Tanda Aktifnya Kesadaran Spiritual 4

Tanda aktifnya kesadaran spiritual yang paling terlihat dari para peserta program workshop privat saya adalah mudahnya masuk ke dalam kondisi kesadaran jiwa tenang ( tanda spiritual ) - mudah merasakan ketenangan jiwa dalam kondisi apapun, serta adanya sinkronitas dengan alam semesta ( tanda supernatural ) - mulai bisa merasakan dan mendapatkan informasi yang bersumber dari jalinan energy string ( jalinan tali temali atau pita energi ) yang ada di alam semesta.

Bukan hanya dua hal itu saja yang terjadi, atau bukan hanya 2 itu saja tanda aktifnya kesadaran spiritual, ada banyak tanda tanda lainnya yang saya share, dan saya buat menjadi serial artikel, artikel yang anda baca ini adalah artikel ke 4 atau bagian terakhirnya, saya anjurkan anda untuk membaca artikel-artikel sebelumnya.

Tanda Aktifnya Kesadaran Spiritual Bagian 1


15. Kenikmatan Tanpa Aktivitas: Kemampuan untuk "Menjadi"

Individu yang aktif kesadaran spiritual atau juga kesadaran jiwa nya suka tidak melakukan apa pun. Mereka menyukai kesendirian, ketenangan, dan ketidakaktifan ( diam secara fisik tapi bukan juga berarti diam secara pikiran dan jiwa atau ruhani ). 

Menurut pendapat saya, bahwa ini adalah salah satu perbedaan paling jelas antara hidup dalam keadaan "humania" - yaitu, keadaan normal kegilaan manusiawi kita - dan dalam keadaan harmoni batin. Dalam humania, yang disamakan dengan keadaan tidur ( sedang berada pada kesadaran logika ), orang merasa sulit untuk tidak melakukan apa-apa atau menyendiri karena ini berarti menghadapi perselisihan tentang diri mereka sendiri dan pergolakan pikiran ( semakin tersadar akan aktifitas pikiran, tersadar akan sangat aktifnya asumsi dan persepsi ) mereka. 

Akibatnya, mereka merasa terdorong untuk mencari gangguan dan aktivitas - yaitu, hal-hal eksternal untuk membenamkan/mengalihkan perhatian mereka - sehingga perhatian mereka tidak tertuju ke dalam, menjadi diri mereka sendiri. 

Tetapi dalam keadaan harmoni, yang setara dengan terjaga ( soul awakening and spiritual awakening ), ini tidak perlu. Kita dapat beristirahat dengan puas di dalam diri kita sendiri karena tidak ada turbulensi atau perselisihan di dalam diri kita. 

Ini adalah salah satu dari tanda aktifnya kesadaran spiritual atau aktifnya kesadaran jiwa tenang. Kita tidak perlu terus-menerus melakukan aktifitas hanya untuk kepentingan mengalihkan fokus dan perhatian pikiran atau mencari pelampiasan dari tak terkontrolnya pikiran atau terus-menerus menyuplai diri kita dengan gangguan yang disadari dan tidak disadari dari aktifnya dan tidak terkontrolnya pikiran. 

Nah, Daripada takut akan diam, yang ternyata membawa ketenangan dan ketidakaktifan, harusnya kita malah harus menikmatinya karena kondisi tersebut memungkinkan kita untuk mengaktifkan pancaran energi spiritual dari bagian percikan cahaya Tuhan di dalam diri kita sendiri yang akan membawa kesejahteraan kita bagi diri kita sendiri.

16. Di Luar Akumulasi dan Kemelekatan / Non-materialisme

Nah yang lain lagi, tanda aktifnya kesadaran spiritual adalah munculnya kondisi non materialisme. Dalam keadaan mengalami kebangkitan kesadaran jiwa dan kesadaran spiritual ( spiritual awakening ), dorongan untuk menumpuk, mengumpulkan, mengkoleksi,  berkurang. Tidak lagi penting bagi kita untuk mencoba mengumpulkan harta benda, kekayaan, status, kesuksesan, atau kekuatan selama pencerahan jiwa dan pencerahan spiritual. 

Baca juga artikel :

Tanda Aktifnya Kesadaran Spiritual 2

Dalam tertidur ( dalam kondisi kesadaran logika atau mungkin aktifnya kesadaran diri palsu - jiwa ego - jiwa amarah - jiwa keinginan ), dorongan untuk menumpuk adalah respons atas rasa ketidaklengkapan dan kerapuhan kita. 

Kita mencoba untuk memperkuat rasa diri kita dengan menambahkan harta benda, prestasi, dan kekuasaan, dengan cara yang sama seperti raja yang tidak aman terus-menerus membangun sebuah kastil dan memperkuat temboknya. 

Demikian pula, kita menjadi terlalu terikat pada aspek identitas kita yang sudah ada sebelumnya, seperti penampilan atau kecerdasan kita. Kita memperoleh rasa keistimewaan dari mereka, yang juga berfungsi untuk memperkuat rasa diri kita yang rapuh. Tetapi upaya ini tidak lagi diperlukan ketika kita bangun karena rasa ketidak lengkapan dan kerentanan itu sudah tidak ada lagi.

Spiritual awakening membawa pergeseran dari akumulasi ke kontribusi. Energi yang diinvestasikan orang untuk mencoba meringankan penderitaan psikologis mereka sendiri sekarang mulai bisa dialihkan untuk mencoba meringankan penderitaan orang lain ( sebab kita sudah mulai bisa untuk mentaur diri kita sendiri . 

Seperti yang dijelaskan oleh salah satu alumni workshop privat saya yang bernama Rony, salah satu tanda aktifnya kesadaran spiritual dan kesadaran jiwa, munculnya pergeseran fokus dari "apa yang bisa saya peroleh dari hidup kepada fokus akan apa yang bisa saya berikan untuk hidup".

17. Otonomi: Hidup Lebih Otentik

Dalam kondisi tertidur, kebanyakan orang adalah produk dari lingkungan tempat mereka dilahirkan. Mereka cenderung menyesuaikan diri dengan nilai-nilai budaya mereka dan dengan senang hati mengikuti jenis gaya hidup yang diharapkan dari mereka. 

Tetapi individu yang tercerahkan ( apa artinya tercerahkan? Kondisi tercerahkan artinya adalah bagian dari jiwa dan ruhaninya terkena energi percikan cahaya Tuhan yang ada di bagian Ruh Tuhan ) - yang mengalami spiritual awakening  cenderung mengalami tanda aktifnya kesadaran spiritual di mana mereka lebih otonom /mandiri dan terarah ke dalam diri. 

Mereka merasa kurang teridentifikasi dengan nilai-nilai budaya mereka; mereka cenderung menolaknya demi mengikuti keinginan mereka sendiri. Mereka memiliki keyakinan yang lebih besar dalam pilihan dan preferensi mereka, dan lebih bertanggung jawab (sebagian karena keamanan jiwa/batin mereka) untuk mendukung mereka, bahkan dalam menghadapi ejekan atau permusuhan. Mereka menjalani hidup mereka menurut perasaan mereka sendiri tentang apa yang benar, daripada mencoba menyenangkan orang lain atau melakukan apa yang diharapkan dari mereka.

Baca juga artikel :

Tanda aktifnya kesadaran spiritual 3

Orang-orang sering kali menyadari bahwa, sebelum kebangkitan kesadaran spiritual, mereka sebenarnya tidak menjalani kehidupan mereka sendiri tetapi sebagian besar hanya mengikuti konvensi sosial atau mencoba menyenangkan orang lain. Tetapi setelah terbangun kesadaran jiwa dan kesadaran spiritual nya, maka bagi mereka, menjadi jauh lebih penting untuk hidup secara otentik dan mengikuti dorongan yang muncul dari Guru Sejati yang ada dalam diri mereka sendiri. 

Orang lain mungkin melihat mereka sebagai pemberontak atau eksentrik karena mereka cenderung mengabaikan norma dan tren sosial. Mereka cenderung menolak nilai-nilai konsumeris dan berorientasi status dari budaya mereka demi kehidupan yang sederhana. Mereka hanya memiliki sedikit minat untuk menonton acara televisi populer terkini, membeli gadget atau barang terbaru, atau mencoba membuat orang terkesan dengan penampilan, status, atau kecanggihan mereka. 

Seiring dari munculnya tanda aktifnya kesadaran spiritual ( spiritual awakening signs ) ini, mereka mungkin mengejutkan orang lain dengan ketidakkonvensionalan mereka dan kesediaan mereka untuk menentang pendapat khalayak umum.

18. Hubungan yang Ditingkatkan dan Lebih Otentik

Dalam beberapa kasus, teman dan kerabat kita membenci cara hidup secara spiritual, membangkitkan cara hidup otentik/alami yang sepertinya baru dan orang lain salah menafsirkannya sebagai keegoisan. Ini berkontribusi pada masalah hubungan yang dapat terjadi setelah kebangkitan kesadaran jiwa dan kesadaran spiritual. Namun, secara umum, individu yang terbangun kesadaran jiwa dan kesadaran spiritual nya akan merasa bahwa hubungan mereka semakin dalam dan menjadi lebih memuaskan. Keaslian - ke original an gaya hidup mereka juga terekspresi dalam hubungan yang lebih autentik.

Hubungan diperkuat dan diperdalam maknanya untuk orang-orang yang terbangun karena empati dan kasih sayang mereka yang meningkat, yang berarti mereka menjadi lebih toleran dan pengertian dan kurang menghakimi. Sebagai hasil dari beberapa level atau tingkatan pencerahan spiritual, individu yang terbangun ( mengalami pencerahan spiritual - spiritual awakening ) cenderung bereaksi dengan kesadaran jiwa tenang dalam hal yang sepertinya akan memicu permusuhan terhadap orang lain ( karena berbeda pendapat ), tapi kecil kemungkinannya untuk memulai konflik.

Pasti ada hubungan antara hubungan yang lebih dalam dan keamanan jiwa/batin juga. 

Jika kita merasa tidak aman ( insecure ), interaksi sosial kita biasanya berpusat pada diri sendiri. Kita peduli dengan membuat kesan yang baik, mengatakan hal yang benar, dan berperilaku dengan cara yang benar. Kita sering memakai topeng sosial untuk mencoba membuat diri kita tampak lebih menawan atau menarik. 

Jika kita merasa aman di dalam diri kita sendiri, seperti yang dilakukan oleh individu yang mengalami spiritual awakening - terbangun secara spiritual, keegoisan dan permainan peran ini menghilang. Tanda aktifnya kesadaran spiritual adalah Kita mulai bisa mengalihkan fokus kita dari diri kita sendiri dan memberikan perhatian penuh kita kepada orang-orang yang bersama kita.


Informasi program workshop privat ilmu spiritual berbasis energi kesadaran, mengkondisikan dan menyambungkan setiap bagian diri dengan Percikan Cahaya Tuhan, silahkan klik link di bawah ini :

 Workshop Privat Aktifasi Kesadaran Spiritual


Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar