BannerFans.com

Hukum Karma

Hukum karma adalah hukum sebab akibat yang terjadi pada setiap mahluk dan ciptaan yang ada di alam semesta, semua hal terpengaruh dengan hukum sebab dan akibat ini.

Meskipun misalnya kita adalah mahluk yang sangat berkembang dan tercerahkan, Karma mempengaruhi hidup kita dalam segala hal; sebenarnya, hidup kita ini adalah penyingkapan Karma yang terus-menerus!

Perangkat Lunak Karma – The Software of Karma

Karma artinya perbuatan. Fisika menunjukkan bahwa untuk setiap aksi, pasti ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah. Hukum Karma adalah hukum energi, yang dengan sendirinya memiliki label baik dan buruk, besar dan kecil, awal dan akhir, menang dan kalah, dan lain sebagainya; ini hanyalah label yang dipilih orang untuk dilampirkan pada energi yang mengalir dan bekerja tersebut. Energi yang terwujud oleh suatu tindakan dan terkirim ke sekitar atau alam semesta, maka akan dikembalikan ke sumbernya : “Apa yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai.” Itu tidak bisa dihindari.

Ketika Kita melakukan suatu tindakan, itu menciptakan memori, yang pada gilirannya menghasilkan keinginan, yang mengarahkan Kita untuk melakukan tindakan lain. Misalnya: Kita mengambil kursus renang (ini adalah tindakan), maka Anda tahu apa yang terjadi di kursus renang tersebut (tindakan awal tadi membuat munculnya memori), dan jika kita menikmati kelas itu, maka Kita memutuskan untuk kembali pada minggu berikutnya (ini adalah sebuah keinginan), dan minggu berikutnya Kita muncul lagi dengan pakaian renang yang lebih baik yang lebih bisa mengakomodir gerakan gerakan anda ketika sedang berenang (ini adalah sebuah aksi). Karma menciptakan kenangan – memori  dan keinginan - harapan, yang kemudian menentukan bagaimana Kita hidup. Tindakan, ingatan, dan keinginan adalah perangkat lunak karma yang menjalankan hidup Kita.

Energi halus yang diciptakan oleh tindakan Kita disimpan di dalam ingatan dan jiwa keinginan serta diaktifkan—kadang-kadang segera, tetapi lebih sering di waktu mendatang. 

Untuk menggunakan contoh sebelumnya, Kita mengambil kursus renang  kemudian melupakannya sampai berbulan-bulan kemudian ketika Kita berjalan-jalan di kota dan melihat sebuah kolam renang. Maka Kita akan ingat pengalaman masa lalu, yang memicu keinginan untuk mengambil kursus lain yang berkaitan ( misalnya kursus menyelam ) atau tidak berkaitan sama sekali.

Tidak perlu percaya pada reinkarnasi untuk memahami Karma tetapi, dari perspektif spiritual universal ( disebut juga sebagai pengetahuan esoterik ) , Kita telah hidup selama banyak kehidupan sebelumnya dan situasi serta keadaan kehidupan Kita saat ini adalah hasil dari tindakan yang dilakukan selama semua kehidupan. Percaya pada Hukum Karma dan reinkarnasi membuat lebih mudah untuk memahami mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik atau mengapa seorang anak kecil yang tidak bersalah bisa mengidap penyakit yang mengancam jiwanya. Mistikus spiritual  akan mengatakan bahwa segala sesuatu dalam hidup Kita adalah hasil dari energi yang diciptakan oleh tindakan di kelahiran sebelumnya. Setiap situasi yang terjadi pada Kita dan setiap orang yang Kita temui memiliki makna Karma. Segala hal terjadi untuk suatu alasan.

Apapun keyakinan Anda, hukum Karma menyiratkan bahwa Kita telah menciptakan dan terus menciptakan hidup Kita sendiri. Apakah Anda memiliki kehendak bebas? Tentu saja iya, tapi bagaimana memanfaatkannya tak semua bisa. Sayangnya, banyak orang memiliki pengalaman sangat sedikit dalam menggunakan kehendak bebas ini. Tetapi, Banyak orang membiarkan diri mereka tetap terpenjara dalam perangkat lunak Karma itu, dikondisikan oleh ingatan dan keinginan mereka, melakukan kebiasaan yang sama berulang-ulang dan bertanya-tanya mengapa hidup mereka tidak membawa mereka ke arah yang diinginkan, arah yang mana? Apakah sudah direncanakan? Jika hidup kita hanya diam di tempat, disitu situ saja, berputar putar tak jelas arahnya, maka kita harus cek kembali, apakah kehendak bebas atau hukum karma sudah digunakan dengan baik. Law of attraction adalah salah satu yang berpengaruh, hukum tarik menarik.

Baca juga artikel yang berkaitan dengan Hukum Karma : 

12 Hukum Alam Semesta

Banyak orang yang tanpa sadar seperti berlari di atas mesin treadmil, berlari di mesin tersebut, mengira dia akan pergi ke suatu tempat padahal sebenarnya dia hanya disitu situ saja. Anda tau mainan hamster, roda berputar, seperti komidi putar, dan hamster akan berlari lari di dalamnya……apa yang terjadi,..roda terus berputar dan hamster tak kemana mana, hanya disitu saja.

Namun, saat Kita tumbuh dan berkembang secara spiritual, Kita dapat keluar dari siklus tersebut dan secara sadar memilih kehidupan yang ingin Kita jalani. Kutukan Karma menyebabkan Kita sering lupa siapa Kita sebenarnya, jadi jalan spiritual Kita melibatkan pelepasan Karma yang mengaburkan kesadaran Kita, memungkinkan Kita untuk mengingat siapa diri Kita sebenarnya.

Tentu saja, melepaskan Karma tidak berarti Anda kehilangan semua ingatan dan keinginan Anda; itu berarti Anda kehilangan keterikatan Anda dengan mereka dan tidak lagi berada di bawah pengaruh mereka.

"Saya menggunakan ingatan tetapi saya tidak mengizinkan mereka menggunakan saya."

Mengumpulkan dan Menyimpan Karma

Selain Hukum Karma yang tercipta dari tindakan Kita sendiri, Kita juga terkena pengaruh Karma dari keluarga, agama, ras, kebangsaan, dan banyak lagi. Setiap situasi yang Kita hadapi dalam hidup adalah hasil dari beberapa Karma. Kita terus-menerus menciptakan Kita dari tindakan, pikiran, kata-kata Kita, dari tindakan orang lain di bawah kendali Kita, dari sikap, harapan, dan gaya hidup Kita. Kita menciptakan Karma dari tindakan yang dimaksudkan yang Kita lakukan secara sadar dan juga dari tindakan yang dilakukan secara tidak sadar dari ketidaktahuan.

Dimungkinkan juga untuk mengambil Karma orang lain, yang umumnya bukan ide yang baik, karena Kita memiliki cukup karma Kita sendiri. Ini bisa terjadi karena mencuri barang milik orang lain, bergosip, atau berfantasi. Ini juga terjadi dalam hubungan intim, tetapi selama hubungan didasarkan pada cinta, ini adalah bagian yang dapat diterima dari pertukaran ikatan. Ingat, hubungan itu sendiri adalah hasil dari Karma, dan mistikus spiritual mengatakan bahwa tujuan dari setiap hubungan haruslah pencerahan.

   Baca juga artikel yang berkaitan dengan hukum karma               Hukum Tarik Menarik ( LoA ) – Pikiran Positif

Pengetahuan esoterik yang dipercaya oleh para mistikus spiritual adalah semua Karma Kita disimpan dalam Jiwa, jiwa individu, atau aspek jiwa yang dikondisikan oleh Hukum Karma. Mistikus spiritual menjelaskan tiga jenis Karma: yang telah Kita pilih untuk diproses selama kelahiran khusus ini, saat ini.  yang disimpan untuk kelahiran berikutnya, dan Karma baru yang Kita hasilkan setiap saat dalam keberadaan Anda. Chakra menyimpan Karma untuk seumur hidup ini. Chakra adalah pusat energi halus Kita di mana kesadaran berubah menjadi materi. Karma mendistorsi aliran kesadaran itu, menyebabkan Kita mengalami dunia ilusi. Membersihkan Karma membantu Anda keluar dari ilusi.

Bagaimana Melepaskan Karma

Hukum Karma tidak bisa dihindari. Bagi kebanyakan orang, energi Karma dikembalikan dengan intensitas yang sama dengan yang dihasilkannya. Tergantung pada tindakan Kita sebelumnya, ini bisa menciptakan kebahagiaan atau penderitaan. Apa pun yang terjadi, adalah hasil dari pelepasan Karma, yang, tidak peduli bagaimana Kita melihat situasinya, adalah hal yang baik dan kesempatan untuk pertumbuhan di masa depan.

“Nothing happens to you, it happens for you!”

Apakah Kita kemudian ditakdirkan untuk hidup membayar kesalahan masa lalu, diselingi oleh beberapa saat kesenangan? Belum tentu. Dengan kualitas tindakan Kita saat ini, Karma dapat diubah, diubah menjadi bentuk yang berbeda, atau dilampaui sepenuhnya.

Berikut adalah praktek praktek yang dapat membantu Kita meningkatkan kualitas tindakan. 

1. Buat Pilihan Dengan Sadar

Hukum karma dan pilihan yang kita ambil setiap harinya adalah sangat berpengaruh. Pilihan yang Kita buat memengaruhi Karma Kita dalam dua cara. Membuat pilihan yang berkualitas dapat melunakkan intensitas atau besarnya situasi yang dihasilkan dari kembalinya Karma. Energi Karma harus dikembalikan, tetapi dapat diubah. Misalnya, Daripada harus jatuh dan kaki Anda patah, mungkin Anda malah tersandung pada jari kaki.

Karma dikembalikan tetapi kualitas pilihan hidup Kita mengurangi efeknya.

Pilihan Kita juga menentukan kualitas Karma baru yang diciptakan dan disimpan untuk dilepaskan sebagai peristiwa masa depan dalam hidup Kita. Oleh karena itu, penting untuk menyadari pilihan yang Kita buat dan bertanya pada diri sendiri: Apakah pilihan ini bermanfaat bagi saya dan mereka yang mungkin terpengaruh olehnya? Apakah keputusan saya datang dari hati nurani saya dan diri saya yang lebih tinggi atau ego saya?

Tenang adalah kuncinya, tenang adalah kunci untuk tau, mana yang berasal dari hati nurani ataukah diri palsu

2. Maafkan

Ini merupakan aspek penting dari pertumbuhan Jiwa Kita. Pertama, menerima bahwa apa yang terjadi telah terjadi, sudah terjadi saat ini. Kemudian, lihat apakah Kita bisa, tanpa penilaian atau evaluasi, memahami mengapa hal itu terjadi. Terakhir, cobalah untuk memaafkan siapa pun yang Kita rasa telah menyakiti Kita; itu selalu mungkin untuk memaafkan orang itu bahkan jika Kita tidak bisa memaafkan tindakan itu. Dari perspektif  hukum karma, setiap luka yang Kita temui adalah kembalinya beberapa Karma. Jika tukang pos mengisi kotak surat Kita dengan tagihan, jangan habiskan sepanjang hari untuk membenci tukang pos. Maafkan dan majulah untuk membayar tagihan tersebut!

3. Tanamkan Rasa Syukur

Pengampunan sulit bagi kebanyakan orang, dan rasa syukur juga bisa menjadi tantangan. Namun, jika Kita percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi pada Kita adalah pelepasan Karma yang telah lewat, maka setiap kali Kita melepaskan Karma, karma itu akan hilang. Bukankah itu alasan untuk perayaan syukur? Cobalah untuk mensyukuri segala sesuatu dalam hidup Kita.

Baca juga artikel yang berkaitan dengan syukur dan Hukum Karma : 

Alasan Untuk Bersyukur

 

4. Cari Peluang Untuk Selalu Bertumbuh & Berkembang

Setiap situasi yang menantang memberi Kita dua pilihan. Kita dapat melihat situasi sebagai masalah dan menyia-nyiakan hidup Kita untuk mengeluh tentang hal itu, atau Kita dapat mengenali bahwa itu terjadi dan bertanya, "Bagaimana saya bisa belajar dan tumbuh dari ini?"

Dalam hukum karma, Jika Kita melihatnya sebagai masalah, Kita dapat tanpa sengaja tertarik ke energi yang lebih rendah, yang menciptakan kembali energi Karma yang sama, dan Anda tidak membuat kemajuan. Mencari peluang pertumbuhan memungkinkan Kita untuk melepaskan Kita dan tetap bebas untuk bergerak maju dalam perjalanan spiritual Kita.

5. Temukan Guru yang Tercerahkan

Jika Kita beruntung (atau Karma Kita mendikte Kita) untuk bertemu dengan seorang guru yang tercerahkan, dia mungkin dapat "melihat" pola Karma Kita dan memberi nasihat pada Kita sesuai dengan Hukum Karma. Orang yang tercerahkan dapat mengambil sebagian dari Karma Kita, tetapi ini akan terjadi dengan hubungan khusus yang dikembangkan selama beberapa tahun.

6. Temukan Tujuan Hidup Yang Sejati

Para mistikus spiritual mengatakan bahwa jika Kita memahami tentang siapa diri kita sebenarnya dan apa tujuan sejati kita hidup di dunia ini saat ini dan Hukum Karma, maka Kita akan mengetahui segalanya. Ketika Kita menemukan tujuan sejati hidup Kita yang sebenarnya dan hidup dalam keselarasan total dengan itu, tindakan Kita tiap saat akan menjadi benar dan tepat karena dipandu oleh sang navigator kehidupan, sang guru sejati, dan Kita tidak akan pernah menciptakan Karma Baru.

Doa dan harapan saya, agar kita bisa sampai pada level tersebut.

7. Ketenangan Jiwa

Alat paling ampuh yang Kita miliki di jalan spiritual Kita adalah Relaksasi Energi. Relaksasi Eneergi adalah perjalanan dari aktivitas menuju Kesadaran Jiwa Tennag. Dalam Kesadaran Jiwa Tenang akan muncul Suara Primordial,suara sang guru sejati, sang navigator kehidupan, maha mentor kita semua.

Baca juga artikel yang berkitan dengan karma : Ketenangan Jiwa awal dari Kehidupan

Arti dari sebuah pikiran adalah untuk menyimpan ingatan dan keinginan dan dengan demikian bekerjalah Hukum Karma. Sebuah ucapan atau pikiran tanpa makna dan energi kesadaran tidak memiliki Karma. Ketika Kita memikirkan pikiran dan ucapan dalam kesadaran jiwa tenang , Kita akan dibawa ke luar jangkauan Karma; Kita melampaui semua kenangan dan keinginan dan menyelinap ke bidang kemungkinan tak terbatas.

Dengan latihan relaksasi energi secara teratur, Kita mulai hidup dari tingkat kemungkinan tak terbatas itu alih-alih kemungkinan terbatas yang diciptakan oleh Karma. Relaksasi Energi membawa kita masuk ke dalam kesadaran jiwa tenang, akan menyelaraskan kesadaran logika dengan diri sejati Kita, membawa Kita kembali ke tujuan sejati Kita dan memungkinkan Kita untuk "membasmi" Karma di semua tingkatan.

Ikuti program aktivasi energi positif jarak jauh, agar potensi energi positif dalam diri aktif dan timbunan energi negatif hilang dari dalam diri, klik link dibawah ini untuk informasinya :

Program Aktivasi Energi Positif Jarak Jauh

Share on Google Plus

About Erlangga Asvi

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar