada energi."

Lalu beberapa detik kemudian:

"Jangan-jangan ada makhluk astral!"

WKWKWK... di rem sik. 😂

Bukannya gak boleh mengeksplorasi kemungkinan itu.

Tetapi jangan sampai Pikiran memberikan kesimpulan sebelum pengalamannya selesai diamati.

Dalam Cosmic Embodiment Series 10 — Ketika Pikiran Mendramatisasi Emosi Kita, aku membahas bagaimana rasa yg muncul bisa berkembang menjadi cerita panjang ketika Pikiran terus menambahkan penafsiran.

Ini juga penting ketika seseorang mulai belajar membaca energi maupun lapisan memori Jiwa.

Karena mendapatkan pengalaman dan menerjemahkan pengalaman merupakan dua proses yg perlu dikenali secara terpisah.

Bagaimana Cara Mengenali Memori Jiwa?

Ketika membicarakan memori kehidupan sebelumnya, sebagian orang membayangkan akan melihat sebuah film.

Ada nama, wajah, zaman, tempat tinggal, kejadian, bahkan bagaimana sebuah kehidupan berakhir.

Dalam pengalaman eksplorasi yg kupelajari, informasi tidak selalu muncul sebagai cerita lengkap.

Kadang yg muncul justru rasa mengenali.

Sebuah tempat terasa familiar.

Gerakan tertentu terasa mudah dikenali.

Ada simbol, bentuk, atau suara yg menimbulkan respons tertentu.

Atau muncul pengalaman batin yg belum bisa diterjemahkan oleh Pikiran.

Di sini aku ingin mengajak kita untuk membedakan dulu, antara memori, pengalaman pengenalan, dan terjemahan Pikiran.

Misalnya seseorang mengalami gambaran sebuah bangunan yg terasa asing.

Data awalnya adalah gambaran bangunan dan rasa familiar.

Kemudian Pikiran mulai mencari penjelasan.

"Sepertinya bangunan kuno."

"Mungkin bukan dari Bumi."

"Jangan-jangan dari Pleiades."

"Berarti aku Pleiadian!"

WKWKWK... bangunannya baru kelihatan, kewarganegaraan galaksi sudah diterbitkan. 😂

Bisa saja pengalaman tersebut membuka eksplorasi lebih lanjut. Tetapi nama tempat, planet, atau identitas yg muncul tetap perlu diperiksa sebagai bagian dari penafsiran.

Dalam artikel Mempelajari Ilmu Spiritual dengan Pendalaman Ilmu Esoteris, aku pernah menggunakan analogi penyimpanan informasi untuk membantu menjelaskan konsep memori Jiwa.

Dan di Curahan Jiwa 24 — Kalau Jiwa Pernah Hidup Sebelumnya, Apa yang Ikut Terbawa?, ( klik link untuk nonton videonya ) aku memperluas eksplorasinya.

Karena mungkin yg menarik bukan hanya memori tentang kehidupan lama.

Bagaimana kalau ada kemampuan Jiwa untuk menerima, mengenali, serta membaca pengalaman melalui seluruh fasilitas kehidupan sekarang?


Indigo, Empath, dan Jiwa Sensitif

Tidak semua orang tertarik dengan past life karena ingin mengetahui identitas kehidupan sebelumnya.

Ada juga yg tertarik karena sejak kecil mengalami fenomena batin atau kepekaan tertentu.

Sebagian mengenalnya melalui istilah indigo, empath, atau Jiwa sensitif.

Aku sendiri lebih tertarik mengeksplorasi bagaimana sensitivitas itu bekerja.

Karena seseorang yg mudah merasakan perubahan suasana belum tentu sedang membaca energi spiritual.

Begitu juga seseorang yg mengalami mimpi sangat hidup belum tentu sedang mengingat kehidupan sebelumnya.

Tetapi kepekaan tersebut bisa menjadi bahan pengamatan yg menarik.

Apakah seseorang lebih cepat mengenali perubahan suara, ekspresi, atau emosi orang lain?

Apakah tubuhnya mudah bereaksi terhadap lingkungan tertentu?

Apakah ada pengalaman batin yg muncul berulang dalam kondisi yg bisa diamati?

Kemudian bagaimana respons saraf, napas, dan Pikiran terhadap semua pengalaman tersebut?

Dalam ESV Episode 92 — Jiwa Sensitif Cepat Lelah, Empath–Indigo Perlu Tahu Ini, ( klik link tersebut untuk menonton videonya )  aku membahas sensitivitas dari sudut pandang Kesadaran Jiwa, tubuh, dan kehidupan sehari-hari.

Tujuannya bukan menambahkan identitas baru.

Karena setelah merasa dirinya indigo, jangan sampai seseorang malah sibuk mempertahankan label tersebut sampai lupa mengenali dirinya sendiri.

Starseed, Channeling, dan Kemungkinan Interaksi Kesadaran Antarplanet.



Nah, sekarang kita masuk ke wilayah eksplorasi yg lebih luas di explorasi mengenai past life ini 

Kalau Jiwa memiliki perjalanan lintas kehidupan, apakah semuanya harus berlangsung di Bumi?

Dalam dunia spiritual terdapat konsep starseed, yaitu pandangan mengenai Jiwa yg diyakini memiliki pengalaman kehidupan atau asal-usul dari luar Bumi.

Ada narasi mengenai Pleiadian, Sirian, Arcturian, Lyran, dan berbagai kelompok lainnya.

Sebagian materi tersebut berasal dari channeling.

Aku juga mempelajari dan mengeksplorasi channeling sebagai salah satu metode dalam dunia spiritual.

Kalo tertarik mengenai channeling bisa baca artikel lawasku ini : Apa itu Channeling 

Dalam praktiknya, channeling berkaitan dengan pengalaman menerima informasi yg dirasakan berasal dari kesadaran atau sumber lain.

Pengalaman tersebut bisa muncul melalui gambaran, suara batin, rasa, simbol, atau informasi spontan.

Sumbernya kemudian dapat ditafsirkan sebagai Jiwa lain, entitas, atau kesadaran dari wilayah kehidupan yg berbeda.

Tetapi di sinilah teknik pengamatan menjadi penting.

Mendapatkan sebuah informasi bukan berarti kita sudah mengetahui secara pasti sumber informasi tersebut.

Bagaimana informasi itu diterima?

Bagaimana tubuh dan rasa merespons?

Apa yg dilakukan Pikiran ketika menerjemahkannya?

Apakah informasi yg muncul bisa dibandingkan atau diperiksa melalui data lain?

Dan bagaimana membedakannya dari imajinasi, harapan, sugesti, maupun ingatan sendiri?

Pertanyaan semacam ini tidak mengurangi keseruan eksplorasi.

Justru membuat kita mempunyai lebih banyak hal untuk diamati.

Energi Bumi, Kosmik, dan Interaksi Antarmakhluk

Dalam Ilmu Energi Spiritual Nusantara, eksplorasi tidak hanya diarahkan ke bagian dalam diri manusia.

Ada juga pembahasan mengenai energi alam, energi Bumi, energi kosmik, serta kemungkinan interaksi dengan makhluk hidup dan lingkungan.

Di dalam materi esoteris kita mengenal berbagai istilah mengenai medan energi, jaringan energi, bahkan gambaran hubungan menyerupai string atau untaian energi.

Istilah-istilah tersebut merupakan bagian dari bahasa pemetaan spiritual. Tidak otomatis sama dengan konsep string theory dalam fisika.

Di alam material sendiri, interaksi antarmakhluk memang dapat berlangsung melalui banyak mekanisme.

Manusia mendengar suara, melihat gerakan, mengenali ekspresi, dan merespons perubahan lingkungan.

Hewan berkomunikasi melalui suara, gerakan, bau, serta berbagai sinyal lainnya.

Tumbuhan pun merespons cahaya, gravitasi, air, dan kondisi lingkungan.

Nah, bagaimana dengan pengalaman interaksi kesadaran yg terasa melampaui mekanisme biasa?

Bagian itu tetap menjadi wilayah eksplorasi.

Dalam pengalaman spiritual, seseorang mungkin merasakan adanya hubungan dengan makhluk lain tanpa interaksi fisik yg terlihat.

Pengalaman seperti ini bisa diamati, dibandingkan, dan dipelajari lebih lanjut.

Tetapi kita tetap perlu membedakan informasi yg diperoleh melalui indera biasa, respons tubuh, dan penafsiran mengenai interaksi energi atau kesadaran.

PCT/Ruh, Jiwa, dan Emosi dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah menjelajah sampai ke kemungkinan kehidupan antarplanet, kita kembali lagi ke tubuh. Dan koridornya masih soal past life ya

Hehehe... jangan sampai sibuk melihat galaksi lain, tetapi lupa tubuh sendiri belum makan. 😂 channeling nya nanti malah ke warung padang sob, nasi rendang dan gulai kikil yang tampak di ajnamu wkwkwkkwkwk

Dalam framework yg kugunakan, hubungan PCT/Ruh, Jiwa, rasa, dan sistem energi menjadi bagian penting ketika mengeksplorasi pengalaman kehidupan sehari-hari.

Ambil contoh ketika seseorang menerima pesan yg membuatnya kecewa.

Mata membaca tulisan.

Otak memproses informasi.

Ingatan, harapan, dan pengalaman sebelumnya ikut memengaruhi penafsiran.

Muncul emosi.

Tubuh pun bisa memberikan respons.

Napas berubah. Dada terasa menekan. Rahang mengeras. Perut mungkin mengencang.

Kemudian Pikiran mulai menambahkan cerita.

"Dia gak menghargai aku."

"Aku selalu diperlakukan seperti ini."

"Gak ada yg benar-benar peduli."

Padahal kejadian awalnya mungkin hanya satu pesan.

Dalam Matrix Jiwa, aku menggunakan tujuh lapisan kesadaran untuk mengeksplorasi bagaimana Jiwa mengalami serta merespons kehidupan.

Ada Jiwa Suci, Murni, Bijak, Tenang, Ego, Amarah, dan Keinginan.

Melalui peta tersebut, kita mengamati rasa yg muncul, respons tubuh, aktivitas Pikiran, serta kecenderungan tindakan.

Kemudian dalam latihan energi spiritual, kehadiran PCT/Ruh dan Kesadaran Jiwa juga menjadi bagian dari pengalaman yg dieksplorasi.

Bukan hanya mengetahui istilahnya, tetapi belajar mengenali bagaimana pengalaman kehadiran itu terasa dan bagaimana seseorang menjalani aktivitas setelahnya.

Tetapi kita tidak perlu menganggap setiap perubahan napas atau sensasi organ sebagai bukti bahwa sebuah energi spiritual tertentu sedang bekerja.

Respons biologis bisa diperiksa sebagai respons biologis, sedangkan pengalaman spiritual diamati sesuai konteks latihannya.

Keduanya dapat dipelajari tanpa harus saling meniadakan.

Aku membahas pentingnya pengalaman dibanding sekadar pengetahuan melalui video Stop Ngumpulin Pengetahuan, Mulai Mengalami. ( klik link untuk menonton videonya ) 

Apakah Pola Kehidupan Berulang Berhubungan dengan Past Life?

Dalam Matrix Jiwa, ada banyak pola kehidupan yg menarik untuk diamati.

Misalnya seseorang selalu takut kehilangan.

Berulang kali mengalami hubungan dengan persoalan yg mirip.

Sulit menerima keberhasilan.

Atau terus merasa harus membuktikan dirinya kepada orang lain.

Apakah mungkin pola tersebut berkaitan dengan pengalaman kehidupan sebelumnya?

Dalam eksplorasi spiritual, pertanyaan itu bisa dibuka.

Tetapi kita juga perlu memahami pembentukan pola melalui kehidupan sekarang.

Pengalaman keluarga, lingkungan, kebiasaan, cara Pikiran memaknai kejadian, dan respons tubuh dapat berpengaruh besar.

Dalam Cosmic Embodiment Series 9, Kenapa Hidupmu Terus Berulang ( klik link untuk menonton videonya ) aku mengeksplorasi hubungan antara karma, memori Jiwa, leluhur, dan pola kehidupan.

Di sinilah pembacaan Matrix Jiwa menjadi menarik.

Bukan sekadar mencari cerita tentang siapa seseorang dahulu, bukan cuma soal kehidupan di past life, tapi juga mengamati bagaimana pola tersebut bekerja dalam kehidupannya sekarang.

Karena kalau sebuah pengalaman spiritual memberikan informasi mengenai pola, masih ada pekerjaan berikutnya.

Bagaimana pola itu dikenali dalam aktivitas?

Bagaimana tubuh merespons ketika pola tersebut muncul?

Dan bagaimana seseorang berlatih supaya tidak selalu mengikuti respons lama?

Pengetahuan memang membantu.

Tetapi pengalaman dan praktik memberikan ruang untuk mengenali sesuatu secara langsung.

Nah, kalau dihubungkan dengan Matrix Jiwa, eksplorasi past life menjadi lebih menarik lagi. Karena yg kita cari bukan cuma siapa Aku dalam kehidupan sebelumnya, tetapi bagaimana pengalaman-pengalaman Jiwa itu mungkin masih berkaitan dengan pola yg muncul dalam kehidupan sekarang. Dalam Matrix Jiwa, aku mengeksplorasi tujuh lapisan Jiwa—Suci, Murni, Bijak, Tenang, Ego, Amarah, dan Keinginan—serta bagaimana tiap lapisan berinteraksi dengan rasa, energi spiritual dari PCT/Ruh, chakra, sistem saraf, organ tubuh, hingga kerja Pikiran. Misalnya, seseorang terus mengalami ketakutan kehilangan, kesulitan menerima kasih sayang, atau merasa harus selalu berjuang meskipun keadaan hidupnya sudah berubah. 

Apakah pola tersebut berasal dari pengalaman kehidupan sebelumnya? Bisa menjadi bagian dari eksplorasi, tetapi kita juga perlu membaca pengalaman kehidupan sekarang. Melalui Matrix Jiwa, kita mengamati bagaimana pola itu bekerja, lapisan kesadaran mana yg dominan, bagaimana tubuh merespons, dan apa yg terjadi ketika Kesadaran Jiwa mulai hadir melalui latihan. 

Jadi past life bisa membuka kemungkinan asal-usul pengalaman, sedangkan Matrix Jiwa membantu kita mengenali bagaimana pengalaman itu sedang bekerja dalam kehidupan sekarang. Bukan berhenti pada cerita masa lalu, tetapi mendapatkan pengalaman langsung untuk memahami dan mengembangkan kesadaran yg sedang kita jalani.

Peran Fasilitator: Menghantar pada Pengalaman, Bukan Hanya Memberikan Teori

Ini juga menjadi bagian penting dalam caraku memandang pendampingan spiritual.

Aku tidak ingin orang hanya memiliki kumpulan cerita tentang Jiwa, Ruh, energi, chakra, atau kehidupan sebelumnya.

Karena semua itu bisa dipelajari melalui tulisan dan video.

Yang berbeda adalah ketika seseorang mulai mendapatkan pengalamannya sendiri.

Sebagai fasilitator, peranku adalah membantu membuka ruang eksplorasi, memperkenalkan teknik, mendampingi latihan, dan membantu seseorang membedakan pengalaman dengan penafsirannya.

Dalam latihan Kesadaran Jiwa, misalnya, seseorang bisa mulai mengenali sensasi tubuh, aktivitas Pikiran, perubahan rasa, dan pengalaman kehadiran.

Kalau kemudian muncul pengalaman spiritual tertentu, kita tidak harus langsung memberinya nama.

Dapatkan pengalamannya.

Amati responsnya.

Kumpulkan data-datanya.

Lihat apakah pengalaman tersebut berulang.

Kemudian bandingkan dengan kemungkinan penjelasan lain.

Kalau belum cukup, ya lanjutkan pengamatannya.

Tidak harus selesai hari itu juga.

Dan tidak semua orang akan mendapatkan pengalaman yg sama, meskipun menjalani metode latihan yg serupa.

Pendampingan tidak perlu menjanjikan bahwa setiap orang pasti akan melihat kehidupan sebelumnya, membaca chakra, atau melakukan channeling.

Yg penting, prosesnya membantu seseorang mengalami dan mengenali dirinya sendiri dengan lebih jernih.

Kalau Tidak Mengetahui Past Life, Apakah Ada yg Kurang?

Menurutku gak ada. Tapi kurang komplit. Sama kayak beli hape canggih tapi gak dikulik, kadang cuma dipake untuk wa aja, bahkan cuma dipake untuk status fomo sosial doank.

Seseorang bisa hidup sebagai Jiwa, mengenali lapisan kesadarannya, memahami rasa, mengamati respons tubuh, dan menjalani kehidupan dengan semakin bijaksana tanpa harus mengetahui identitas kehidupan sebelumnya. Tapi untuk tau dari mana akar masalah yang timbul dari persoalan hidupnya kadang perlu juga untuk dilihat sampai kebelakang ( kenapa peristiwa itu terjadi ) 

Begitu juga dengan orang yg tertarik pada indigo, empath, atau starseed.

Tidak perlu menjadikan label sebagai ukuran perkembangan spiritual.

Dalam ESV Episode 95 — Jiwa Sensitif Tidak Butuh Motivasi, Ia Butuh Struktur, ( klik link tersebut untuk menonton videonya) aku sharing bagaimana pemahaman spiritual perlu dibawa ke kehidupan melalui kebiasaan dan ritme yg sesuai dengan kondisi tubuh.

Sementara dalam Curahan Jiwa 25 — Umur Tubuh Ini Bukan Umurku , ( klik link tersebut untuk menonton videonya) aku mengeksplorasi kemungkinan bahwa perjalanan Jiwa tidak sepenuhnya mengikuti perhitungan umur biologis.

Tapi tubuh yg sedang digunakan sekarang tetap memiliki waktunya sendiri.

Ada pekerjaan.

Keluarga.

Hubungan.

Aktivitas.

Kesempatan untuk berkarya.

Ada rasa senang, sedih, kecewa, cinta, dan berbagai pengalaman lain yg sedang berlangsung.

Semua itu menjadi bagian dari kehidupan yg bisa dialami secara langsung.

Penjelajahan Ini Belum Selesai.

Sejak kecil, aku mendapatkan kesempatan untuk mengalami dan belajar melalui pendampingan Bapak.

Dari situ perjalanannya berkembang.

Mempelajari Energi Spiritual Nusantara.

Mengenali PCT/Ruh.

Mengeksplorasi tujuh lapisan Jiwa.

Mengamati chakra dan sistem energi.

Belajar memahami respons tubuh, Pikiran, dan emosi.

Hingga menjelajahi fenomena channeling, kesadaran antarmakhluk, dan kemungkinan interaksi kehidupan lintas planet.

Aku mempunyai keyakinan serta pengalaman spiritual yg menjadi dasar perjalanan ini.

Tetapi keyakinanku tidak harus menjadi pengganti pengalaman orang lain.

Kalau kamu tertarik mengeksplorasi hal-hal semacam ini, jangan berhenti hanya karena sudah menemukan penjelasan yg terdengar cocok.

Cari cara belajar dan berlatih yg memungkinkanmu mengamati pengalaman sendiri.

Bukan memaksakan munculnya pengalaman tertentu.

Bukan juga mengejar sensasi supaya merasa lebih spiritual.

Biarkan prosesnya berkembang.

Karena mengetahui cerita mengenai kehidupan sebelumnya memang menarik.

Tetapi mengenali Jiwa yg sedang mengalami kehidupan sekarang juga merupakan penjelajahan yg sangat luas.

Dan semakin banyak yg dialami, semakin banyak pula yg bisa dipelajari.

Hehehe... asyeeeeek.

Dapatkan pengalamannya. Kumpulkan data-datanya. Nantiiii kapan-kapan disimpulkan.

Sadari dulu. Percaya kemudian.

Erlangga Asvi | w.a : 0896.3987.8115



Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar